|
Buana Katulistiwa -Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, selama tahun 2005 tercatat 131 kejadian bencana alam, yang menyebabkan 239 orang tewas dan 255 orang hilang.
Menurut Djoko, penyebab utama musibah itu adalah menurunnya kualitas lingkungan, antara lain kritisnya kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) di berbagai daerah di Indonesia. "Sekitar 62 DAS, 17 DAS diantaranya di Pulau Jawa kondisinya kritis," kata Djoko, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Banjir, lanjut Djoko, bisa terjadi akibat curah hujan tinggi yang berlangsung lama, sementara daya serap dan kapasitas tampung lapisan tanah terhadap air semakin mengecil. Apalagi kondisi badan sungai yang juga semakin kecil akibat sedimentasi, termasuk dampak dari sampah padat hasil buangan penduduk.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir dan tanah longsor tidak terlepas dari rusaknya DAS, yang kemudian menjadikan aliran permukaan menjadi semakin meningkat.
Untuk mengantisipasi bencana berikut, pihak PU telah menetapkan enam DAS menjadi lokasi percontohan untuk diperbaiki, yaitu DAS Ciliwung, Citarum, Cimanuk, Citanduy, Bengawan Solo dan Brantas.
"Program jangka menengah (2006-2009), khususnya pada tahun ini pemerintah telah menginstruksikan kepada setiap provinsi untuk menangani satu DAS yang dinilai paling kritis," kata Djoko.
Sementara Dirjen Sumber Daya Air Siswoko menilai kejadian banjir yang terjadi setiap tahun terutama di musim hujan merupakan kejadian alam biasa, karena bencana banjir juga terjadi di negara-negara lain. Namun begitu, dia mengingatkan bahwa bisa juga terjadi banjir sebagai kejadian luar biasa, yang menyebabkan hanya bisa dilakukan upaya mengurangi dampak kerugian bencara itu.
Menurut dia, daya rusak air bisa dikurangi dengan cara membangun infrastruktur pengendali banjir baik secara struktural maupun nonstruktural.
Misalnya dengan normalisasi sudetan, membuat tanggul, waduk polder, pompa dan perbaikan drainase. "Yang nonstruktural yaitu peringatan dini, flood plan management, tata ruang, pengelolaan DAS, penetapan sempadan sungai dan prakiraan," begitu Siswoko. (bj)
Powered by AkoComment! |