Depan Artikel Berita Nasional Andai Krakatau dan T Perahu Meletus, Jakarta dan Bandung Masih “Aman”
|
Andai Krakatau dan T Perahu Meletus, Jakarta dan Bandung Masih “Aman” |
|
|
|
Kamis, 14 April 2005 |
Buana Katulistiwa- Seandainya dua gunung yang kini tengah menunjukkan aktivitas yang meningkat, yaitu Krakatau dan Tangkuban Perahu meletus, Jakarta dan Bandung masih dalam kondisi aman.
Keyakinan itu disampaikan Kepala Balitbang Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Dr Wimpy S Tjejep, di Jakarta, kemarin. Tjejep bersama Menteri ESDM dan para gubernur di seluruh Indonesia telah dipanggil Presiden Yudhoyono untuk menjelaskan berbagai perkembangan bencana alam yang sedang dan kemungkinan bisa terjadi, termasuk penanganannya.
Selain Anak Krakatau dan Tangkuban Perahu, ada tujuh gunung lain yang menjadi sasaran pengawasan saat ini. Mereka adalah Gunung Marapi, Bukittinggi (status waspada), Gunung Talang, Sumbar (awas), Krakatau (waspada), Gunung Tangkuban Perahu (siaga), Semeru, Jawa Timur (waspada), Egon, Flores (siaga), Karang Etang di Sulawesi Utara (siaga), Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara (siaga) dan Dukono (siaga).
Menurut Wimpy S Tjejep, Anak Krakatau saat ini berada pada fase pembentukan (belum penghancuran), yang jika meletus tidak akan terlalu dahsyat. Bagi penduduk Jakarta, gunung yang terletak di Selat Sunda itu itu hanya merasakan gempa sekitar 2 Skala Richter.
Gunung ini oleh Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) sejak Rabu diberi status “Siaga” akibat peningkatan yang cukup tajam dalam dua hari terakhir. Sejak Selasa pukul 00.00 WIB hingga Rabu diketahui telah terjadi gempa vulkanik dalam dan dangkal di kawah gunung 32 kali.
Sedangkan Gunung Tangkuban Perahu, yang terletak di daerah Lembang, sebelah utara kota Bandung, sudah tiga generasi mengalami letusan sehingga kawahnya banyak. Akibat banyaknya kawah aktif itu maka jika meledak, diyakini tidak akan melahirkan lontaran yang dahsyat.
Status gunung ini sendiri sejak Rabu dinaikkan menjadi “Siaga III”, dan dipercaya tidak akan terlalu berpengaruh terhadap Bandung apabila nanti meletus. Yang perlu dikhawatirkan hanya para pelancong yang kemungkinan berada dekat dengan gunung ini.
Tapi bagaimana dengan Gunung Gede dan Pangrango. Apakah gunung yang paling berdekatan dengan Jakarta ini menjadi perhatian penelitian pula? (*/bj) Powered by AkoComment! |
|
|
|
|
|