Depan arrow Artikel arrow Berita Nasional arrow Ahli Geologi dan Geofisika Gugat Pemerintah dan ExxonMobil
Ahli Geologi dan Geofisika Gugat Pemerintah dan ExxonMobil Cetak E-mail
Rabu, 15 Maret 2006
Blok CepuBuana Katulistiwa- Dua asosiasi keahlian di Indonesia, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) dan Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) menggugat proporsi penggunaan tenaga ahli Indonesia dalam menduduki posisi kunci dalam pengelolaan Blok Cepu, sebagaimana dimuat dalam kesepakatan Pemerintah RI dengan ExxonMobil.

Saat menggelar jumpa pers di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jalan Thamrin 8, Jakarta Pusat, Selasa (14/3), juru bicara kedua asosiasi ini, Abdul Mutalib Masdar menilai kesepakatan itu dapat disebut sebagai keraguan terhadap ahli Indonesia sendiri, meski selama ini banyak ahli Indonesia yang sudah diakui di dunia internasional.

"Anak bangsa sebenarnya sangat mampu melakukan dan mengolah Blok Cepu dengan baik jika dipercaya oleh pemerintah," tegas Abdul Mutalib seraya memberikan bukti bahwa ada delapan ahli geologi Indonesia yang mendapat kehormatan di luar negeri seperti Malaysia, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika.

Sebenarnya, kata Abdul Mutalib lagi, eksplorasi dan pengembangan lapangan minyak di Blok Cepu bukan sesuatu yang istimewa, sebab petroleum system yang terdapat di Blok Cepu sebenarnya telah ditemukan dan berproduksi seperti di Lapangan Mudi dan Sukowati.

Sementara itu, anggota Komisi XI DPR RI Drajat Wibowo menilai kesepakatan pemerintah dan ExxonMobil terdapat unsur pemaksaan dan pembohongan publik. Pembohongan publik itu dilakukan melalui pernyataan yang menyatakan tenaga ahli Indonesia tidak bisa mengelola Blok Cepu.

Dia kemudian menyatakan, selain dari sisi legal, kesepakatan juga dapat dimentahkan dengan pendekatan politis seperti hak angket di DPR. Meski dalam kenyataannya penggunaan hak angket di DPR juga kalah terus.

Secara terpisah, Ketua Panitia Anggaran DPR dari F-PDIP Emir Moeis mengatakan bahwa keputusan pemerintah tentang Blok Cepu itu akan menjadi bom waktu, yang kapan saja bisa meledak, karena penuh KKN sejak mulai peralihan dari Humpuss ke Ampalak lalu ke ExxonMobil.

"Waktu saya menjadi Ketua Pansus Pertamina tahun 2004, persoalan ini sudah berulangkali diingatkan kepada pemerintah, dan Dirut Pertamina ketika itu sangat memperhatikan saran Pansus tersebut, sehingga dengan tegas menolak perpanjangan konrak dengan ExxonMobil," ujarnya.

Dijelaskannya, sewaktu kepemimpinan Presiden Megawati persoalan Blok Cepu itu sudah dibicarakan kepada Presiden Bush termasuk juga tentang Freeport, bahwa asset SDA Indonesia tak boleh dikontrakkan, apalagi dieksplorasikan oleh pihak asing. Atas penjelasan itu Bush dapat memahami.

"Tetapi pada Presiden Yudhoyono pembicaraan yang sudah tercipta dengan baik dengan Presiden Bush itu malah menjadi mentah dan akhirnya ExxonMobil menguasai Blok Cepu, dengan posisi sebagai operator. Cepat atau lambat ini akan menjadi bom waktu," tegas Emir Moeis.

Dijelaskannya, F-PDIP akan menyampaikan semua persoalan ini kepada KPK dan juga semua yang dilakukan Pansus Pertamina 2004 untuk mempertahankan Blok Cepu tetap ditangani Pertamina. "F-PDIP sudah memberikan izin kepada Emir Moeis untuk menyampaikan hal itu kepada KPK," ujarnya.(bj)

Komentar
Oleh Alamat e-mail dilindungi dari bot spam, anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihat alamat ini pada 2006-03-16 06:53:29
...Saya kira sudah saatnya bangsa kita yang harus mengelola,mengolah dan menikmati hasil SDA yang ada di negri ini, jangan dipercayakan pada pihak asing. Saya kira Indonesia banyak memiliki talenta2 yang mumpuni......
Blok cepu
Oleh Alamat e-mail dilindungi dari bot spam, anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihat alamat ini pada 2006-03-20 15:18:01
sebenarnya kalau dibilang pemerintah melakukan kebohongan publik itu tidak benar,  
Justru Pilihan pemerintah mempercayakan operator kepada ExxonMobile sangatlah tepat.  
Pihak pertamina sudah mengakui bahwa "dia" belum mampu untuk mengeksplorasi dan mempunyai teknologi yang tepat untuk kasus blok cepu. Bukankah di daerah sekitar Cepu terdapat banyak sekali sumur gas, tapi mengapa justru blok cepu adalah Pihak exxonMobile yang menemukan ? ini membuktikan bahwa kinerja dan Teknologi dari pertamina masih jauh di bawah Exxon. Bukan berarti saya tidak setuju dengan keinginan beberapa pihak yang mendukung Pertamina sebagai Operator Blok Cepu, tapi saya lebih setuju kalau Pertamina yang menjadi Juragannya Blok Cepu, dan saya lebih tidak setuju lagi dengan tindakan dari beberapa pihak yang menolak keberadaan ExxonMobile sebagai Joint Operator dengan berbagai aksi apalagi dengan alasan "KEbijakan Politik" mereka itu tidak tahu apa-apa masalah blok cepu.
My comment
Oleh Alamat e-mail dilindungi dari bot spam, anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihat alamat ini pada 2006-03-21 08:44:34
Memang sudah saatnya apa yang menjadi milik kita akan diolah oleh anak2 bangsa.Buat apa sarjana2 metalurgi terus dicetak klau tidak untuk mengolah sumberdaya alam kita. Sebenarnya dalam pemindah alihan blok Cepu kpd ExxonMobile terdapat unsur politis bahwa AS ingin menguasai seluruh aset2 negri kita,termasuk Freeport. Sebagai pemilik SDA seharusnya bangsa kita yang memperoleh keuntungan bukannya malah semakin terpuruk dalam penderitaan.
Wajar Kalau Amrik dgn mudah masuk Jantun
Oleh Alamat e-mail dilindungi dari bot spam, anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihat alamat ini pada 2006-03-21 20:06:07
Australia dgn Indonesia berebut Blok Timor (wilayah pinggiran Indonesia. 
Malaysia dan Indonesia berebut Blok Ambalat (wilayah pinggiran Indonesia Juga). Keduanya masih ada tanggapan yang Argumentasi logis (kalau ng pantas dikatakan masih ada perlawanan), dan keuanyapun akhirnya Indonesia di pihak yang selalu merugi. 
Untuk masuk ke Jantung Indonesia Amrik hanya suruh jalan Exxonmobile. Sangat sukses dan mendapat dukungan penuh (bukannya kewibawaan mampu mengelola sendiri). Nantinya tidak ada alasan lagi berbondong2 kapal-kapal amrik dan perlengkapan serta peralatan dengan alasan memegang ijin operasional blok Cepu. Sayang Blok Cepu dicermati hanya sekedar Blok minyak, sangat-sangat disayangkan, masih banyak blok-blok lain yang tidak harus di Cepu. Letak geogafis Cepu di wilayah Indonesia terletak di Jantung Indonesia. GWB yang kelas dunia itu sudah menembus jantung2 geografis hub Asia dan Eropa yaitu Timur Depan (Iraq dalih senjata pemusnah masssal, Kuwait, sebentar lagi Iran Tenaga Nuklir). Untuk Indonesia cukup suruh Exxon Mobile (alasan minyak?).
Blok Cepu dimata Ind dan Amrik
Oleh Alamat e-mail dilindungi dari bot spam, anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihat alamat ini pada 2006-03-22 11:05:00
Mengapa geograf memandang blok cepu hanya karena isunya saja (minyak). Apakah Blok Cepu dimata Amrik juga hanya karena minyaknya? Bolehlah geolog dan ahli teknologi explorasi fokus ke minyaknya. tetapi 
Mengapa GW Bush membombardir rakyat Iraq (alasan senjata pemusnah masal, untuk mendapat dukungan Internasional), tahun2 yang lalu Kuwait (alasan membela kuwait melawan iraq), yang akan datang Iran (instalasi Nuklir), adu domba Irak -Iran. Negara-negara inilah berlokasi di "jantung" hubungan Asia dan Eropa. Mengapa disitu selalu bergejolak, karena selain minyaknya juga letak geografisnya. Blok-blok minyak di Indonesia sangat banyak, mengapa Blok Cepu oleh ExxonMobil. Cepu terletak di Jantung Indonesia dengan mudahnya hanya dengan exxonmobil (tanpa argumentasi yang transparan-kalau ng tepat dengan kata 'tanpa perlawanan' seperti di Iraq, Iran dan negara-negara minyak lain. Bahkan di dukung oleh segenap pemegang kebijakan perminyakan ind. Selamat exxonmobil anda sukses, tidak perlu GW Bush yg turun tangan.  
Kalau Malaysia mainnya di pinggir seperti blok ambalat (masih ada konfrontasi atau dialog oleh Ind), Australia di Blok Timor masih ada perlawanan juga, meskipun keduanya Indonesia di pihak yang merugi.  
Nantinya siap-siaplah masyarakat pesisir melihat iring-iringan tanker amrik mondar-mandir entah apa isinya, hanya dengan memegang ijin operasional blok cepu yang ada di perairan tengah Indonesia. Tidak ada yang menyalahkan datang dari Utara, Timur ataupun barat tanker-tanker itu masuk ke wilayah ind (Kebojoran teritorial). Murahnya, mudahnya, enaknya blok cepu..................... Rakyat kita kelak yg membayar mahal?
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com