|
Buana Katulistiwa - Kemampuan nasional dalam memanfaatkan teknologi energi terbarukan dan efisiensi energi perlu terus-menerus ditingkatkan dalam berbagai aspeknya. Keterlibatan semua pihak perlu dilibatkan dalam penyusunan "road map" energi ini.
Berbicara saat Diskusi Meningkatkan Energi Terbarukan dalam Energi Mix Nasional di Jakarta, Kamis (26/8) Oktaufik dari Balai Besar Teknologi Enenergi (B2TE) BPPT berpendapat, integrasi para stake holder menjadi sangat penting, sehingga road map itu dapat dijadikan pedoman bersama untuk secara sistimatis menunjukkan sumber-sumber energi terbarukan dan efisiens i energi.
Diingatkan, pemanfaatan energi terbarukan adalah faktor utama untuk menciptakan ketersediaan energi secara berkelanjutan bersama dengan efesiensi energi. Hal itu tidak saja karena keterbaruan dan kebersihannya terhadap lingkungan, namun juga pada keterjangkauannya oleh masyarakat karena sifatnya yang spesifik lokasi.
Sementara itu, pengamat perminyakan yang juga Direktur Center for Petroleum and Energy Economics Studies (CPEES) Dr Kurtubi mengatakan sudah saatnya memulai dan mengkongkretkan secara serius diversifikasi energi dengan mengembangkan energi terbarukan, terutama ethanol dan biodiesel tanpa harus menunggu penghapusan subsidi BBM.
Menurut dia, langkah ini sangat tepat karena disamping dapat menicptkan lapangan kerja di pedesaaan, juga akan diperoleh jenis BBM baru yang ramah lingkungan dan dapat menghemat devisa dan mengurangi ketergantungan pada minyak impor.
Contoh kongkrit yang seyogyanya menjadi Program Pemerintah, menurut dia, adalah pembangunan kilang baru perlu disimbiosiskan dengan Kebon Energi yang menghasilkan ethanol dan biodiesel sehingga dapat dicampur dengan BBM yang dihasilkan oleh kilang minyak.
Cara ini, menurut Kurtubi, dapat mengurangi pemakaian BBM sekitar 10 persen. (bj) Powered by AkoComment! |