Depan Topik Ekonomi Presiden: Jangan Saling Menyalahkan, Pikirkan Energi 10 Tahun Mendatang
|
Presiden: Jangan Saling Menyalahkan, Pikirkan Energi 10 Tahun Mendatang |
|
|
|
Rabu, 28 September 2005 |
|
Buana Katulistiwa - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk kesekian kalinya menyerukan agar semua pihak memikirkan kondisi kebutuhan energi Indonesia di masa depan, terutama dengan membengkaknya jumlah penduduk dan semakin mahalnya harga minyak dunia. Dia pun menantang para kalangan ilmuwan dan teknokrat untuk serius.
Berbicara pada pembukaan gelar teknologi tepat guna (TTG) tingkat nasional ke VII, di Palembang, Sumatera Selatan, Presiden merisaukan mengenai cadangan minyak Indonesia yang hanya sampai 18 tahun, gas 60 tahun dan batubara 150 tahun, jika tidak ada penemuan energi alternatif baru.
“Mari kita berpikir ke depan ini bagaimana 220 juta warga negara Indonesia yang diperkirkan dalam 10 tahun mendatang sudah akan bertambah besar lagi mendekati 250 bahkan 300 juta, bagaimana kita bisa menyiapkan energi untuk kebutuhan hidup mereka," katanya.
Dikatakan Kepala Negara, persoalan energi bukan hanya persoalan harga BBM, bukan hanya persoalan subsidi, bukan persoalan defisit, tetapi lebih mendasar, karena berkaitan dengan kehidupan manusia di dunia, kehidupan bangsa sekarang dan ke depan ini.
“Indonesia memiliki banyak orang-orang pintar. Mari kita sama-sama memikirkan ini. Jangan saling menyalahkan,” begitu Presiden.(bj) Powered by AkoComment! |
|
|
|
|
|