|
Buana Katulistiwa- Perbedaan kondisi ekonomi masing-masing negara ASEAN menyebabkan rencana pemberlakuan mata uang tunggal (single currency) ASEAN sulit untuk dilakukan.
Menurut pengamat Tony Prasentiantono, dalam diskusi di Jakarta, Selasa (4/4), Indonesia mungkin hanya mirip dengan Filipina saja, sebaliknya jauh berbeda dari Singapura atau Malaysia. Sedangkan Vietnam adalah raksasa yang akan tumbuh sedangkan Myanmar jauh di belakang.
?Disparitas antara negara sangat jauh,? kata Tony seraya menyebut sebaiknya mengenai mata uang tunggal ASEAN itu menjadi wacana saja.
Dari segi keuntungan, kata dia, tampaknya mata uang tunggal ASEAN hanya menguntungkan pariwisata, namun sayangnya turis antarnegara ASEAN sendiri tidak cukup besar dibandingkan dengan luar ASEAN.
Tony mengatakan bahwa kebijakan pembayaran fiskal bagi warga Indonesia yang akan berpergian ke luar negeri masih cukup relevan diberlakukan.
Dia masih menyarankan sebaiknya Indonesia memang masih perlu melakukannya karena cadangan devisa tidak aman sehingga perlu sedikit retriksi agar orang tidak mudah ke luar negeri dan melakukan pemborosan devisa.
Dia juga menyebut dalam kasus Euro, mata uang tunggal Eropa, penguatan mata uang itu terhadap dolar AS juga tidak sepenuhnya memberikan dampak positif pada ekspor mereka. (bj) Powered by AkoComment! |