Depan arrow Topik arrow Ekonomi arrow Indonesia Umumkan Inisiatif “Mix-Energy” 2025
Indonesia Umumkan Inisiatif “Mix-Energy” 2025 Cetak E-mail
Kamis, 15 Desember 2005
Buana Katulistiwa - Tak kalah dengan upaya Partai Demokrat di AS untuk mengurangi ketergantungan pada impor sumber daya energi tahun 2020, Indonesia, melalui Menristek Kusmayanto Kadiman mengumumkan inisiatif yang diberi nama “Mix-Energy Resource” yang ditargetkan pada 2025.

Kepada pers di Jakarta, Rabu (14/12), Kusmayanto menyebut dengan “Mix-Energy Resources” itu, Indonesia menetapkan target bahwa gas dan minyak bumi hanya akan memasok 30 persen kebutuhan energi, batu bara 30 persen dan 40 persen sisanya dari berbagai sumber lain seperti nuklir, bioetanol, biodiesel dan energi alternatif lainnya.

“Inisiaitif ini untuk mengurangi ketergantungan pada satu sumber energi sebagaimana yang selama ini terjadi dengan minyak bumi,” kata Kusmayanto seraya menyebut bahwa pemerintah kini terus berupaya menarik investor bidang energi alternatif.

Kusmayanto juga menyebut bahwa setelah sempat tertunda pada 2004, Indonesia diharapkan telah akan memiliki Pusat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pada 2016 untuk mengamankan cadangan dan pasokan energi di masa mendatang.

Target 2016 itu, kata Menrsistek, sudah dengan perhitungan cermat. Karena ini adalah PLTN pertama di Indonesia maka tidak boleh gagal, jika gagal maka akan ditolak untuk selamanya.

Disebutkan, efektivitas PLTN nantinya akan diukur menggunakan standar ekonomi, dengan PLTN diperkirakan harga jual listrik akan 4 sen dolar AS per kilo watt jam sedangkan PLN sekarang menjual listrik seharga 8 sen dolar AS per kilo watt jam.

Untuk generasi dua dan selanjutnya diperkirakan harganya akan mencapai 2 sen dolar AS per kilo watt jam. Dari selisih sebanyak itu, Menristek memperkirakan akan banyak investor tertarik.

Diakui Menristek, persoalan PLTN memang dihadapkan pada resistensi masyarakat, sehingga selalu menjadi penyebab tertunda realisasinya. Ke depan ia berharap isu-isu yang muncul jangan justru kebanyakan ‘beyond science’ (diluar sains).

Seperti diberitakan Buana Katulistiwa, Selasa (13/12), Senator dari New York, Hillary Clinton, Senator Harry Reid (Nevada), Gubernur Pennsylvania Ed Rendell mengumumkan inisiatif "Energy Independece 2020", dengan lebih mengupayakan penggunaan bahan bakar domestik ethanol dan biodiesel, yang dapat mengurangi impor minyak dan gas.

Rencana ini, seperti diberitakan Reuters, diumumkan Senin (Selasa WIB). Presiden George W Bush kini tengah mencari produksi minyak dalam negeri atas tekanan Kongres termasuk pembukaan Alaska's Arctic National Wildlife Refuge untuk memompa minyak, dalam sebuah ketentuan yang akan ditentukan nasibnya melalui voting pekan ini. Bush juga mendukung investasi besar dalam bidang energi hidrogen.

Para analis energi menyebut AS, yang mengkonsumsi sekitar seperempat dari 80 juta barrel minyak dunia per hari, akan tergantung pada impor selama beberapa dekade ke depan, antara lain karena faktor penggunaan bahan bakar alternatif yang tergolong kecil.

Rendel mengaku tertetik dengan Brasil, yang telah mampu mengurangi ketergantungan pada minyak mentah melalui pembuatan bahan bakar dari gula tebu dan melalui produksi kendaraan yang berbahan bakar gas atau etanol. “Jika Brasil dapat melakukannya, kita juga bisa,” kata Rendell.

Namun beberapa pengamat pesimis dengan inisiatif Demokrat ini, dengan mengacu pengalaman kepada inisiatif yang sama yang pernah dilakukan pada 1990. Mereka mempersoalkan latar belakang politik di balik inisiatif itu. (bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com