Depan arrow Topik arrow Ekonomi arrow Gejala Iklim Lokal Sebabkan Kerugian di Cirata
Gejala Iklim Lokal Sebabkan Kerugian di Cirata Cetak E-mail
Rabu, 25 Januari 2006
Waduk CirataBuana Katulistiwa - Turunnya hujan yang terus-menerus mengguyur waduk Cirata menyebabkan suhu air di waduk tersebut turun menjadi 24 derajat celcius. Hal ini berakibat pada kematian massal ikan budidaya keramba yang mencapai nilai hingga 2 milyar.

Dalam siaran pers yang dilansir Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (DKP) pada hari Selasa (24/1) kemarin, disebutkan bahwa kematian jenis ikan mas (cyprinid koi) yang diperkirakan sekitar 300 ton di Keramba Jaring Apung (KJA) Waduk Cirata Jawa Barat tersebut ditaksir mencapai nilai kerugian sekitar Rp. 2 milyar.

Hasil studi para ilmuwan dari Pusat Riset Perikanan Budidaya (PRPB) - Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) mengungkapkan bahwa kematian massal ikan ini akibat turunnya temperatur air di waduk. Hal ini sesuai dengan prediksi dari tim tersebut yang telah terjun ke Waduk Cirata sejak 6 Januari 2006, yang memprediksi bahwa bila suhu waduk turun sampai dibawah 25 derajat celcius maka Koi Herpes Virus (KHV) dapat merebak dan mengakibatkan kematian massal ikan tidak dapat dihindari.

Turunnya suhu air di Waduk Cirata menurut para ilmuwan diakibatkan oleh turunnya hujan secara terus-menerus, sehingga suhu air mencapai 24 derajat celcius dan memicu merebaknya penyakit KHV yang menyerang ikan-ikan mas. Penyakit ini menyerang sistem pernapasan ikan, diindikasikan dari insangnya sudah mulai rusak (busuk), tidak bisa lagi mengambil oksigen. Jadi kematian ikan bukan karena terjadinya up welling /umbulan /air dasar naik, namun lebih pada turunnya temperatur air waduk yang memicu munculnya KHV.

Pada akhir siaran persnya, Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi DKP Dr. Ir. Aji Sularso, MMA mengimbau para pembudidaya agar segera mengangkat ikan-ikan yang ada pada keramba jaring apungnya apabila terjadi hujan lebat yang diprediksi akan menurunkan temperatur air sampai dibawah 25 derajat celcius. Dan juga disarankan kepada para pembudidaya untuk mengganti jenis ikannya dengan strain yang lebih tahan terhadap penyakit KHV. (qb)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com