|
Buana Katulistiwa - Perairan Indonesia seakan tiada habisnya digali. Posisi geografis Indonesia telah membuat kepulauan ini menjadi simpul pelayaran internasional sejak berabad-abad yang lalu. Hal ini memperkaya potensi kelautan Indonesia dengan banyaknya kapal yang karam beserta muatan berharga di dalamnya di perairan Indonesia.
Telah banyak kapal tenggelam yang umumnya berasal dari masa sebelum abad XX, tepatnya sebelum Perang Dunia II, ditemukan di perairan Indonesia. Kapal-kapal tersebut memiliki potensi membawa muatan benda-benda berharga yang memiliki nilai sejarah dan budaya, yang dikenal dengan sebutan Benda Berharga Asal Muatan Kapal Tenggelam (BMKT).
Menurut situs dkp.go.id, BMKT adalah benda-benda berharga yang berasal dari semua kapal yang tenggelam di wilayah perairan territorial Indonesia, Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia dan Landas Kontinen Indonesia yang mempunyai umur sekurang-kurangnya 50 tahun. Benda-benda tersebut di samping mempunyai nilai sejarah dan kebudayaan, juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga sering terjadi pengangkatan dan eksploitasi secara illegal.
Hingga saat ini, dari beberapa data survey dan informasi yang dihimpun oleh DKP baik dari dalam maupun luar negeri, diperoleh gambaran bahwa kurang lebih sekitar 463 lokasi potensi BMKT yang tersebar di 21 wilayah perairan Indonesia. Namun, Roby Ardiwidjaja, peneliti Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia berpendapat bahwa bila melihat luas perairan nusantara dan keterangan dalam sejarah kemaritiman di Indonesia, angka tersebut dianggap masih terlalu kecil. Ia memperkirakan jumlah kapal tenggelam di perairan Indonesia hingga Perang Dunia II dapat mencapal ribuan kapal.
 Sebaran BMKT di Perairan Indonesia (sumber: BRKP,DKP)
Roby menambahkan, di satu sisi BMKT dapat digambarkan sebagai suatu kapsul yang memiliki sejarah dan nilai ilmiah, yaitu nilai penting dari segi ilmu pengetahuan dan sejarah. Di sisi lain BMKT sebagai harta karun, benda berharga atau sebagai kekayaan budaya ?cultural resources? memiliki nilai untuk dapat mendatangkan keuntungan ekonomi (economic value).
Untuk itu Pemerintah Indonesia menjalin kerjasama dengan investor swasta termasuk dari luar negeri untuk upaya pemanfaatan BMKT yang mencakup kegiatan-kegiatan survey, pengangkatan, penanganan, penilaian dari aspek sejarah, kebudayaan dan ekonomi, serta pemasaran dan pelelangan.
PT Paradigma Putra Sejahtera, yang mengantongi Rekomendasi Ijin Pengangkatan BMKT dari PANNAS Pengangkatan dan Pemanfaatan BMKT DKP dan Ijin Pengangkatan yang diterbitkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan telah memulai melakukan pengangkatan BMKT sejak Akhir Maret 2004 di perairan Cirebon. Proses pengangkatan dan pendokumentasian BMKT tersebut didukung oleh Cosmix-Belgia, yang telah memiliki pengalaman di Filipina dan Mesir, dengan melibatkan sejumlah pakar arkeologi bawah air dari Belgia, Jerman, Australia dan Perancis serta termasuk pakar Arkeologi Laut dari Indonesia.
PANNAS DKP berencana BMKT yang telah selesai diangkat dari wilayah perairan Cirebon pada Oktober 2005 lalu tersebut akan dilelang di Amsterdam November mendatang di Balai Lelang Christie?s. Pelelangan tersebut akan diselenggarakan setelah penilaian berbagai aspek sejarah dan budaya selesai dilakukan. Dalam laporan republikaonline awal Februari lalu, barang-barang kuno yang ditemukan di perairan Cirebon ditaksir oleh rumah lelang internasional Christie`s bernilai 40 juta dolar AS. Nilai tersebut muncul setelah dilakukan perawatan oleh PANNAS. (qb)
Powered by AkoComment! |