|
Selasa, 12 April 2005 |
|
Buana Katulistiwa- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sedikitnya 12 arahan kepada jajarannya menghadapi berbagai bencana, menyusul kejadian gempa Nias (28 Maret 2004) dan gempa Sumatera Barat (10 April). |
|
|
Selasa, 12 April 2005 |
|
Buana Katulistiwa- Itulah tragedi yang terjadi kini di Sumatera Barat (Sumbar). Belum selesai kecemasan masyarakat di pesisir Kota Padang, Pariaman dan sekitarnya pasca gempa yang berkekuatan 6,8 Skala Richter pada Minggu (10/4), daerah inipun diganggu aktivitas gunung. |
|
|
Minggu, 10 April 2005 |
|
Buana Katulistiwa- Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan conferensi dan pameran “Map Asia 2005” pada 22-25 Agustus 2005 mendatang. Kegiatan ini merupakan ajang tahunan terbesar di Asia di bidang GIS, GPS, Fotogrametri dan Remote Sensing. |
|
|
Sabtu, 09 April 2005 |
|
Buana Katulistiwa -
Rapat Kerja Nasional Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional (Rakernas BKTRN) yang
diselenggarakan pada tanggal 28 – 29 Maret 2005 di Jakarta, memutuskan 12 butir kesepakatan yang ditujukan bagi
terwujudnya upaya penguatan peran penataan ruang di Indonesia. |
|
|
Kamis, 07 April 2005 |
|
Buana Katulistiwa - Pemerintah diminta untuk cepat menanggapi kegelisahan warga pesisir Sumatera bagian selatan, mulai dari Sumatera Barat, Bengkulu dan Lampung, atas kemungkinan kejadian gempa besar dan tsunami yang diprediksi akan terjadi di wilayah ini. |
|
|
Senin, 04 April 2005 |
|
Buana Katulistiwa – Saat pertama kali diumumkan di Jurnal
Ilmiah Nature, Homo Floresiensis atau Manusia Flores, diragukan kebenarannya dan
dianggap sebagai fosil manusia yang menderita penyakit kelainan otak. |
|
|
Senin, 04 April 2005 |
|
Buana Katulistiwa- Kalangan pakar berpendapat, gempa Nias
pada 28 Maret 2005 lalu kemungkinan besar telah menyebabkan
perbentuknya pulau-pulau baru, akibat batu karang bawah laut yang
muncul pasca gempa berkekuatan 8,7 Skala Richter itu. |
|
|
Sabtu, 02 April 2005 |
|
Buana Katulistiwa- Kapal Riset “Natsushima” (1739 ton) milik Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology
(Jamstec) Jepang, bekerja sama dengan BPPT Indonesia, telah melakukan
survei dasar laut di sekitar pusat gempa Sumatera yang menimbulkan
tsunami pada 26 Desember 2004.
|
|
|
Jumat, 01 April 2005 |
|
Buana Katulistiwa- Para analis gempa menaruh perhatian besar
pada gejala yang ditunjukkan oleh aktivitas gempa susulan pasca gempa
utama berkekuatan 8,7 skala Richter di antara Pulau Nias dan Pulau
Simeulue, Sumatera bagian Utara, yang bisa menyebabkan gempa terbesar
di daerah ini. |
|
|
Jumat, 01 April 2005 |
|
Buana Katulistiwa- Saat ini, Badan Meteorologi dan Geofisika
(BMG) hanya memiliki 31 stasiun gempa dari mulai Banda Aceh hingga
Jayapura. Jarangnya kerapatan titik pengamatan ini membuat BMG
membutuhkan 30 menit hingga 60 menit untuk mendeteksi suatu gempa. |
|
|
‹‹ Awal ‹ Sebelumnya 21 22 23 24 25 26 27 28 Selanjutnya › Akhir ››
|