|
Halaman 1 dari 5 I. PENDAHULUAN
1.1. Gambaran Umum Wilayah Kabupaten Kapuas Hulu
Kabupaten Daerah Tingkat II Kapuas Hulu merupakan salah satu dari tujuh Daerah
Tingkat II di Propinsi Kalimantan Barat. Kabupaten yang terletak di bagian
paling Timur Propinsi Kalimantan Barat ini menempati posisi geografis antara
0°08' LU sampai 1°36 LS dan 111°32' sampai 114°09' BT dengan Putussibau sebagai
Ibukota Kabupaten, dapat ditempuh lewat transportasi sungai Kapuas sejauh 846
km, lewat jalan darat sejauh 633 km, dan lewat udara ditempuh 2 (dua) jam penerbangan
dengan pesawat DAS (Dirgantara Air Service) dari Pontianak.
Di sebelah Utara, Kabupaten Kapuas Hulu berbatasan langsung dengan wilayah
Sarawak (Malaysia Timur), sedangkan di sebelah Timur dan Tenggara berbatasan
langsung dengan Propinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Di sebelah
Selatan dan Barat Kabupaten Kapuas Hulu berbatasan dengan Kabupaten Sintang.
Posisi geografis Kabupaten Kapuas Hulu ini merupakan posisi yang penting terutama
dikaitkan dengan pengendalian tata air di Kalimantan Barat karena wilayah ini
merupakan wilayah hulu dari sungai Kapuas yang alirannya melalui hampir semua
daerah tingkat II di Kalimantan Barat (kecuali Kabupaten Ketapang) dan bermuara
di pantai Barat Kalimantan Barat.
1.1.1. Letak Geografis Dusun Sungulo' Palin
Dusun Sungulo' Palin merupakan satu dari 6 (enam) Dusun dalam Desa Nanga Nyabau.
Lima Dusun lainnya adalah Nanga Nyabau, Tanjung Kerja, Banua Tengah, Lauk I
dan Lauk II. Desa Nanga Nyabau sendiri secara administratif bagian dari Kecamatan
Embaloh Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Propinsi Kalimantan Barat. Dusun ini terletak
pada Bujur 112°45' - 112°55' BT ; pada Lintang 1°2' - 1°12' LU, dan berbatasan
;
- Sebelah Utara berbatasan dengan
Taman Nasional Betung Kerihun
- Sebelah Barat berbatasan dengan
Dusun Benua Tengah dan Dusun Tanjung Kerja
- Sebelah Selatan berbatasan
dengan Dusun Tanjung Kerja dan Dusun Seluan, Desa Nanga Awin.
- Sebelah Timur berbatasan dengan
Dusun Suai.
Pembuatan jalan Lintas Utara yang menghubungkan Putussibau dengan Badau sampai
ke Malaysia, membuka isolasi wilayah ini meskipun kondisi jalan seringkali rusak
dan sarana kendaraan umum yang terbatas.
1.1.2. Gambaran Umum Fisik Wilayah
Dusun Sungulo' Palin yang letaknya tepat di pinggir Hulu Sungai Nyabau mempunyai
fisiografi datar. Pada beberapa bagian mempunyai fisiografi bergelombang. Kelerengan
bervariasi antara 0 - 2 % pada wilayah datar dan 2 - 5 % pada wilayah bergelombang.
Dusun Ulu Palin terletak pada ketinggian 250 m di atas permukaan laut, sedangkan
wilayah adat terletak antara ketinggian 25 m - 500 m di atas permukaan laut.
Curah hujan di wilayah ini termasuk tinggi antara 2000 - 3000 mm setiap tahun,
karena letaknya yang berada di kaki Pegunungan Iban. Curah hujan terbesar (bulan
basah) jatuh pada bulan Desember - Februari, sedangkan bulan kering jatuh pada
bulan Juni - Agustus.
Jenis tanah yang dominan di wilayah ini adalah jenis Podsolik, terutama Podsolik
merah kuning. Hasil endapan sungai serta humus dari pohon-pohon di wilayah ini
merupakan sumber utama kesuburan tanah.
1.2. Sejarah Dusun
1.2.1 Nama Wilayah
Sungulo' adalah penyebutan masyarakat setempat untuk Sungai Uluk, sebagaimana
lazimnya masyarakat Dayak yang menyebut nama tempat merujuk pada sungai yang
berada di daerah mereka tinggal. Nama Sungulo' Palin digunakan karena Sungai
Uluk tempat masyarakat ini berada merupakan anak dari Sungai Palin, ini untuk
membedakan dengan Sungai Uluk yang juga termasuk anak Sungai Kapuas di selatan
daerah mereka.
Perkenalan dengan masyarakat Melayu yang mengenal 'sungai' dengan istilah 'sei'
membuat daerah ini juga sering disebut Sei Uluk Palin, setidaknya nama ini yang
terdapat pada papan nama sekolah dasar negeri yang terdapat di sana.
Nama resmi yang terdaftar pada Pemerintahan Negara Republik Indonesia melalui
Kecamatan Embaloh Hilir dan Desa Nanga Nyabau adalah 'Dusun Sungai Uluk Palin'.
Tetapi pada tulisan ini digunakan nama Sungulo' Palin merujuk pada penyebutan
masyarakat setempat atas wilayah mereka sendiri.
1.2.2. Sejarah Perkembangan Dusun Sungulo' Palin
Sebelum adanya Desa Nanga Nyabau, wilayah Ketumenggungan Sungulo' Palin meliputi
seluruh wilayah yang saat ini menjadi Desa Nanga Nyabau. Dusun Sungulo' Palin
merupakan salah satu dusun yang ada di desa Nanga Nyabau.
Struktur Pemerintahan Ketumenggungan ini merupakan pengaruh dari sistem kolonial
Belanda. Tahun 1909 Pemerintah Kolonial Belanda membuat peraturan mengenai
sistem Pemerintahan Tradisional. Peraturan tersebut diantaranya pemberian gelar
Kepala Adat sebagai Kepala Pemerintahan menjadi Tumenggung.
Pergantian Kepala Adat menjadi Tumenggung tidak mengubah struktur pemerintahan
yang ada, hanya merubah sebutan Kepala Adat menjadi Tumenggung mengikuti sebutan
yang ada di Jawa.
Adanya UU No. 5 Tahun 1979 tentang Pokok Pemerintahan Desa mempengaruhi struktur
pemerintahan adat yang sudah ada. Dampaknya, wilayah Ketumenggungan Sungulo'
Palin menjadi Desa Nanga Nyabau yang dikepalai oleh seorang Kepala Desa. Kampung-kampung
yang ada berubah menjadi enam dusun termasuk Dusun Sungulo' Palin .
Walaupun UU No 5 Tahun 1979 sudah diberlakukan, dalam kenyataannya masyarakat
adat masih mengakui keberadaan pemerintahan secara adat. Jadi disamping ada
struktur pemerintahan desa dan dusun masyarakat masih mengakui adanya struktur
pemerintahan adat yaitu Tumenggung dan 'Tua-Tua Adat', sehingga ada pembagian
tugas, yaitu kepala desa dan kepala dusun mengurusi masalah administrasi pemerintahan,
dan Tumenggung bersama Tua-Tua Adat mengurusi masalah yang berhubungan dengan
adat yang masih kuat dijalankan oleh masayarakat setempat.
Batas adat Dusun Sungulo' Palin
Sesuai leluhur wilayah Sungulo' Palin dan Banua Sio dipisahkan oleh sungai
Suai. Batas ini mengalami perubahan karena adanya Dusun Seluan. Dusun Seluan
inilah yang mengakibatkan wilayah Sungulo' Palin dan Banua Sio mengalami penyempitan.
Menurut penuturan Bapak Tumenggung Bacupa dan Tua-tua Adat, dahulu sungai
Seluan merupakan tempat menuba ikan, sungai Seluan dijadikan tempat menuba ikan
karena jauh dari tempat tinggal dan tempat untuk mandi, cuci dan minum.
Dahulu batas di sebelah Barat sampai di Sungai Suai dimana di Sungai Suai
terdapat orang Palin yang terdesak sampai ke daerah Kapuas. Ini dibuktikan bahwa
sampai sekarang orang Kapuas masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan daerah
Sungulo' Palin.
Gambar 1. Sketsa Wilayah Adat
Sejarah Batas Ulayat
- Tahun 1950-an ada 2 - 3 keluarga yang
berasal dari Dayak Kantu' meminta izin kepada kepala adat Sungulo' Palin untuk
membuka ladang di sekitar sungai Suai. Hal ini seiring dengan usaha kayu yang
sedang meningkat sekitar tahun 1970-an. Pemerintah menganggap pemukiman Seluan
sudah layak dijadikan sebuah Dusun. Sebagian wilayah Dusun Sungulo' Palin dan
Dusun Nyabau "diambil" yaitu untuk dijadikan wilayah tersendiri Dusun Seluan.
-
Usaha untuk menentukan batas wilayah
sudah dilakukan dengan membiarkan dusun Seluan menetapkan batas yang baru, yaitu
dari bukit Loang Asu bukit Paninjaun sampai Sungai Marindang sebagai batas Sungulo'
Palin dan Seluan. Dengan batas inipun dusun Seluan tidak mau terima, padahal
sebenarnya menurut sejarahnya harus sampai sungai Suai, hal ini sudah direlakan
oleh Sungai Ulupalin.
- Usaha "memundurkan batas" ini juga
masih belum diterima Desa Seluan padahal dari Pemerintahan tingkat Kecamatan
Embaloh Hilir sudah menyetujui tinggal mengeluarkan SK dan membuat rintisan
batas.
- Untuk batas dengan dusun-dusun lain
tidak ada masalah karena merupakan satu ketumenggungan dan masyarakatnya saling
mengakui.
- Pada awalnya masalah Seluan muncul dan menjadi serius karena adanya HPH PT.
Bumi Raya Utama (BRU) yang beroperasi di daerah Sungulo' Palin dan Dusun Seluan.
Masalah ini semakin jelas kepermukaan setelah pihak PT. BRU akan melaksanakan
RKT tahun 2000.
Sketsa wilayah afat ds sungulo
1.2.3. Sejarah Peristiwa/Kejadian Penting
Kejadian-kejadian yang terjadi pada masyarakat Sungulo' yang terdokumentasi
pada kegiataan PRA yang mempunyai dampak pada masyarakat Dusun Sungulo' Palin
baik secara langsung maupun tidak langsung adalah peristiwa-peristiwa :
- Pengerasan jalan Dusun Sungulo' Palin
- Nanga Nyabau, pada masa pemerintahan penjajahan Belanda (tahun tidak diketahui).
- Kedatangan misionaris Katholik dari
Belanda pada tahun 1938 untuk menyebarkan agamanya, tetapi kedatangan ini ditolak
oleh masyarakat. Sang Pastor sendiri hanya sampai Bukit Nyala Bintang.
- Perbaikan rumah betang sekitar tahun
1940-an.
- Masyarakat Dayak Kantu' yang sebelumnya
sudah berusaha mencari hasil hutan di sekitar Sungai Seluan meminta izin untuk
diberi hak tinggal di sekitar Sungai Seluan sekitar tahun 1959, masyarakat ini
kemudian berkembang menjadi dusun Seluan yang masuk ke dalam Desa Nanga Awin,
pada perkembangan selanjutnya tidak hanya terdiri dari suku Dayak Kantu' saja
tetapi bercampur dengan masyarakat Dayak lainnya, Melayu dan orang-orang dari
Putussibau. Pada tahun-tahun itu sudah ada beberapa keluarga yang tinggal di
sekitar Sungai Seluan itu.
- Adanya konfrontasi Indonesia dengan
Malaysia pada tahun 1960-an. Atas anjuran pihak tentara (militer) masyarakat
Dusun Sungulo' Palin diminta untuk tidak berladang di tempat yang jauh dari
lokasi rumah betang dengan alasan keamanan, mereka berladang hanya di sekitar
rumah ladang. Pada saat ini juga tentara melakukan penebangan pohon-pohon di
depan rumah betang sampai ke Sungai Nyabau yang sebelumnya tertutup dengan pohon
yang cukup rapat.
- Dibangun Sekolah Dasar swasta tahun
1969.
- Misionaris Katholik yang sebelumnya
ditolak datang, pada tahun 1970 diterima datang untuk menyebarkan agamanya.
- Sekitar awal tahun 70-an mulai datang
wisatawan-wisatawan yang datang untuk melihat pesona budaya rumah panjang (rumah
Betang) tetapi masih sangat jarang karena akses transportasi yang masih sulit.
Wisatawan yang datang makin banyak setelah dibukanya jalan Lintas Utara Putussibau-Badau.
- Tahun ini juga datang seorang peneliti
antropologi dari Inggris Victor T. King yang sedang meneliti masyarakat Dayak
Taman (Maloh).
- Pada tahun 1970-an (tahun pastinya
tidak diketahui) bagian hilir rumah betang rusak, kesulitan mendapat bahan untuk
membangun kembali bagian yang rusak menyebabkan masyarakat mulai membangun Rumah-rumah
Tunggal (yang terpisah dengan rumah Betang) di depannya, sejak saat ini bila
ada pembangunan rumah akibat bertambahnya penduduk, tidak lagi dengan menyambung
rumah Betang yang ada tetapi cenderung membangun rumah-rumah tunggal.
- Sekolah Dasar (swasta) yang ada mulai
rusak dan pada tahun 1977 atas bantuan pemerintah dibangun Sekolah Dasar Negeri.
- Tahun 1978 bangunan SD swasta diubah
fungsi menjadi Balai Desa.
- Pada tahun 1978/1979 juga masyarakat
Dusun Sungulo' Palin terjangkit wabah penyakit Sampar yang menyebabkan kematian
bagi beberapa warganya (jumlah pasti tidak diketahui).
- Tahun 1980 Balai Desa yang bangunannya
diperbaiki dari bangunan SD swasta mulai berfungsi.
- Masuknya perusahan HPH pertama yang
beroperasi di wilayah adat masyarakat Dusun Sungulo' Palin tahun 1981 yaitu
PT. HKU.
- Dibangun Pusat Kesehatan Masyarakat
(Puskesmas) pada tahun 1984.
- Jalan Lintas Utara yang menghubungkan
Ibukota Kabupaten Kapuas Hulu, Putussibau dengan kota yang terdekat dengan perbatasan
Indonesia - Malaysia, Badau, mulai dirintis tahun 1991 dan pengerasannnya (pengaspalan)
sekitar tahun 1995/1996.
- Tahun 1992 Balai Desa rusak dan sampai
sekarang tidak pernah diperbaiki lagi.
- Tahun 1994, Gubernur Kalimantan Barat,
Aspar Aswin datang mengunjungi masyarakat Dusun Sungulo' Palin.
- Tahun 1994 ini juga Dusun Sungulo'
Palin dilewati oleh Tim Ekspedisi Kapuas- Mahakam dari Mapala UI.
- Tahun ini juga mulai berdatangan orang-orang
dari luar yang melakukan penebangan kayu secara liar yang khususnya mencari
kayu meranti di wilayah hutan adat masyarakat Sungulo' Palin.
- Sedangkan tahun 1995/1996 berdatangan
orang-orang yang mencari kayu gaharu yang bernilai sangat tinggi.
- Tahun 1997 masyarakat Dusun Sungulo'
Palin mendapat bantuan untuk perbaikan pagar rumah Betang dan dek.
- Program ABRI Masuk Desa (AMD) berlangsung
juga pada tahun 1997.
- Tahun 1997 ini juga Dusun Sungulo'
Palin dilewati oleh Tim Trans Borneo dari Brunei Darussalam yang melakukan perjalanan
keliling Kalimantan lewat darat dengan kendaran mobil (off-road).
- Tahun 1998 HPH PT. Bumi Raya Utama
datang beroperasi menggantikan PT. HKU yang sempat vakum.
- Tahun 1999 - 2000 Koperasi Mapala bekerjasama
dengan LSM Buana Katulistiwa melakukan program "Mempertahankan warisan budaya
yang masih ada - Rumah Panjang terpanjang se Kalimantan" (partisipasi dalam
pemberdayaan dan pengelolaan sumberdaya alam Dusun Sungulo' Palin, sebagai prototype
).
Peristiwa penting
1.3. Demografi
1.3.1. Penduduk
Kabupaten Kapuas Hulu terdiri dari 141 desa, 4 kelurahan di dalam 23 kecamatan
dengan jumlah penduduk 183.454 jiwa. Jumlah penduduk terbesar terdapat di 4
kecamatan, yaitu Kecamatan Putussibau, Silat Hilir, Kedamin, dan Kecamatan Selimbau.
Sedangkan jumlah penduduk yang paling kecil terdapat di Kecamatan Empanang.
Namun bila dilihat dari kepadatan penduduknya maka wilayah yang padat terdapat
di 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Embau dan Kecamatan Hulu Gurung dan yang paling
rendah tingkat kepadatannya adalah Kecamatan Embaloh Hulu dan Kecamatan Kedamin.
Tabel 1. Luas Wilayah, Jumlah dan Kepadatan Penduduk Kabupaten Kapuas
Hulu 1997
| NO |
KECAMATAN |
JUMLAH DESA/KEL |
LUAS(HA) |
JUMLAH PENDUDUK (JIWA) |
JUMLAH |
KEPADATAN (Jiwa/km2) |
SEX RATIO |
| Lk |
Pr |
| 1 |
Silat Hilir |
9 |
1.177,00 |
6,813 |
6,822 |
13,635 |
12 |
100,13 |
| 2 |
Silat Hulu |
6 |
1.061,80 |
4,664 |
4,565 |
9,229 |
9 |
102,17 |
| 3 |
Bunut Hulu |
5 |
1.118,14 |
4,360 |
4,210 |
8,570 |
8 |
103,56 |
| 4 |
Mentebah |
5 |
781,26 |
2,941 |
3,935 |
6,876 |
9 |
74,74 |
| 5 |
Manday |
6 |
1.069,00 |
3,803 |
3,937 |
7,776 |
7 |
95,72 |
| 6 |
Kalis |
5 |
1.184,00 |
3,545 |
3,399 |
6,944 |
6 |
104,30 |
| 7 |
Putussibau |
6/2 |
4.122,00 |
7,524 |
7,293 |
14,817 |
4 |
103,17 |
| 8 |
Kedamin |
9/2 |
5.352,30 |
6,697 |
6,391 |
13,088 |
2 |
104,17 |
| 9 |
Embaloh Hilir |
6 |
1.869,10 |
4,691 |
4,529 |
9,220 |
5 |
104,79 |
| 10 |
Bunut Hilir |
5 |
844,10 |
4,462 |
4,619 |
9,081 |
11 |
103,58 |
| 11 |
Boyan Tanjung |
5 |
824,00 |
2,882 |
2,726 |
5,608 |
7 |
96,60 |
| 12 |
Embau |
6 |
422,50 |
4,695 |
4,983 |
9,678 |
23 |
105,72 |
| 13 |
Batu Datu |
5 |
531,20 |
4,220 |
4,107 |
8,327 |
16 |
94,22 |
| 14 |
Hulu Gurung |
8 |
432,90 |
4,995 |
4,558 |
9,553 |
22 |
102,75 |
| 15 |
Selimbau |
8 |
999,24 |
5,922 |
5,826 |
11,748 |
12 |
109,59 |
| 16 |
Seberuang |
7 |
573,80 |
4,098 |
2,994 |
7,092 |
12 |
101,65 |
| 17 |
Semitau |
5 |
562,70 |
2,857 |
2,860 |
5,717 |
10 |
136,87 |
| 18 |
Suhaid |
5 |
620,56 |
3,549 |
3,501 |
7,050 |
11 |
99,90 |
| 19 |
Empanang |
5 |
357,25 |
1,288 |
1,303 |
2,591 |
7 |
101,37 |
| 20 |
P. Kencana |
4 |
446,00 |
1,542 |
1,472 |
3,014 |
7 |
98,85 |
| 21 |
Badau |
6 |
700,00 |
1,937 |
1,943 |
3,880 |
6 |
104,76 |
| 22 |
Batang Lupar |
7 |
1.332,90 |
2,310 |
2,381 |
4,691 |
4 |
97,02 |
| 23 |
Embaloh Hulu |
8 |
3.457,60 |
2,565 |
2,704 |
5,269 |
2 |
94,86 |
| |
KAPUAS HULU |
141/4 |
29.842,00 |
92,360 |
91,094 |
183,454 |
6 |
101,39 |
Sumber : Kabupaten Kapuas Hulu Dalam Angka, 1997
Kecamatan Embaloh Hilir dengan jumlah penduduk 9.220 jiwa adalah kecamatan
dimana Dusun Sungulo' Palin Desa Nanga Nyabau (wilayah kegiatan) terdapat. Jumlah
penduduk di Dusun Sungulo' Palin sampai dengan bulan Desember 1999 adalah 415
jiwa, sedangkan sampai akhir bulan Januari 2000 tercatat 417 jiwa dengan perincian
219 jiwa laki-laki (52,52 %) dan 198 jiwa adalah perempuan (47,48 %).
Tabel 2. Jumlah Penduduk Dusun Sungulo' Palin Tahun 1999
| Bulan |
Jumlah Penduduk (jiwa) |
| Laki-laki |
Perempuan |
Total |
| Januari |
216 |
190 |
406 |
| Februari |
216 |
190 |
406 |
| Maret |
216 |
193 |
409 |
| April |
216 |
193 |
409 |
| Mei |
215 |
193 |
408 |
| Juni |
215 |
193 |
408 |
| Juli |
216 |
193 |
409 |
| Agustus |
217 |
193 |
410 |
| September |
216 |
193 |
409 |
| Oktober |
217 |
195 |
412 |
| Nopember |
217 |
196 |
413 |
| Desember |
217 |
198 |
415 |
Sumber : Catatan Kepala Dusun Sungulo' Palin Tahun 1999
Sedangkan untuk tingkat desa, yaitu Desa Nanga Nyabau jumlah penduduk yang
tercatat (September, 1999) adalah 1749 jiwa, dengan perincian 828 jiwa laki-laki
dan 921 jiwa adalah perempuan.
Tabel 3. Jumlah Penduduk Desa Nanga Nyabau Tahun 1999
| Jumlah Penduduk (jiwa) |
| Laki-laki |
Perempuan |
Total |
| 828 |
921 |
1749 |
Sumber : Catatan Kepala Dusun Sungulo' Palin Tahun 1999
1.3.2. Luas Wilayah
Luas wilayah Kabupaten Kapuas Hulu 29.842 Ha. Kecamatan yang paling luas wilayahnya
adalah Kecamatan Kedamin dan Kecamatan Putussibau, sedangkan yang paling kecil
luas wilayahnya adalah Kecamatan Empanang.
Kecamatan Embaloh Hilir memiliki luas 1.869,10 ha, sedangkan wilayah Dusun
Sungulo' Palin yang masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Embaloh Hilir
memiliki luas 3,3 Ha atau 0,176 % dari luas kecamatan.
1.3.3. Mata Pencaharian Penduduk
Pada umumnya mata pencaharian penduduk di Kabupaten Kapuas Hulu adalah dalam
bidang pertanian termasuk di dalamnya perkebunan. Begitu pula halnya dengan
Dusun Sungulo' Palin penduduknya lebih banyak bermata pencaharian sebagai petani/petani
ladang.
Diskusikan artikel/tulisan ini dalam forum. (0 entri)
|