Depan arrow Artikel arrow Makalah arrow Geografi dan Kehidupan Keseharian - 1
Geografi dan Kehidupan Keseharian - 1 Cetak E-mail
Oleh Reginald Golledge   

Banyak ahli geografi mengajarkan dan terus mencari konsep yang relevan atas kehidupan sehari-hari. Pengetahuan geografi ini penting untuk memahami apa saja yang kita kerjakan setiap hari atau pada saat-saat tertentu, dan bagaimana kegiatan rutin sehari-hari (seperti berangkat ke tempat kerja/sekolah) mempengaruhi lingkungan sekeliling kita (misalnya kemacetan, atau polusi udara yang memberi sumbangan pada pemanasan global). Penekanan ini membawa kegiatan sehari-hari pada konteks yang lebih besar - terutama konteks keruangan - sehingga meningkatkan kesadaran kita pada kegiatan dan kehidupan pribadi, dan konteks sosio-spatial mulai dari skala kecil (lingkungan tempat tinggal) sampai skala besar (global). Kita sering beranggapan bahwa kita tidak perlu mempelajari geografi karena toh kita sudah "tahu". Praktisi geografi yang naif menganggap "Geografi lebih banyak merupakan pengetahuan umum" - mereka bahkan menunjukkan bahwa pengetahuan geografi mereka yang naif adalah salah atau sangat tidak lengkap (lihat saja kuis-kuis yang banyak di televisi seperti "Kuis Siapa Berani" atau "Who Wants to be a Millionaire"). Banyak orang tidak ingin mempercayai bahwa mereka harus mengetahui konsep geografi seperti lokasi, pengenalan tempat, penghitungan jarak, persebaran dan konteks regional. Untuk menggambarkan kelemahan keadaan ini, penulis akan memberikan contoh yang menunjukkan bahwa ternyata masyarakat menerapkan geografi - bahkan jika mereka tidak tahu bahwa mereka melakukannya. Berikut adalah daftar kegiatan yang kita semua lakukan.

Hal-hal berbau geografis yang anda lakukan :

  1. Memilih di mana anda tinggal.
  2. Memilih bagaimana atau lewat mana anda pergi ke tempat kerja.
  3. Mencari di mana pasar, supermarket, pertokoan, dokter atau sekolah terdekat.
  4. Memilih tempat berlibur dan bagaimana cara pergi ke sana.
  5. Memahami perubahan lingkungan lokal dan global sehingga mempengaruhi jenis pakaian apa yang anda akan bawa/beli jika anda akan mengunjungi suatu tempat.
  6. Pada sebuah perjalanan yang panjang dengan kendaraan sendiri, memperkirakan di mana kota yang cukup besar sehingga anda akan bisa mencari penginapan untuk beristirahat.
  7. Mengetahui dimana restoran masakan etnis/negara tertentu berada dalam sebuah kota.
  8. Mengetahui lokasi yang disebutkan pada siaran berita baik nasional maupun internasional.
  9. Menyiapkan materi-materi yang dibutuhkan untuk pergi ke suatu tempat (nasional maupun internasional) misalnya untuk pekerjaan.
  10. Berjalan-jalan di sekitar rumah dan kembali dengan selamat.
  11. Mencari mobil anda di tempat parkir.
  12. Berjalan di rumah anda dalam keadaan gelap - misalnya karena mati listrik - tanpa menabrak perabotan atau tembok.
  13. Mencari jalan kembali ke hotel di kota yang baru pertama kali anda kunjungi.
  14. Mencari di mana tempat rekreasi.
  15. Memilih tim olahraga (sepakbola, basket) yang anda sukai.
  16. Memilih koran yang akan anda beli.
  17. Mengerti akan interaksi internasional dan aliran barang yang membuat barang konsumsi anda tetap segar di toko langganan anda.
  18. Mengetahui apakah Padang lebih utara atau selatan dibandingkan Samarinda.
  19. Mengerti mengapa sulit membangun rumah di tempat berlereng dengan tanah yang tidak stabil.
  20. Bertanya-tanya kenapa orang tetap saja tinggal di tempat yang sering kebanjiran, kebakaran, gempa bumi, emisi listrik tegangan tinggi atau terkena polusi industri.

Penulis mencoba menjabarkan beberapa konsep geografi dan konsep spatial dari daftar di atas menjadi sebagai berikut :

  1. Masalah Lokasi : Di mana saya parkir ? Mungkin ini pertanyaan yang paling sering (dan menjengkelkan) dijumpai dan merupakan salah satu pengenalan lokasi - hal mendasar dalam geografi.Geografi adalah ilmu yang menekankan pada lokasi dan tempat. Mempelajari pola kota-kota di Jawa Tengah, perladangan di Kalimantan, pertambangan emas di Afrika Selatan atau sumber berjangkitnya penyakit di Jakarta secara esensi sama dengan mencari lokasi sekolah untuk anak anda, toko, tempat rekreasi, masjid, gereja, dan restoran. Kita menyerap informasi ini secara visual dari siaran berita televisi atau iklan, kita mendapatkan deskripsi tertulis dari koran, jurnal, majalah, kita mendengar lewat siaran radio, atau mungkin mendapatkan informasi itu dari teman, tetangga atau karena melihat langsung saat melewati tempat-tempat itu. Informasi yang kita serap tentang tempat dan lokasinya itu geografis - merujuk pada suatu tempat. Saat kita terlibat percakapan tentang suatu peristiwa yang sedang hangat, kita mengutip informasi yang diambil dari memori otak kita, atau yang sudah diolah dengan proses informasi spatial. Ini membutuhkan integrasi dari sejumlah informasi spatial yang berbeda sehingga memberikan pengertian yang lebih baik atas suatu masalah. Jadi, dimana anda parkir tadi ? Apakah dekat dengan tanda tertentu ? Apakah di blok atau lantai tertentu ? Apakah dekat dengan pintu masuk tempat parkir ? Apakah menghadap jalan atau menghadap gedung ? Apakah dekat atau jauh dengan pintu masuk gedung ? Dari mana anda masuk ke gedung tersebut ? Dari mana keluarnya ? Untuk menjawab pertanyaan ini melibatkan pencarian pada "mental map" yang sudah terbentuk dari pengalaman anda atau dari yang anda lihat. Dan apa yang lebih simbolis pada pemikiran geografis dari pada membuat (pada memori anda) dan menggunakan peta untuk memecahkan masalah lokasi anda ? Fakta sederhana ini mengubah dunia teknologi informasi. Informasi menjadi ber-"georeferensi" pada derajat yang terus meningkat: mempelajari sifat keruangan inilah yang merupakan jantung dari Ilmu Informasi Geografis, dan teknologi SIG/GIS menggunakan metafora geografis dan keruangan sebagai antarmuka dan mesin pencari atas data yang bisa diakses secara digital.

  2. Meng-overlay sejumlah informasi : Mencari tempat untuk tinggal adalah hal yang diperlukan semua orang. Keterlibatan geografi menjadi sangat penting dalam hal ini. Di mana anda mencari ? Dalam konteks hubungan lokasional antara tempat tinggal dan tempat kerja, geograf mendapatkan bahwa kedekatan spatial ke tempat kerja sangat mempengaruhi dalam pengambilan keputusan, selebihnya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, sosial dan hambatan lainnya. "Ketidakcocokan spatial" terjadi jika seseorang harus tinggal jauh dari tempat dia kerja - misalnya seseorang harus tinggal jauh dipinggir atau bahkan di luar kota karena tidak mampu menyewa atau membeli rumah yang dekat dengan tempat kerjanya. Bahkan keadilan sosial didasarkan atas konsep geografis dan informasi geografis.

    Di Amerika Serikat, jika kita ingin mencari tempat tinggal, agen dari perumahan akan bertindak sebagai perantara yang membantu memberikan beberapa alternatif (untuk disewa atau dibeli). Mereka mempelajari ekonomi, sosial, budaya, usia, pendapatan dan karakteristik keluarga calon pembeli dan mencocokkannya dengan kualitas rumah dan karakteristik lingkungan. Tetapi jika kita lihat lagi, ada sejumlah paradoks geografis yang menarik. Misalnya, harga tanah di sebagian besar daerah yang terletak di pusat kota sangat tinggi karena lokasinya dan kemudahannya mencapai daerah lainnya di kota tersebut. Tetapi ternyata bagian pusat kota lebih banyak dihuni oleh penduduk yang berpendapatan sedikit. Mereka rela tinggal di areal tempat tinggal yang sempit dan berdesak-desakan beberapa keluarga (pada suatu apartemen atau rumah). Paradoksnya - seperti dinyatakan oleh ilmuwan regional William Alonso sekitar lima puluh tahun yang lalu - adalah di banyak kota penduduk yang berpendapatan sedikit menempati daerah yang paling mahal dan terpaksa menggunakan sedikit tempat dengan basis perkapita, sehingga menyebabkan kepadatan penduduk yang tinggi di bagian itu, sedangkan penduduk yang berpendapatan tinggi tinggal di daerah yang lebih murah ke arah pinggir kota tetapi lebih luas, sehingga kepadatan penduduk di daerah itu (pinggir kota) menjadi lebih rendah dibanding di pusat kota. Hasilnya adalah "gradien kepadatan" penduduk menurut jarak dari pusat kota (Gambar 1) dan satu dari generalisasi yang banyak digunakan oleh para geograf tentang fenomena distribusi spatial - bahwa kejadian dari banyak hubungan menunjukkan pengurangan menurut jarak atau penurunan frekuensi atas jarak dari pusatnya. Generalisasi ini juga berlaku pada frekuensi migrasi, panggilan/penggunaan telepon, dan banyak kegiatan lainnya.

    Hasilnya adalah kepadatan penduduk yang tinggi di bagian paling tengah kota dan kepadatan rendah di pinggir kota - fakta yang mudah diamati dari kehidupan sehari-hari tetapi kita tidak sadar bahwa itu termasuk geografi. Geograf atau ahli geografi, mencoba memahami lingkungan kota dan membakukan "pengetahuan umum" ini dengan membangun teori dan membuat kebijakan darinya. Dengan demikian, kejadian sehari-hari yang "kita semua tahu", tetapi membutuhkan pengetahuan yang formal untuk menyatakan dan mempengaruhi kebijakan kota, mencapai kelengkapan dengan menanyakan pertanyaan geografi sederhana - di mana orang tinggal dan mengapa di sana ?

  3. Di mana saya ? Mengetahui di mana anda berada sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, tidak mengetahui di mana anda berada berarti anda tersesat. Seorang penglaju yang menggunakan KRL mungkin tidak akan begitu peduli di mana dia berada saat dalam perjalanan. Tetapi lupa akan sebuah penanda yang menjadi petunjuk lokasi secara absolut atau relatif di mana dia berada akan membuat perjalanannya menjadi kacau - misalnya terlewat atau mungkin belum sampai tetapi sudah turun - dan memaksa untuk mencari tahu lagi untuk mencapai tujuan. Contoh lainnya, mengetahui di mana anda berada, mencari arah ke tempat fasilitas umum, memilih aktivitas (misalnya, daerah/bank/toko mana yang harus dikunjungi), kegiatan sosial (misalnya, Apakah sekarang lebih dekat ke rumah teman atau ke bioskop ?), atau kegiatan lainnya baik sudah atau belum direncanakan yang bergantung pada pengetahuan anda atas lokasi anda berada. Berapa kali anda lebih memilih sesuatu yang lebih dekat dari pada yang anda inginkan ? (misalnya, "Saya ingin masakan Padang, tetapi sangat jauh dan di dekat sini ada pecel lele"). Pada dasarnya, jika anda tahu di mana anda berada, dan di mana yang lainnya berada, anda bisa membangun geografi dengan prinsip yang sama anda gunakan untuk memahami distribusi global. Jika anda tidak mengetahui di mana anda berada - pemahaman geografi anda rendah - mungkin anda akan stres dan harus mencari informasi geografis yang disebutkan dalam perspektif keruangan (misalnya mencari arah mata angin, barat, utara, timur, selatan, atau memahami geometri dan geografi jaringan jalan sebuah kota). Geografi membuat orang mengerti di mana mereka berada dalam hubungannya dengan tempat atau obyek lain. Sebuah bangunan atau penanda tempat merupakan bagian dari pemahaman geografis ini, pemahaman atas lingkungan secara umum, misalnya pemahaman atas struktur jaringan jalan atau jenis penggunaan tanah. Secara alami kita bisa mengerti hal-hal tersebut, tetapi pendidikan geografi mengajarkan bagaimana konsep dan struktur informasi tersebut akan menjadi pengetahuan yang bermanfaat.

  4. Mengantar anak anda ke sekolah : Memahami lingkungan sekitar tempat tinggal anda adalah sesuatu yang harus anda lakukan. Sangat penting untuk mencari jalan pulang ke rumah, mencari toko, warung, masjid atau gereja yang dekat. Juga merupakan hal yang sangat penting untuk pembelajaran anak anda untuk memastikan keamanan mereka. "Mengetahui" daerah sekitar anda berarti anda mengetahui di mana segala sesuatu berada, dan inilah geografi ! Anda harus mengetahui pengetahuan geografi ini sehingga anda bisa menentukan rute yang aman bagi anak anda berangkat ke sekolah (atau mengetahui jalur angkutan umumnya). Mengetahui tempat mana yang harus dihindari (misalnya ada anjing galak, ada penggalian kabel atau pipa, tempat sampah dan sebagainya) sama pentingnya dengan mengetahui tempat apa yang harus atau sering anda kunjungi. Kebanyakan orang tidak sadar bahwa mereka mempelajari lokasi obyek, karakteristik sesuatu menurut tempat, struktur jaringan, arah dan jarak antar tempat, pengelompokan keruangan, wilayah dan konsep dasar geografi lainnya dalam kehidupan keseharian mereka. Berapa kali kita mendengar orang menyatakan bahwa mereka tidak "menyukai" atau tidak mengetahui geografi, tetapi sekaligus mereka sangat akurat memberikan informasi misalnya rute ke rumah mereka atau ke suatu tempat ? Geograf saat ini mengandalkan pada konsep spatial yang melandasi pengalaman sehari-hari untuk lebih memahami dunia pada skala yang berbeda.

Contoh-contoh di atas barulah sebagian dan bisa terus ditambah. Seseorang yang memilih rumah baru, atau pengembang mencari lokasi baru untuk membangun perbelanjaan, sebenarnya menggunakan Sistem Informasi Geografis sendiri dalam pikiran mereka dengan "meng-overlay" mental map atau peta sesungguhnya dari karakteristik fisik (lereng, drainase, jenis tanah, vegetasi) dengan karakteristik sosial-ekonomi-budaya (harga tanah, demografi, etnis, pendapatan, asal budaya, dan sebagainya), karakteristik lingkungan (polusi udara, tingkat kebisingan) dan aksesibilitas (layanan angkutan umum, kedekatan dengan jalan utama) dan sebagainya untuk membantu memilih lokasi optimal. Masyarakat yang tinggal di tempat yang sering terkena bencana, mengetahui adanya bencana itu tersebut tetapi mereka percaya pada kemungkinan subyektif terjadinya bencana tersebut (banjir, kebakaran, angin ribut, gempa, kekeringan tidak terjadi sepanjang masa). Penghuni kota memahami lokasi pusat perbelanjaan dan menggunakan data itu kebutuhannya akan barang dan jasa. Saat ingin bepergian untuk liburan misalnya, orang harus tahu sejauh mana mereka pergi untuk memperkirakan di mana harus mengisi bahan bakar. Orang menggunakan pakaian dengan menyesuaikan dengan pola cuaca dan iklim.

Setiap hari orang memproses informasi geografis dan mempraktekkan geografi. Ada yang bagus dan ada yang tidak. Yang bagus memiliki apa yang disebut "kemampuan spatial tinggi" dan sebaliknya untuk yang tidak. Tujuan geografi sebagai ilmu untuk pembelajaran adalah untuk memberikan cara memperbaiki penggunaan kemampuan spatial manusia dan meningkatkan pemahaman mereka dalam pengenalan dan penggunaan konsep geografi dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Untuk kesimpulan, penulis menyertakan sejumlah pertanyaan yang bisa membantu pemahaman anda atas penggunaan geografi dalam kehidupan keseharian, apakah anda memiliki kemampuan spatial yang "tinggi" atau "rendah". Tidak ada jawaban yang "benar" atau "salah". Isilah dengan jujur dan menurut pengetahuan anda, dan di bagian akhir akan terlihat nilai total kemampuan spatial anda menurut perilaku anda sehari-hari. Jika ingin, anda bisa mengirimkan hasil jawaban ke penulis langsung. Dan jika jawaban yang masuk sudah mencukupi, penulis akan menampilkan hasil dari keseluruhan jawaban yang masuk. Sementara ini, ahli spatial lainnya memberi tahu penulis bahwa lelaki lebih yakin akan kemampuan spatial mereka dibandingkan dengan perempuan, dan orang muda lebih yakin dibanding yang lebih tua.

Skala Penilaian Kemampuan Geografi
Petunjuk pengisian: isi antara 1-5, di mana 5 berarti sangat sesuai/mendekati dengan pertanyaan
1. Saya sangat mahir menggambarkan sehingga orang akan dengan mudah mencari rumah saya.

2. Setelah mengunjungi toko pada sebuah pertokoan besar, saya dengan mudah bisa memberi tahu teman di mana toko tersebut.

3. Saya biasanya menggunakan peta jika pergi berkendara ke tempat yang baru.

4. Setelah pergi ke kota yang baru bagi saya, saya bisa menunjukkan lokasi di mana saya menginap.

5. Saat meninggalkan sebuah gedung, saya selalu tahu harus belok ke mana.

6. Saat bepergian, saya mengambil jalan pintas sesering mungkin.

7. Saya bisa dengan mudah menyebutkan nama propinsi di sekeliling sebuah propinsi.

8. Saya sangat mengingat dengan baik jarak antar kota besar.

9. Saya memiliki "mental map" yang sangat baik atas sekitar tempat tinggal saya.

10. Saya bisa dengan mudah mengingat di mana saya memarkirkan kendaraan di sebuah tempat parkir luar gedung yang luas.

11. Saya tahu lokasi lokasi semua penanda (landmark) utama kota tempat saya tinggal.

12. Saat mendengar atau membaca atau menonton berita dunia pikiran saya sering pindah ke lokasi negara yang disebutkan.

13. Saat merencanakan perjalanan jauh ke luar kota, saya mempunyai pemahaman yang baik atas lokasi geografis relatif antara kota awal dan tujuan.

14. Saya bisa mengenali dengan baik sebuah obyek pada foto udara.

15. Saya bisa mengenali dengan baik sebuah landmark dari jendela pesawat udara.

16. Saya jarang tersesat saat berjalan di tempat yang baru.

17. Saya bisa dengan mudah memperkirakan jarak antar kota pada peta.

18. Jika anda pergi ke toko/swalayan yang bukan langganan anda, saya selalu memilih yag terdekat dengan rumah/kantor.

19. Saya selalu menggunakan rute yang sama saat mengantarkan anak ke sekolah.

20. Saya bisa dengan mudah mengingat tata letak sebuah toko dalam pertokoan.

Nilai anda

(Catatan: Secara kasar, jika nilai anda antara 20-40 berarti anda memiliki kemampuan spatial yang tinggi; dan bila lebih dari 70 anda memiliki kemampuan spatial yang rendah).

Kirim nilai anda ke penulis (Reginald Golledge)

Nama
Alamat Email
Komentar (mohon dalam Bahasa Inggris)

Hak cipta (c) dimiliki oleh Directions Magazine
Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Tri Agus Prayitno atas seijin Directions Magazine.
Artikel asli : Geography and Everyday Live.

Diskusikan artikel/tulisan ini dalam forum. (0 entri)
 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com