|
Banyak ahli geografi mengajarkan dan terus mencari konsep yang relevan atas
kehidupan sehari-hari. Pengetahuan geografi ini penting untuk memahami apa saja
yang kita kerjakan setiap hari atau pada saat-saat tertentu, dan bagaimana
kegiatan rutin sehari-hari (seperti berangkat ke tempat kerja/sekolah)
mempengaruhi lingkungan sekeliling kita (misalnya kemacetan, atau polusi udara
yang memberi sumbangan pada pemanasan global). Penekanan ini membawa kegiatan
sehari-hari pada konteks yang lebih besar - terutama konteks keruangan -
sehingga meningkatkan kesadaran kita pada kegiatan dan kehidupan pribadi, dan
konteks sosio-spatial mulai dari skala kecil (lingkungan tempat tinggal) sampai
skala besar (global). Kita sering beranggapan bahwa kita tidak perlu mempelajari
geografi karena toh kita sudah "tahu". Praktisi geografi yang naif
menganggap "Geografi lebih banyak merupakan pengetahuan umum" - mereka
bahkan menunjukkan bahwa pengetahuan geografi mereka yang naif adalah salah atau
sangat tidak lengkap (lihat saja kuis-kuis yang banyak di televisi seperti
"Kuis Siapa Berani" atau "Who
Wants to be a Millionaire"). Banyak orang tidak ingin mempercayai bahwa
mereka harus mengetahui konsep geografi seperti lokasi, pengenalan tempat,
penghitungan jarak, persebaran dan konteks regional. Untuk menggambarkan
kelemahan keadaan ini, penulis akan memberikan contoh yang menunjukkan bahwa
ternyata masyarakat menerapkan geografi - bahkan jika mereka tidak tahu bahwa
mereka melakukannya. Berikut adalah daftar kegiatan yang kita semua lakukan.
Hal-hal berbau geografis yang anda lakukan :
- Memilih di mana anda tinggal.
- Memilih bagaimana atau lewat mana anda pergi ke tempat
kerja.
- Mencari di mana pasar, supermarket, pertokoan, dokter atau sekolah
terdekat.
- Memilih tempat berlibur dan bagaimana cara pergi ke sana.
- Memahami perubahan lingkungan lokal dan global sehingga mempengaruhi jenis
pakaian apa yang anda akan bawa/beli jika anda akan mengunjungi suatu
tempat.
- Pada sebuah perjalanan yang panjang dengan kendaraan sendiri, memperkirakan di mana
kota yang cukup besar sehingga anda akan bisa mencari penginapan untuk
beristirahat.
- Mengetahui dimana restoran masakan etnis/negara tertentu berada dalam sebuah kota.
- Mengetahui lokasi yang disebutkan pada siaran berita baik nasional maupun
internasional.
- Menyiapkan materi-materi yang dibutuhkan untuk pergi ke suatu tempat
(nasional maupun internasional) misalnya untuk pekerjaan.
- Berjalan-jalan di sekitar rumah dan kembali dengan selamat.
- Mencari mobil anda di tempat parkir.
- Berjalan di rumah anda dalam keadaan gelap - misalnya karena mati listrik
- tanpa menabrak perabotan atau tembok.
- Mencari jalan kembali ke hotel di kota yang baru pertama kali anda
kunjungi.
- Mencari di mana tempat rekreasi.
- Memilih tim olahraga (sepakbola, basket) yang anda sukai.
- Memilih koran yang akan anda beli.
- Mengerti akan interaksi internasional dan aliran barang yang membuat
barang konsumsi anda tetap segar di toko langganan anda.
- Mengetahui apakah Padang lebih utara atau selatan dibandingkan Samarinda.
- Mengerti mengapa sulit membangun rumah di tempat berlereng dengan tanah
yang tidak stabil.
- Bertanya-tanya kenapa orang tetap saja tinggal di tempat yang sering
kebanjiran, kebakaran, gempa bumi, emisi listrik tegangan tinggi atau
terkena polusi industri.
Penulis mencoba menjabarkan beberapa konsep geografi dan konsep spatial dari
daftar di atas menjadi sebagai berikut :
Masalah Lokasi : Di mana saya parkir ? Mungkin ini pertanyaan yang
paling sering (dan menjengkelkan) dijumpai dan merupakan salah satu
pengenalan lokasi - hal mendasar dalam geografi.Geografi adalah ilmu yang
menekankan pada lokasi dan tempat. Mempelajari pola kota-kota di Jawa
Tengah, perladangan di Kalimantan, pertambangan emas di Afrika Selatan atau
sumber berjangkitnya penyakit di Jakarta secara esensi sama dengan mencari
lokasi sekolah untuk anak anda, toko, tempat rekreasi, masjid, gereja, dan
restoran. Kita menyerap informasi ini secara visual dari siaran berita
televisi atau iklan, kita mendapatkan deskripsi tertulis dari koran, jurnal,
majalah, kita mendengar lewat siaran radio, atau mungkin mendapatkan
informasi itu dari teman, tetangga atau karena melihat langsung saat
melewati tempat-tempat itu. Informasi yang kita serap tentang tempat dan
lokasinya itu geografis - merujuk pada suatu tempat. Saat kita terlibat
percakapan tentang suatu peristiwa yang sedang hangat, kita mengutip
informasi yang diambil dari memori otak kita, atau yang sudah diolah dengan
proses informasi spatial. Ini membutuhkan integrasi dari sejumlah informasi
spatial yang berbeda sehingga memberikan pengertian yang lebih baik atas
suatu masalah. Jadi, dimana anda parkir tadi ? Apakah dekat dengan tanda
tertentu ? Apakah di blok atau lantai tertentu ? Apakah dekat dengan pintu
masuk tempat parkir ? Apakah menghadap jalan atau menghadap gedung ? Apakah
dekat atau jauh dengan pintu masuk gedung ? Dari mana anda masuk ke gedung
tersebut ? Dari mana keluarnya ? Untuk menjawab pertanyaan ini melibatkan
pencarian pada
"mental map" yang sudah terbentuk dari pengalaman anda atau dari
yang anda lihat. Dan apa yang lebih simbolis pada pemikiran geografis dari
pada membuat (pada memori anda) dan menggunakan peta untuk memecahkan
masalah lokasi anda ? Fakta sederhana ini mengubah dunia teknologi
informasi. Informasi menjadi ber-"georeferensi" pada derajat yang
terus meningkat: mempelajari sifat keruangan inilah yang merupakan jantung
dari Ilmu Informasi Geografis, dan teknologi SIG/GIS menggunakan metafora
geografis dan keruangan sebagai antarmuka dan mesin pencari atas data yang
bisa diakses secara digital.
Meng-overlay sejumlah informasi : Mencari tempat untuk tinggal
adalah hal yang diperlukan semua orang. Keterlibatan geografi menjadi sangat
penting dalam hal ini. Di mana anda mencari ? Dalam konteks hubungan
lokasional antara tempat tinggal dan tempat kerja, geograf mendapatkan bahwa
kedekatan spatial ke tempat kerja sangat mempengaruhi dalam pengambilan
keputusan, selebihnya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, sosial dan hambatan
lainnya. "Ketidakcocokan spatial" terjadi jika seseorang harus
tinggal jauh dari tempat dia kerja - misalnya seseorang harus tinggal jauh
dipinggir atau bahkan di luar kota karena tidak mampu menyewa atau membeli
rumah yang dekat dengan tempat kerjanya. Bahkan keadilan sosial didasarkan
atas konsep geografis dan informasi geografis.
Di Amerika Serikat, jika kita ingin mencari tempat tinggal, agen dari
perumahan akan bertindak sebagai perantara yang membantu memberikan beberapa
alternatif (untuk disewa atau dibeli). Mereka mempelajari ekonomi, sosial,
budaya, usia, pendapatan dan karakteristik keluarga calon pembeli dan
mencocokkannya dengan kualitas rumah dan karakteristik lingkungan. Tetapi
jika kita lihat lagi, ada sejumlah paradoks geografis yang menarik. Misalnya,
harga tanah di sebagian besar daerah yang terletak di pusat kota sangat
tinggi karena lokasinya dan kemudahannya mencapai daerah lainnya di kota
tersebut. Tetapi ternyata bagian pusat kota lebih banyak dihuni oleh
penduduk yang berpendapatan sedikit. Mereka rela tinggal di areal tempat
tinggal yang sempit dan berdesak-desakan beberapa keluarga (pada suatu
apartemen atau rumah). Paradoksnya - seperti dinyatakan oleh ilmuwan
regional William Alonso sekitar lima puluh tahun yang lalu - adalah di
banyak kota penduduk yang berpendapatan sedikit menempati daerah yang paling
mahal dan terpaksa menggunakan sedikit tempat dengan basis perkapita,
sehingga menyebabkan kepadatan penduduk yang tinggi di bagian itu, sedangkan
penduduk yang berpendapatan tinggi tinggal di daerah yang lebih murah ke
arah pinggir kota tetapi lebih luas, sehingga kepadatan penduduk di daerah
itu (pinggir kota) menjadi lebih rendah dibanding di pusat kota. Hasilnya
adalah "gradien kepadatan" penduduk menurut jarak dari pusat kota
(Gambar 1) dan satu dari generalisasi yang banyak digunakan oleh para
geograf tentang fenomena distribusi spatial - bahwa kejadian dari banyak
hubungan menunjukkan pengurangan menurut jarak atau penurunan frekuensi atas
jarak dari pusatnya. Generalisasi ini juga berlaku pada frekuensi migrasi,
panggilan/penggunaan telepon, dan banyak kegiatan lainnya.

Hasilnya adalah kepadatan penduduk yang tinggi di bagian paling tengah
kota dan kepadatan rendah di pinggir kota - fakta yang mudah diamati dari
kehidupan sehari-hari tetapi kita tidak sadar bahwa itu termasuk geografi.
Geograf atau ahli geografi, mencoba memahami lingkungan kota dan membakukan
"pengetahuan umum" ini dengan membangun teori dan membuat
kebijakan darinya. Dengan demikian, kejadian sehari-hari yang "kita
semua tahu", tetapi membutuhkan pengetahuan yang formal untuk
menyatakan dan mempengaruhi kebijakan kota, mencapai kelengkapan dengan
menanyakan pertanyaan geografi sederhana - di mana orang tinggal dan mengapa
di sana ?
Di mana saya ? Mengetahui di mana anda berada sangat penting dalam
kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, tidak mengetahui di mana anda
berada berarti anda tersesat. Seorang penglaju yang menggunakan KRL mungkin
tidak akan begitu peduli di mana dia berada saat dalam perjalanan. Tetapi
lupa akan sebuah penanda yang menjadi petunjuk lokasi secara absolut atau
relatif di mana dia berada akan membuat perjalanannya menjadi kacau -
misalnya terlewat atau mungkin belum sampai tetapi sudah turun - dan memaksa
untuk mencari tahu lagi untuk mencapai tujuan. Contoh lainnya, mengetahui di
mana anda berada, mencari arah ke tempat fasilitas umum, memilih aktivitas
(misalnya, daerah/bank/toko mana yang harus dikunjungi), kegiatan sosial
(misalnya, Apakah sekarang lebih dekat ke rumah teman atau ke bioskop ?),
atau kegiatan lainnya baik sudah atau belum direncanakan yang bergantung
pada pengetahuan anda atas lokasi anda berada. Berapa kali anda lebih
memilih sesuatu yang lebih dekat dari pada yang anda inginkan ? (misalnya,
"Saya ingin masakan Padang, tetapi sangat jauh dan di dekat sini ada
pecel lele"). Pada dasarnya, jika anda tahu di mana anda berada,
dan di mana yang lainnya berada, anda bisa membangun geografi dengan
prinsip yang sama anda gunakan untuk memahami distribusi global. Jika anda
tidak mengetahui di mana anda berada - pemahaman geografi anda rendah -
mungkin anda akan stres dan harus mencari informasi geografis yang
disebutkan dalam perspektif keruangan (misalnya mencari arah mata angin,
barat, utara, timur, selatan, atau memahami geometri dan geografi jaringan
jalan sebuah kota). Geografi membuat orang mengerti di mana mereka berada
dalam hubungannya dengan tempat atau obyek lain. Sebuah bangunan atau
penanda tempat merupakan bagian dari pemahaman geografis ini, pemahaman atas
lingkungan secara umum, misalnya pemahaman atas struktur jaringan jalan atau
jenis penggunaan tanah. Secara alami kita bisa mengerti hal-hal tersebut,
tetapi pendidikan geografi mengajarkan bagaimana konsep dan struktur
informasi tersebut akan menjadi pengetahuan yang bermanfaat.
Mengantar anak anda ke sekolah : Memahami lingkungan sekitar tempat
tinggal anda adalah sesuatu yang harus anda lakukan. Sangat penting untuk
mencari jalan pulang ke rumah, mencari toko, warung, masjid atau gereja yang
dekat. Juga merupakan hal yang sangat penting untuk pembelajaran anak anda
untuk memastikan keamanan mereka. "Mengetahui" daerah sekitar anda
berarti anda mengetahui di mana segala sesuatu berada, dan inilah
geografi ! Anda harus mengetahui pengetahuan geografi ini sehingga anda bisa
menentukan rute yang aman bagi anak anda berangkat ke sekolah (atau
mengetahui jalur angkutan umumnya). Mengetahui tempat mana yang harus
dihindari (misalnya ada anjing galak, ada penggalian kabel atau pipa, tempat
sampah dan sebagainya) sama pentingnya dengan mengetahui tempat apa yang
harus atau sering anda kunjungi. Kebanyakan orang tidak sadar bahwa mereka
mempelajari lokasi obyek, karakteristik sesuatu menurut tempat, struktur
jaringan, arah dan jarak antar tempat, pengelompokan keruangan, wilayah dan
konsep dasar geografi lainnya dalam kehidupan keseharian mereka. Berapa kali
kita mendengar orang menyatakan bahwa mereka tidak "menyukai" atau
tidak mengetahui geografi, tetapi sekaligus mereka sangat akurat memberikan
informasi misalnya rute ke rumah mereka atau ke suatu tempat ? Geograf saat
ini mengandalkan pada konsep spatial yang melandasi pengalaman sehari-hari
untuk lebih memahami dunia pada skala yang berbeda.
Contoh-contoh di atas barulah sebagian dan bisa terus ditambah. Seseorang yang
memilih rumah baru, atau pengembang mencari lokasi baru untuk membangun
perbelanjaan, sebenarnya menggunakan Sistem Informasi Geografis sendiri dalam
pikiran mereka dengan "meng-overlay" mental map atau peta
sesungguhnya dari karakteristik fisik (lereng, drainase, jenis tanah, vegetasi)
dengan karakteristik sosial-ekonomi-budaya (harga tanah, demografi, etnis,
pendapatan, asal budaya, dan sebagainya), karakteristik lingkungan (polusi
udara, tingkat kebisingan) dan aksesibilitas (layanan angkutan umum, kedekatan
dengan jalan utama) dan sebagainya untuk membantu memilih lokasi optimal.
Masyarakat yang tinggal di tempat yang sering terkena bencana, mengetahui adanya
bencana itu tersebut tetapi mereka percaya pada kemungkinan subyektif terjadinya
bencana tersebut (banjir, kebakaran, angin ribut, gempa, kekeringan tidak
terjadi sepanjang masa). Penghuni kota memahami lokasi pusat perbelanjaan dan
menggunakan data itu kebutuhannya akan barang dan jasa. Saat ingin bepergian
untuk liburan misalnya, orang harus tahu sejauh mana mereka pergi untuk
memperkirakan di mana harus mengisi bahan bakar. Orang menggunakan pakaian
dengan menyesuaikan dengan pola cuaca dan iklim.
Setiap hari orang memproses informasi geografis dan mempraktekkan geografi.
Ada yang bagus dan ada yang tidak. Yang bagus memiliki apa yang disebut
"kemampuan spatial tinggi" dan sebaliknya untuk yang tidak. Tujuan
geografi sebagai ilmu untuk pembelajaran adalah untuk memberikan cara
memperbaiki penggunaan kemampuan spatial manusia dan meningkatkan pemahaman
mereka dalam pengenalan dan penggunaan konsep geografi dalam kehidupan
sehari-hari mereka.
Untuk kesimpulan, penulis menyertakan sejumlah pertanyaan yang bisa membantu
pemahaman anda atas penggunaan geografi dalam kehidupan keseharian, apakah anda
memiliki kemampuan spatial yang "tinggi" atau "rendah".
Tidak ada jawaban yang "benar" atau "salah". Isilah dengan
jujur dan menurut pengetahuan anda, dan di bagian akhir akan terlihat nilai
total kemampuan spatial anda menurut perilaku anda sehari-hari. Jika ingin, anda
bisa mengirimkan hasil jawaban ke penulis langsung. Dan jika jawaban yang masuk
sudah mencukupi, penulis akan menampilkan hasil dari keseluruhan jawaban yang
masuk. Sementara ini, ahli spatial lainnya memberi tahu penulis bahwa lelaki
lebih yakin akan kemampuan spatial mereka dibandingkan dengan perempuan, dan
orang muda lebih yakin dibanding yang lebih tua.
Hak cipta (c) dimiliki oleh Directions Magazine.
Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Tri Agus Prayitno atas seijin Directions Magazine.
Artikel asli : Geography and Everyday Live.
Diskusikan artikel/tulisan ini dalam forum. (0 entri) |