Depan arrow Artikel arrow Makalah arrow Pemusatan Kawasan Gedung Tinggi Di Jakarta
Pemusatan Kawasan Gedung Tinggi Di Jakarta Cetak E-mail
Oleh Adi Seno   
Daftar Isi
Pemusatan Kawasan Gedung Tinggi Di Jakarta
Batasan
Kapasitas dan Populasi Kota
Kawasan Gedung Tinggi
Peran Perencanaan Perkotaan
Model Struktur Perkotaan
Teori Persebaran
Kawasan Pusat Bisnis
Pendekatan dan Penjabaran
Kondisi Kawasan Gedung Tinggi Jakarta
Pemusatan Gedung Tinggi Jakarta
Kesimpulan

Pemusatan gedung tinggi di Jakarta

Dalam melihat persebaran maka terdapat tujuh kecamatan dengan jumlah gedung di atas tujuh lapis diatas 30 buah gedung. Kecamatan-kecamatan tersebut empat berada di Jakarta Pusat, satu di Jakarta Barat, dua di Jakarta Selatan. Di Jakarta Utara dan Jakarta Timur.

Ketujuh kecamatan yang memiliki jumlah gedung di atas tujuh lapis lebih dari 30 gedung adalah:

Di Jakarta Pusat : Tanah Abang; Menteng; Sawah Besar; Gambir.

Di Jakarta Barat: Grogol Petak

Di Jakarta Selatan: Kebayoran Baru dan Setia Budi.

Menarik untuk dilihat adalah kecamatan Setia Budi di Jakarta Selatan memiliki jumlah gedung sebanyak 97 bangunan. Jika dilihat dari perkembangan kota sejak masa kolonial Belanda, dimana jika mengikuti kajian Sandy bahwa pusat kota berada di kawasan pertokoan dekat kawasan yang dibangun teratur dan terencana, maka pusat kota masa kolonial berada di sekitar Stasiun Kota. Sedangkan dalam kajian ini dimana konsentrasi gedung tinggi menandakan pusat daerah usaha kota, maka dengan demikian telah terjadi pergeseran pusat kota ke arah selatan.

Luasnya persebaran gedung tinggi, walau berada pada kecamatan-kecamatan yang saling berbatasan di tengah-tengah posisi geografis Jakarta, menunjukkan kecendrungan bahwa DKI Jakarta memiliki lebih dari satu pusat kegiatan usaha. Pusat pertama berada di kecamatan Setiabudi, sedangkan pusat kedua di Jakarta Barat di kecamatan Grogol Petak. Pusat ketiga berada di kecamatan Kebayoran Baru.

Di Jakarta Selatan dimana jumlah bangunan tinggi paling banyak, luas bangunan tinggi 37,9 km2. Sedangkan di Jakarta Pusat seluas 18,3 km2. Pada kodya terkecil luas bangunan tinggi, yakni di Jakarta Timur besarnya 20,9 km2. Di Jakarta Utara luas bangunan tinggi adalah 42,8 km2 dan di Jakarta Barat 101,4 km2.

Dalam perbandingan rasio antara luas bangunan tinggi dan luas wilayah, maka terjadi variasi rasio sebagai berikut. Seluruh Jakarta memiliki 202,5 km2 luas bangunan tinggi. Ini artinya jika dibandingkan luas Jakarta maka DKI Jakarta yang 650 km2, maka DKI Jakarta memiliki 31,15 % bangunan tinggi per luas wilayah. Sedangkan Jakarta Selatan perbandingannya adalah 25,8%. Jakarta Pusat sebesar 33,8%. Jakarta Timur 11,7%. Jakarta Utara sebesar 30,5%. Dan Jakarta Barat memiliki 77,4%. Jadi dari data pembagian luas bangunan tinggi dengan luas daerah administrasi kodya maka Jakarta Barat memiliki perbandingan tertinggi. Jakarta Pusat yang memiliki gedung terbanyak memiliki angka perbandingan yang dekat dengan angka untuk keseluruhan DKI Jakarta. Sedangkan yang terkecil adalah di Jakarta Timur.



 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com