|
Halaman 11 dari 12
Pemusatan gedung tinggi di Jakarta
Dalam melihat persebaran maka terdapat tujuh kecamatan dengan jumlah gedung
di atas tujuh lapis diatas 30 buah gedung. Kecamatan-kecamatan tersebut empat
berada di Jakarta Pusat, satu di Jakarta Barat, dua di Jakarta Selatan. Di
Jakarta Utara dan Jakarta Timur.
Ketujuh kecamatan yang memiliki jumlah gedung di atas tujuh lapis lebih
dari 30 gedung adalah:
Di Jakarta Pusat : Tanah Abang; Menteng; Sawah Besar; Gambir.
Di Jakarta Barat: Grogol Petak
Di Jakarta Selatan: Kebayoran Baru dan Setia Budi.
Menarik untuk dilihat adalah kecamatan Setia Budi di Jakarta Selatan memiliki
jumlah gedung sebanyak 97 bangunan. Jika dilihat dari perkembangan kota sejak
masa kolonial Belanda, dimana jika mengikuti kajian Sandy bahwa pusat kota
berada di kawasan pertokoan dekat kawasan yang dibangun teratur dan terencana,
maka pusat kota masa kolonial berada di sekitar Stasiun Kota. Sedangkan dalam
kajian ini dimana konsentrasi gedung tinggi menandakan pusat daerah usaha kota,
maka dengan demikian telah terjadi pergeseran pusat kota ke arah selatan.
Luasnya persebaran gedung tinggi, walau berada pada kecamatan-kecamatan yang
saling berbatasan di tengah-tengah posisi geografis Jakarta, menunjukkan kecendrungan
bahwa DKI Jakarta memiliki lebih dari satu pusat kegiatan usaha. Pusat pertama
berada di kecamatan Setiabudi, sedangkan pusat kedua di Jakarta Barat di kecamatan
Grogol Petak. Pusat ketiga berada di kecamatan Kebayoran Baru.
Di Jakarta Selatan dimana jumlah bangunan tinggi paling banyak, luas bangunan
tinggi 37,9 km2. Sedangkan di Jakarta Pusat seluas 18,3 km2.
Pada kodya terkecil luas bangunan tinggi, yakni di Jakarta Timur besarnya 20,9
km2. Di Jakarta Utara luas bangunan tinggi adalah 42,8 km2
dan di Jakarta Barat 101,4 km2.
Dalam perbandingan rasio antara luas bangunan
tinggi dan luas wilayah, maka terjadi variasi rasio sebagai berikut. Seluruh
Jakarta memiliki 202,5 km2 luas bangunan tinggi. Ini artinya jika
dibandingkan luas Jakarta maka DKI Jakarta yang 650 km2, maka DKI
Jakarta memiliki 31,15 % bangunan tinggi per luas wilayah. Sedangkan Jakarta
Selatan perbandingannya adalah 25,8%. Jakarta Pusat sebesar 33,8%. Jakarta
Timur 11,7%. Jakarta Utara sebesar 30,5%. Dan Jakarta Barat memiliki 77,4%.
Jadi dari data pembagian luas bangunan tinggi dengan luas daerah administrasi
kodya maka Jakarta Barat memiliki perbandingan tertinggi. Jakarta Pusat yang
memiliki gedung terbanyak memiliki angka perbandingan yang dekat dengan angka
untuk keseluruhan DKI Jakarta. Sedangkan yang terkecil adalah di Jakarta Timur.
|