Depan arrow Artikel arrow Makalah arrow Pemusatan Kawasan Gedung Tinggi Di Jakarta
Pemusatan Kawasan Gedung Tinggi Di Jakarta Cetak E-mail
Oleh Adi Seno   
Daftar Isi
Pemusatan Kawasan Gedung Tinggi Di Jakarta
Batasan
Kapasitas dan Populasi Kota
Kawasan Gedung Tinggi
Peran Perencanaan Perkotaan
Model Struktur Perkotaan
Teori Persebaran
Kawasan Pusat Bisnis
Pendekatan dan Penjabaran
Kondisi Kawasan Gedung Tinggi Jakarta
Pemusatan Gedung Tinggi Jakarta
Kesimpulan

PENDEKATAN DAN PENJABARAN

Ulasan mengenai model struktur perkotaan akan menghasilkan suatu asumsi yang dapat digunakan untuk memanfaatkan keterbatasan data perkotaan dalam penentuan salah satu ciri utama perkotaan yakni pusat kota. Ulasan berbagai model struktur kota ini akan dibandingkan dengan pusat kota untuk menentukan model mana yang mendekati temuan pusat kota.

Asumsi dasar dalam kajian ini adalah kawasan dengan konsentrasi gedung tinggi merupakan ciri pusat kota. Penentuan pusat kota akan dilakukan dengan membuat persebaran kawasan gedung tinggi di Jakarta dan melihat pemusatannya terjadi dimana. Dari sini didapat pusat kota.

Dua jenis model utama membedakan berbagai model. Pertama adalah kota dengan satu pusat, dan lainnya kota dengan lebih dari satu pusat. Persebaran gedung tinggi akan menunjukan apakah di Jakarta memiliki satu atau lebih dari satu pusat.

Bahan-bahan yang digunakan dalam kajian pustaka. Khususnya dalam makalah ini adalah ulasan-ulasan teori struktur kota, sebagaimana telah diuraikan di dalam bagian Kapasitas dan Populasi Kota di atas ini. Selain itu juga publikasi dari pemerintah daerah DKI Jakarta, khususnya yang mengenai perencanaan dan pelaksanaan pembangunan fisik kota. Bahan pustaka dapat dilihat pada akhir makalah ini.

Bahan peta yang digunakan dalam makalah ini adalah peta dijital DKI Jakarta. Sumber peta dijital ini dari Dinas Pemetaan DKI. Peta ini digunakan untuk menyajikan batas administrasi DKI Jakarta. Juga untuk menggambarkan persebaran jumlah gedung tinggi berdasarkan kelurahan.

Data yang digunakan adalah data bangunan tinggi yang dikompilasikan Dinas Pengawasan Pembangunan Kota. Data ini merupakan daftar gedung di atas tujuh tingkat. Landasan pendataan dari tujuh tingkat keatas tidak tertera dalam data. Batas waktu pendataan adalah tahun 1972 hingga September 1999.

Data asli bangunan tinggi berupa data dasar yang mencakup ketinggian bangunan, alamat, luas bangunan, pemanfaatan bangunan, dan lainnya. Dalam makalah ini digunakan data jumlah bangunan serta lokasinya sampai pada tingkat kecamatan.


 



 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com