|
Halaman 8 dari 12
Kawasan Pusat Bisnis
Kawasan Pusat Bisnis dianggap sebagai pusat dari
perdagangan dan jasa. Pusat ini bisa hanya satu atau lebih. Batasan pusat usaha
ini menurut beberapa penelitian menunjukan ada yang menyebar luas dan di lain
kota ada yang malah berkurang. Perluasan menuju ke arah pemukiman kelas atas,
sedangkan penurunan luas pusat kota terjadi dengan berubahnya daerah yang mendekati
mintakat industri.
Pusat-pusat kota di negara maju, seperti di Inggris
pada dekade 80an dicirikan dengan keadaan fisik yang buruk, tidak tersedianya
tempat pejalan kaki yang baik, dan ketika malam berubah menjadi gurun tanpa
budaya. Paling utama adalah kawasan ini tidak memiliki mekanisme ekonomi yang
menguntungkan bagi perekonomian lokal. (Hall, 1998). Namun sejak dekade 90an
terjadi perubahan dengan perbaikan fisik dan peningkatan budaya di pusat kota
(Bianchini dan Schwengal, 1991 dalam Hall, 1998).
Penelitian dari Murphy dan Vance untuk kota-kota Amerika Serikat menunjukkan bahwa ada beberapa ciri
KPB. Pertama terdapat toko-toko pengecer utama, memiliki proporsi tertinggi
dalam perkantoran, konsentrasi gedung tinggi, konsentrasi jumlah pejalan kaki
yang tinggi, konsentrasi volume kendaraan, memiliki nilai sewa lahan tertinggi,
dan terakhir selalu mengalami perubahan-perubahan.
Penggunaan lahan di pusat kota menurut berbagai penelitian di Inggris adalah
sebagai berikut:
Grafik 3.

Dari uraian mengenai pusat kegiatan usaha atau KPB
ini asumsi yang dipakai adalah salah satu ciri pusat kota yang diuraikan Murphy
dan Vance, yakni konsentrasi gedung tinggi. Penelitian Murphy dan Vance di Amerika
Utara menyatakan bahwa karakteristik KPB adalah:
- Mengandung toko pengecer
utama. Toko serba ada dan toko-toko spesialis dengan pendapatan tinggi yang
membutuhkan penduduk sekitar yang besar untuk dapat bersaing dalam mendapatkan
lokasi terbaik.
- Mengandung proporsi terbesar dari kantor-kantor utama kota tersebut.
- Konsentrasi gedung-gedung
tertinggi atau pertumbuhan vertikal tertinggi (khususnya untuk kota-kota Amerika
Utara), yang diakibatkan oleh sewa yang tinggi sebagai akibat dari pesaingan
atas tanah.
- Jumlah pejalan kaki tertinggi.
- Konsentrasi jumlah lalu-lintas.
Kota tumbuh pada titik temu jalur-jalur utama komunikasi ke dalam kota.
- Memiliki nilai sewa tanah
tertinggi, termasuk pertemuan garis semu nilai sewa tanah tertinggi (peak land
value intersection)
- Secara tetap mengalami perubahan.
Pusat pertokoan baru, pembangunan gedung yang lebih tinggi lagi dari sebelumnya,
skema lalu-lintas baru diumumkan setiap saat. Berbagai bangunan "baru" berusia
20 tahun sudah dirobohkan untuk dibangun yang lebih baru.
|