|
Pemusatan Kawasan Gedung Tinggi Di Jakarta |
|
|
|
Oleh Adi Seno
|
|
Halaman 7 dari 12
Teori persebaran
Distribusi fenomena spasial umumnya digambarkan dengan titik. Persebaran titik
ini bisa diklasifikasikan dalam dua cara. Pertama adalah persebaran teratur
atau tidak teratur. Kedua persebaran mengelompok, acak dan tidak mengelompok
(lihat gambar 8) .
Gambar 8.
Penentuan persebaran harus memiliki kerangka acuan. Kerangka acuan
adalah batas wilayah persebaran yang akan diteliti. Secara sederhana bisa dilihat
dari kawasan gedung tinggi, jika persebarannya ditinjau dari kerangka jalan
Thamrin-Sudirman, maka mungkin akan nampak persebaran yang teratur dan tidak
mengelompok. Akan tetapi jika kerangka tinjauan diperluas menjadi kotamadya
Jakarta Pusat maka persebarannya akan terlihat mengelompok.
Jumlah titik pun berperan dalam penentuan jenis persebaran. Jika hendak
mendapatkan akurasi tinggi dari jenis persebaran tentu saja kerangka dan jumlah
titik sangat menentukkan. Jadi dalam penentuan secara sederhana persebaran bisa
dilakukan dengan hanya membagi pola persebaran dalam dua ekstrim. Pertama adalah
yang mengelompok dan kedua adalah yang tidak mengelompok.
Jika hanya akan mengetengahkan kedua ekstrim ini maka, jumlah titik dan
kerangkanya bisa tidak terlalu ketat penentuannya. Persebaran bisa dilihat dari
alternatif jumlah titik dalam suatu kerangka acuan tersendiri.
|