Depan arrow Artikel arrow Makalah arrow Pemusatan Kawasan Gedung Tinggi Di Jakarta
Pemusatan Kawasan Gedung Tinggi Di Jakarta Cetak E-mail
Oleh Adi Seno   
Daftar Isi
Pemusatan Kawasan Gedung Tinggi Di Jakarta
Batasan
Kapasitas dan Populasi Kota
Kawasan Gedung Tinggi
Peran Perencanaan Perkotaan
Model Struktur Perkotaan
Teori Persebaran
Kawasan Pusat Bisnis
Pendekatan dan Penjabaran
Kondisi Kawasan Gedung Tinggi Jakarta
Pemusatan Gedung Tinggi Jakarta
Kesimpulan

Teori persebaran

Distribusi fenomena spasial umumnya digambarkan dengan titik. Persebaran titik ini bisa diklasifikasikan dalam dua cara. Pertama adalah persebaran teratur atau tidak teratur. Kedua persebaran mengelompok, acak dan tidak mengelompok (lihat gambar 8) .

Gambar 8.
Klasifikasi Persebaran

Penentuan persebaran harus memiliki kerangka acuan. Kerangka acuan adalah batas wilayah persebaran yang akan diteliti. Secara sederhana bisa dilihat dari kawasan gedung tinggi, jika persebarannya ditinjau dari kerangka jalan Thamrin-Sudirman, maka mungkin akan nampak persebaran yang teratur dan tidak mengelompok. Akan tetapi jika kerangka tinjauan diperluas menjadi kotamadya Jakarta Pusat maka persebarannya akan terlihat mengelompok.

Jumlah titik pun berperan dalam penentuan jenis persebaran. Jika hendak mendapatkan akurasi tinggi dari jenis persebaran tentu saja kerangka dan jumlah titik sangat menentukkan. Jadi dalam penentuan secara sederhana persebaran bisa dilakukan dengan hanya membagi pola persebaran dalam dua ekstrim. Pertama adalah yang mengelompok dan kedua adalah yang tidak mengelompok.

Jika hanya akan mengetengahkan kedua ekstrim ini maka, jumlah titik dan kerangkanya bisa tidak terlalu ketat penentuannya. Persebaran bisa dilihat dari alternatif jumlah titik dalam suatu kerangka acuan tersendiri.



 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com