Depan arrow Artikel arrow Kolom arrow Indonesia: Daerah Tujuan Wisata Bencana
Indonesia: Daerah Tujuan Wisata Bencana Cetak E-mail
Oleh Liberty Krisman   
Rabu, 01 Pebruari 2006
ImageSejak dulu Indonesia dikenal memiliki kekayaan yang luar biasa, baik itu kekayaan alam maupun kekayaan budayanya, yang membuat banyak bangsa di dunia ini yang datang untuk melihat, menikmati, bahkan berusaha untuk menguasainya. Kemudian muncullah para penjajah dari berbagai bangsa bergantian menguasai negeri ini untuk merampas kekayaan yang ada.

Namun selain merampas kekayaan yang ada di Indonesia, para penjajah ini juga melakukan publikasi ke negara asalnya mengenai keadaan Indonesia yang memiliki keanekaragaman kekayaan alam dan budayanya yang bisa menjadi daya tarik untuk dikunjungi.

Setelah Indonesia merdeka dan penjajahan di dunia dianggap tidak manusiawi lagi, maka kunjungan bangsa-bangsa asing ke Indonesia hanya berupa kunjungan wisata dengan tujuan untuk melihat dan menikmati keindahan dari kekayaan alam dan budaya Indonesia. Keindahan pantai hingga ke pegunungan, sawah dan hutan yang luas, beranekaragam tarian dan kerajinan tangan diolah menjadi daya tarik untuk mendatangkan wisatawan dari luar negeri juga yang ada di dalam negeri sendiri untuk berkunjung ke berbagai daerah yang ada di Indonesia. Para wisatawan yang berkunjung ke berbagai daerah tujuan wisata yang di Indonesia bertujuan untuk menikmati sesuai dengan keinginannya, ada yang berwisata pantai, ada yang berwisata budaya, dan lain-lain, sehingga ada beberapa tempat dikenal sebagai daerah tujuan wisata pantai seperti di Bali.

Saat ini terjadi fenomena menarik mengenai daerah tujuan wisata, yaitu daerah yang mengalami bencana alam atau bencana kemanusiaan menjadi daya tarik untuk untuk dikunjungi. Tetapi kunjungan para wisatawan ini bukan bermaksud untuk menikmati daerah tersebut, tapi biasanya hanya untuk lihat-lihat keadaan saja agar bisa menjadi saksi atas bencana yang terjadi, namun ada juga yang melakukan kegiatan kemanusiaan untuk menolong para korban bencana yang ada di daerah tersebut.

Mereka biasanya berkunjung ke daerah bencana setelah mengetahuinya dari media massa, karena bencana yang terjadi merupakan suatu obyek yang tiba-tiba ada, bukan seperti obyek wisata yang sudah ada sehingga bisa ditawarkan atau dipromosikan oleh suatu daerah atau perusahaan jasa perjalanan. Makin besar bencana yang terjadi dan makin gencar pemberitaan media massa, maka makin tinggi daya tarik daerah itu untuk dikunjungi. Bisa dikatakan pemberitaan media massa menjadi media promosi untuk menyebarkan informasi mengenai daerah bencana tersebut.

Di Indonesia fenomena tentang daerah tujuan wisata bencana bisa dimulai dari pusat pariwisata Indonesia yaitu Bali. Bencana Bom Bali I sangat menyita perhatian dunia, karena sebenarnya Bali sudah menjadi tempat wisata yang terkenal di seluruh dunia akan keindahan alam dan budayanya, dan juga banyak dikunjungi oleh wisatawan dari seluruh dunia. Bencana kemanusiaan tersebut merenggut banyak korban jiwa sehingga menimbulkan rasa simpati masyarakat dunia.

Berdatanganlah orang-orang dari seluruh dunia terutama negara yang warga negaranya menjadi korban dalam bencana tersebut dan juga masyarakat Indonesia yang ada di luar Bali untuk datang ke Bali dengan maksud memberikan bantuan kemanusiaan atau sekedar hanya ingin melihat-lihat keadaan yang ada di Bali. Begitu pula ketika Bom Bali II terjadi, namun daya tariknya tidak sebesar dengan Bom Bali I.

Selain itu bencana yang sering menimpa daerah-daerah di Indonesia adalah bencana alam. Gunung meletus, gempa bumi, banjir, tanah longsor merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Bencana alam gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Aceh dan Nias bisa jadi yang paling banyak menarik perhatian dunia internasional. Setelah bencana terjadi, media massa baik nasional dan internasional tak henti-hentinya meliput apa yang terjadi dengan Aceh dan Nias. Liputan yang tak henti-hentinya bagaikan media promosi yang sangat ampuh untuk menarik para calon wisatawan baik dari dalam atau luar negeri untuk berkunjung ke sana.

Milyaran rupiah uang yang akan dibawa oleh para calon wisatawan tersebut yang digunakan untuk melakukan kegiatan mereka selama disana baik yang bersifat kemanusiaan ataupun bukan. Pada saat itu belum ada yang berpikir untuk melayani tamu-tamu yang akan datang tersebut karena masih berpikir bagaimana bisa bertahan hidup, bahkan muncul kecurigaan atas kedatangan mereka tersebut. Bencana alam yang terjadi di Aceh dan Nias menimbulkan kehancuran yang luar biasa tetapi bila dilihat dari sisi ekonomis masuknya dana yang cukup besar baik dari dalam maupun luar negeri yang dibawa para wisatawan ini bisa menjadi motor untuk menjalankan kembali kehidupan yang ada menjadi normal atau bahkan lebih baik bila dikelola dengan benar.

Bencana menimbulkan hal-hal yang negatif pada suatu daerah, tetapi bukan berarti tidak bisa menghasilkan hal yang positif. Dahulu Indonesia bangga sebagai daerah tujuan wisata karena keindahan yang ada, namun apakah Indonesia harus menolak bila dikatakan sebagai daerah tujuan wisata bencana? Itu tergantung bagaimana bangsa ini menyikapinya. Ketika orang melakukan kegiatan wisata sebagian besar pasti ingin melihat keindahan untuk memenuhi keinginan batinnya namun ada juga orang yang berwisata ke daerah yang tertimpa bencana untuk mewujudkan rasa kemanusiaan kepada sesamanya. Bila Indonesia dikatakan sebagai daerah tujuan wisata bencana, maka bangsa ini harus mampu mengakomodir para wisatawan tersebut yang akan datang berkunjung layaknya seperti berkunjung seperti para wisatawan yang berkunjung ke daerah tujuan wisata yang lainnya.

Namun untuk mampu melakukannya kita mesti menjawab pertanyaan di atas; apakah Indonesia harus menolak bila dikatakan daerah tujuan wisata bencana?

Penulis adalah lulusan Departemen Geografi UI, mendalami bidang geografi pariwisata, khususnya di Indonesia.

Komentar
Istilahnya...
Oleh Alamat e-mail dilindungi dari bot spam, anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihat alamat ini pada 2006-02-01 09:51:37
Bang Berti, ini yang disebut Dark Tourism ya? Saya liat di pikiran rakyat.
Bencana yang bagaimana....
Oleh Alamat e-mail dilindungi dari bot spam, anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihat alamat ini pada 2006-02-21 09:17:34
Harus dicermati bahwa wisata bencana terkait dengan dimensi waktu...dan lokasi.. 
 
Karena ketika bencana baru saja terjadi tentunya tidak mungkin kita berwisata kesana..contohnya Pada saat tsunami di Aceh tentunya setelah beberapa waktu baru dapat dijadikan objek wisata bencana dan perlu pengelolaan yang tepat pula..kan masih banyak mayat..lg pula mao tidur dimana?? Bukannya bantuin malah berwisata..aneh kan.. 
jadi ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mendesain sebuah bencana menjadi tujuan wisata, yaitu: 
1. Tragedinya harus mendunia..kalo cuma tragedi kriminal biasa tiap hari juga ada.. 
2. Perlu dikemas dalam bentuk "memoriam" seperti tugu peringatan.. 
3. Menyisakan gambaran asli tentang tragedi yang terjadi.. 
4. Target pasar yang jelas.. 
 
buat bung berti..ane salut ama ente yg konsisten di bidang wisata..
Oleh Acuss pada 2006-02-21 11:16:41
Tapi memang beneran ada Rip, banyak. 
Dg dalih dr NGO, datang ke lokasi, jeprat jepret, pergi. Pengalaman th kemaren, malah kawan yg bener2 bekerja utk tanggap darurat harus dikalahkan oleh turis bencana mancanegara dg 'baju' NGO asing ketika mengantri angkutan keluar dr P. Simeulue. 
Nggak cuma dr luar, artis dan pejabat dalam negeri jg banyak.
KALO PEJABAT EMANG BENER SI...
Oleh Alamat e-mail dilindungi dari bot spam, anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihat alamat ini pada 2006-02-22 06:10:02
Kalo pejabat emang bener cuss... 
ane ngliat n ngerasain sendiri waktu di meulaboh.. 
kita yg matian - matian kerja kalah sama yg berpolitik simpati disana..
hebat euy
Oleh Alamat e-mail dilindungi dari bot spam, anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihat alamat ini pada 2006-02-27 06:57:31
Ucok...hebat euy...ternyata mmg ada 'celah' di antara bencana ya....btw data-data akuratnya ditambah doong cok biar lbh okehh
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com