|
Senin, 30 Mei 2005 |
Siapa bilang kata "lokasi" atau "dimana" bukan magic? Kata-kata itu tak hanya sakti bagi pengembang properti yang haus tanah dengan jargon "lokasi, lokasi, lokasi"-nya, tapi sudah jauh melesat menjadi industri yang mengglobal dan boleh disebut sedang in dewasa ini, mengalahkan industri kimia, industri farmasi, industri pariwisata, industri pertanian. |
|
|
Selasa, 10 Mei 2005 |
Pembangunan perkotaan yang demikian pesat, ternyata telah ikut membuat penderitaan bagi anak-anak. Ruang-ruang di setiap sudut kota digantikan gedung-gedung tinggi atau fasilitas lain yang lebih berorientasi bisnis, sesuai dengan semakin mahalnya harga tanah. Akibatnya, anak-anak ini pun ”tergusur” dari tempat bermainnya. Sampai kapan anak-anak harus dikorbankan? |
|
|
Senin, 11 April 2005 |
SUDAH lama gagasan itu muncul dan selalu dibicarakan dalam setiap ASEAN Tourism Forum (ATF). Destinasi tunggal ASEAN. Bayangkan betapa anggunnya gagasan ini. Sepuluh negara tiba-tiba menjadi sebuah satu kesatuan, tanpa diusik batas administrative, sepuluh negara dipandang hanya menjadi sebuah destinasi (daerah tujuan wisata), bukan lagi sepuluh negara.
|
|
|
Selasa, 29 Maret 2005 |
Ketika seorang petugas imigrasi di Brisbane tahu bahwa saya
peneliti bidang geografi, sambil tersenyum dia mengatakan bahwa nilai
pelajaran geografinya sewaktu SD selalu bagus. Selanjutnya, dia
bertanya dengan aksen Australianya, ”What’s the capital city of Kalimantan?” |
|
|
Senin, 14 Maret 2005 |
AGAKNYA
cukup memprihatinkan jika hingga pada hari ini banyak diantara kita
yang masih berkutat pada pertanyaan “what is it that geographers do?”
dan “why do we need geography?” Bagi saya, hal ini sungguh mengenaskan,
sebab sejak saya menjadi mahasiswa geografi, 16 tahun lalu, pertanyaan
itu sudah ada dan ternyata tidak ada perubahan saat ini. Ataukah
pertanyaan semacam ini memang sesuatu yang tidak akan pernah selesai
dan akan ada terus sampai kapanpun? |
|
|
Jumat, 07 Januari 2005 |
PM Thailand Thaksin Sinawatra telah membuat keputusan yang cukup mengagetkan yaitu memecat Kepala Departemen Meteorologi Thailand Suparerk Tansriratanawong. |
|
|
Kamis, 23 Desember 2004 |
 Berjalanlah ke Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Coba berhenti sejenak di depan Kantor
Kedutaan Besar Australia. Anda akan menemukan sedikit kejanggalan di
sana. Tiba-tiba setelah serangan bom beberapa bulan lalu,
jurisdiksi Australia tiba-tiba saja "bertambah". |
|
|
‹‹ Awal ‹ Sebelumnya 1 2 3 Selanjutnya › Akhir ››
|