Depan arrow Komunitas arrow Forum
Forum Diskusi
 


Kopi "Java", Geografi, Globalisasi
Tanggal: 2005/08/05 12:40 Oleh: Adi Kurnia Status:  
 
Kehebatan china, saya kira ketika mereka tetap kokoh pada garis politik yang monolit, dengan kendali kuat PKC. Demokrasi politik no, demokrasi ekonomi yes, begitu kira-kira. dan saya sepakat Pak Nuzul, ekonomi dibuka dalam kebijakan reformasi yang gradual. Otoriternya politik justru kekuatan, sebab dengan demokrasi ala multi partai di Indonesia juga ternyata bikin implikasi instabilitas juga. China sepertinya paham apa yang mereka butuhkan, dan tegak untuk itu. Kita terus dalam era eksperimentasi politik dan cukup puas jadi subordinat dari segi ekonomis. Implikasinya kita seakan kehilangan "siapa kita", sebab globalisasi mendorong kita terus terpesona pada "siapa mereka". Garis politik/ekonomi luar negeri kita sangat jelas: tak ngeblok ke barat atau timur, AS atau China, walau kita suka ditarik-tarik. Solusinya kita harus banyak tampilkan "siapa kita", yang apa kata Pak Nuzul sebagai ke-Indonesia-an kita. Kita punya "merah putih", kita punya batik, kita punya bahasa, kita punya sumber daya alam, kita punya kebaikan "gotong royong" dan tepa selira. Keindahan atau jati diri yang perlahan meredup, dan bahkan dicaploki oleh bangsa lain. Globalisasi memang menindas hal-hal itu, tujuannya jelas supaya kita terus menjadi subordinat dan dependen. Saya sepakat, ke-Indonesia-an itu harus dibangkitkan. Bravo Indonesia!!
Silakan login dulu untuk mengirim pertanyaan atau tanggapan.


      Topik Penulis Tanggal
    thread link
Kopi "Java", Geografi, Globalisasi
Adi Kurnia 2005/08/05 12:40

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com