Depan arrow Topik arrow Wisata arrow WTO Ingatkan Reaksi Berlebihan Flu Burung akan Merusak Pariwisata
WTO Ingatkan Reaksi Berlebihan Flu Burung akan Merusak Pariwisata Cetak E-mail
Kamis, 27 Oktober 2005
Buana Katulistiwa - World Tourism Organization (WTO) berencana untuk melangsungkan pertemuan dengan para pejabat World Health Organization (WHO) untuk menetapkan langkah bersama menghadapi epidemik flu burung. Menurut mereka, isu ini akan berdampak serius terhadap pariwisata internasional.

"Kami harus meyakinkan bahwa setiap orang tidak dilarang untuk melakukan perjalanan tanpa alasan yang kuat," kata Sekjen WTO Frencesco Frangialli, sebagaimana dilansir dalam siaran pers WTO, Rabu (26/10).

Menurut dia, pemberitaan yang menakut-nakuti turis dapat mengakibatkan penurunan yang tajam kunjungan wisatawan yang akan berpengaruh terhadap ekonomi, khususnya bagi negara-negara berkembang dan penghasilan para pekerja industri ini.

Dia selanjutnya meminta para pemerintah dengan travel advisory mereka dan media massa dengan pemberitaan flu burung untuk bersikap responsif untuk mencegah berulangnya kejadian ketakutan SARS pada tahun 2003. "Kita tahu bahwa epidemik flu burung sangat mungkin terjadi, tapi sejauh ini belum ada diketahui region mana yang akan diserang dan untuk berapa lama. Kita juga tahu berdasarkan pengalaman terakhir dengan SARS bagaimana isu itu telah berdampak sangat mendasar pada pariwisata" kata dia.

Mengenai rencan apertemuan dengan WHO, Frangialli mengatakan, tujuan pertemuan itu adalah untuk membantu industri pariwisata memperoleh informasi yang terbaik dan mempersiapkan langkah-langkah ke depan. "Pesan kami adalah jangan bersikap terlalu berlebihan (overreact) atau panik, tapi pada saat yang sama jangan underestimate permasalahan flu burung ini."

Merekomendasikan kepada para pemerintahan negara-negara dunia untuk mengikuti guidelines manajemen krisis yang sudah dikeluarkan oleh WTO, Frangialli mengatakan bahwa perjalanan internasional akan menjadi settor ekonomi pertama yang diserang jika orang-orang mulai membatalkan liburan mereka akibat ketakutan-ketakutan flu burung.

"Dengan media, kami meminta mereka untuk memonitor perkembangan flu burung dengan hati-hati dan jangan sampai laporan yang dibuat menimbulkan kepanikan yang tidak perlu," kata dia. "Pemerintah hendaknya mengeluarkan travel advisory sebagai pilihan akhir, dan mengalihkan atau melakukan modifikasi anjuran-anjuran perjalanan itu sesuai dengan perkembangan situasi."

Sebagai sektor terbesar dalam ekonomi global, pariwisata internasional telah menghasilkan 622 miliar dolar AS tahun lalu, yang disumbangkan lebih dari 763 juta wisatawan - dan terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan setiap tahun mendekati 6 persen.

Namun pertumbuhan industri ini begitu mudah diserang oleh kejadian semacam epidemik, sebagaimana pernah terjadai dalam kasus SARS, yang mengakibatkan pengurangan kunjungan ke Asia Timur Laut mencapai 9 persen dan ASEAN mencapai 14 persen tahun 2003. (bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com