|
Buana Katulistiwa ? Arab Saudi merupakan salah satu negara di jazirah Arab yang setiap tahunnya didatangi oleh umat Islam dari seluruh pelosok dunia untuk melakukan ibadah Umroh dan Haji. Kedua ibadah inilah yang meningkatkan pemasukan sektor pariwisata Pemerintah Arab Saudi setiap tahunnya. Oleh karena itu, Pemerintah Arab Saudi menghabiskan jutaan dollar AS setiap tahunnya untuk pengembangan pariwisata.
Menurut World Tourism Organization (WTO), Arab Saudi merupakan negara yang memiliki pemasukan terbesar sektor pariwisata di seluruh jazirah Arab. Menurut perkiraan mereka, lebih dari lima juta orang berkunjung ke Arab Saudi dan membelanjakan lebih dari 6 miliar dollar AS.
Penerbangan Arab Saudi saja menerbangkan lebih dari 5,4 juta wisatawan baik secara lokal maupun lintas negara. Wisatawan yang datang ke Arab Saudi diperkirakan mencapai 7,3 juta orang. Menurut laporan, 3,5 juta wisatawan datang untuk Umroh, 1,3 juta wisatawan datang untuk Haji dan 2,5 juta orang untuk perawatan medis atau menghadiri pertemuan.
Sangat jelas, kebanyakan wisatawan berkunjung ke Arab Saudi dikarenakan alasan keagamaan, bukan untuk hiburan maupun berbelanja. Oleh karena itu, dalam rangka pengembangan sektor pariwisata Menteri urusan Haji Arab Saudi, seperti dilansir www.menafn.com baru-baru ini, menyetujui keputusan bersama Mahkamah Kontitusi Pariwisata untuk memberikan ijin kepada perusahaan Umroh berubah menjadi perusahaan pariwisata guna memfasilitasi para jamaah umroh sebagai wisatawan.
Survei terbaru yang dilakukan Institut Penelitian Haji Arab Saudi menunjukkan bahwa 23 persen jamaah Umroh mengatur perjalanan dan akomodasi mereka tenpa melalui perusahaan umroh, hanya 77 persen yang melalui perusahaan Umroh.
Survei tersebut menunjukkan bahwa 75 persen jamaah datang menggunakan pesawat terbang, 15 persen menggunakan jalur darat, dan 9 persen melalui jalur laut. Yang lebih menarik, lebih dari 70 persen jamaah Umroh yang berasal dari 82 negara berbeda tersebut mengatakan bahwa mereka ingin mengunjungi kota-kota lain di Arab Saudi akan tetapi sistem yang berlaku tidak mengijinkannya.
Kebanyakan dari jamaah Umroh sangat mudah mendapatkan visa untuk Umroh, akan tetapi sebagaimana kita ketahui Pemerintah Arab Saudi tidak menawarkan Visa untuk wisatawan. Meskipun demikian, Pangeran Sultan bin Salman, Sekretaris Jenderal Mahkamah Kontitusi Pariwisata mengatakan bahwa Visa untuk Wisatawan kini memasuki tahap akhir untuk disetujui.
Pangeran Sultan mengatakan, bahwa pariwisata merupakan sektor industri yang memerlukan sistem, peraturan serta infrastruktur yang mendukungnya. Sektor pariwisata sangat berperan dalam menurunkan inflasi karena perputaran mata uang tetap berada di Arab Saudi. Selain itu, sektor pariwisata juga menciptakan peluang berkembangnya sektor-sektor ekonomi lainnya.
Meskipun demikian, Pangeran Sultan mengakui bahwa Pariwisata Arab Saudi masih memerlukan manajemen struktur dan organisasi. Yang menjadi hambatan utama dalam pengembangan pariwisata di Arab Saudi adalah kurangnya pemahaman tentang pariwisata yang mengakibatkan konflik di tingkat pemerintahan administratif. Hal ini telah diselidiki oleh Mahkamah Kontitusi Pariwisata Arab Saudi di 13 propinsi.
Apabila Visa untuk Wisatawan berhasil diluncurkan oleh Pemerintah Arab Saudi, maka seluruh dunia akan menjumpai kiblat baru pariwisata di jazirah Arab. Daya tarik kota Jeddah dengan nuansa pegunungannya, serta keindahan Arab Saudi lainnya yang selama ini menjadi misteri kini tidak hanya menjadi milik umat Islam akan tetapi menjadi milik dunia pada umumnya. (db) Powered by AkoComment! |