Depan arrow Topik arrow Wisata arrow Pemasukan Pariwisata Thailand Menurun Akibat Tsunami
Pemasukan Pariwisata Thailand Menurun Akibat Tsunami Cetak E-mail
Senin, 01 Agustus 2005
Buana Katulistiwa ? Juthamas Siriwan, Gubernur Dinas Pariwisata Thailand, menyampaikan bahwa kerugian yang dialami Thailand akibat Tsunami 26 Desember 2004 lalu mencapai 50 Milyar Baht atau sekitar 1,2 juta dollar AS.

"Pada awalnya, perkiraan saya sepanjang tahun ini kerugian yang diderita hanya mencapai 33 Milyar Baht, namun ternyata lebih dari itu,? begitulah yang disampaikan Juthamas dalam sebuah wawancara di kota Bangkok. ?Kerugian yang diderita sektor pariwisata ternyata mencapai 45 hingga 50 Milyar Baht, kemudian ditambah 1 Milyar Baht lagi untuk membangun tempat wisata yang terkena tsunami paling parah,? lebih lanjut Ia jelaskan.

Pemasukan dari hotel, penerbangan, restoran, biro penyelenggara wisata serta pembuat cindera mata di bagian Barat Daya Thailand seperti Phuket, Krabi, Khao Lak dan Phi Phi menurun drastis semenjak terjadinya gempa. Gempa telah memicu terjadinya tsunami yang merusak 6 propinsi di daerah pantai, memakan korban lebih dari 5.400 jiwa yang sebagiannya merupakan wisatawan. Sejak bencana tersebut, pemesanan hotel dan penerbangan di area tersebut menurun sebanyak 70 persen, meskipun upaya evakuasi telah dilakukan, sistem peringatan terhadap tsunami sudah disiapkan, dan pemerintah menyiapkan anggaran lebih dari 750 juta dollar AS untuk rehabilitasi bangunan.

Pemerintah Thailand bulan ini telah memberikan dana tambahan kepada Dinas Pariwisata Thailand sebanyak 2,5 Milyar Baht untuk memulihkan sektor industri penunjang pariwisata yang memberikan 6,4 persen dari 164 Milyar Baht pemasukan Thailand di tahun 2004. Pada awalnya Juthamas meminta dana sebesar 3 Milyar Baht setelah menghabiskan dana tahunannya sebesar 4,6 Milyar Baht untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan pasca tsunami, termasuk menjadi tuan rumah kontes kecantikan Miss Universe 2005. Dana tambahan ini akan digunakan untuk memasarkan negara tersebut sebagai tempat tujuan wisata bagi wisatawan Asia.

Dengan dana tambahan ini, Juthamas mengatakan bahwa Ia akan mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke Thailand sebanyak 12,6 juta orang, bahkan mungkin mencapai target awal pra tsunami yaitu 13,3 juta orang. "Secara realistis, apabila kita tidak berbuat apa-apa jumlah wisatawan tidak akan mencapai 12 juta orang. Akan tetapi dengan mengerahkan pemasaran pada segmen tertentu Saya berharap jumlah tersebut dapat ditingkatkan," begitulah yang dikatakan Juthamas. "Saya akan lebih memfokuskan pemasaran untuk Jepang, Cina, Asia Tenggara, Singapura, Hongkong, dan Malaysia untuk menawarkan liburan akhir pekan yang menyenangkan di Thailand," tambahnya kemudian.

Di tahun 2004, sebanyak 11,68 juta wisatawan berkunjung ke Thailand. Target 12 juta wisatawan tidak tercapai hanya disebabkan terjadinya Tsunami di pekan terakhir. Kenaikan persentasi jumlah wisatawan asing mencapai 2 persen tahun ini, dimana para wisatawan asing mengunjungi bagian lain dari negara Thailand termasuk tempat wisata pantai di Hua Hin serta kota Chiang Mai di bagian utara Thailand.

Juthamas mengatakan, "Apabila Anda hanya melihat prospek jangka pendeknya saja, maka kelihatannya biro penyelenggara wisata, hotel serta penerbangan dalam keadaan terpuruk. Akan tetapi, apabila Anda melihat prospek jangka panjangnya, Anda akan melihat sesuatu yang sangat menjanjikan." Ia menargetkan pada akhir tahun 2005, 60 sampai 70 persen perhotelan telah kembali pulih beriringan dengan kembalinya wisatawan dari Eropa yang berkunjung ke Thailand. (db)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com