|
Buana Katulistiwa-Negara bagian Malaysia kini tengah mempersiapkan studi satelit jutaan dolar AS untuk melacak migrasi penyu. Proyek senilai 1,35 juta dolar AS akan dilakukan di pantai negara bagian Terengganu, sebuah pulau dan pantai eksotis di Malaysia.
Harian The Star, Jum’at mengutip pernyataan Mohamad Jidin Shafee, pejabat eksekutif di Terengganu mengatakan studi ini akan meliputi beberapa jenis penyu, terutama jenis yang sudah mengalami pengurangan jumlah.
“Latihan untuk instalasi transmitter untuk studi migrasi diharapkan akan dilaksanakan pada September ini,” katanya kepada Star.
Terengganu mengadakan studi serupa tahun lalu, dengan memasang transmitter kepada empat penyu untuk mempelajari pergerakan penyu-penyu itu setelah bertelur. Studi ini menunjukkan bahwa penyu-penyu bermigrasi ke Vietnam, Filipina dan Indonesia setelah bertelur di Terengganu, kata Mohamad.
Dalam studi baru, para petugas akan memasang transmitter pada penyu-penyu pada lokasi yag sama yang dipilih tahun lalu, Kemaman, untuk melihat kemana penyu-penyu itu pergi tahun ini.
Para pemerhati lingkungan telah menyerukan terjadinya penurunan dramatis penyu-penyu di Terengganu, dari 10.000 yang tercatat setiap tahun pada tahun 1960-an. Tahun lalu hanya satu penyu berkulit punggung yang kembali, yang dianggap seagai ancaman keberadaan penyu-penyu di Terengganu. Dan untuk pertama kali dalam sejarah, tidak satupun dari jenis spesies lainnya – Olive Ridley dan Hawksbill – yang mendarat pada lokasi kebiasaannya. (bj)
Powered by AkoComment! |