|
Buana Katulistiwa- Satelit multifungsi yang diluncurkan Korea Selatan ke antariksa pada 28 Juli lalu, telah mengirimkan gambar-gambar perdana, menunjukkan bahwa gambar-gambar yang dihasilkan oleh Arirang-2 cukup memadai untuk mencapai objek kecil di permukaan bumi.
Menristek Korsel dan Institut Riset Antariksa Korea (KARI) menerima gambar-gambar dari kamera-kamera beresolusi tinggi dari Arirang-2, tulis berita dari english.hani.co.kr, akhir Agustus lalu.
Foto-foto termasuk Gunung Baekdu, puncak tertinggi di Semenanjung Korea, garis pantai dan bandara Afrika Selatan Cape Town, dan bandara internasional San Francisco.
"Gambar-gambar ini diperoleh lebih cepat dari jadwal, dan kami puas dengan kualitas yang dihasilkan sepanjang uji coba ini," kata Paik Hong-yul, pimpinan KARI, dalam sebuah jumpa pers begitu menerima foto-foto itu.
Arirang-2 mengitari bumi 14,5 kali setiap hari, 685 km di atas permukaan bumi. Kamera dimuat dalam satelit memiliki resolusi satu meter per segi, yang berarti bahwa sebuah area dengan ukuran itu dapat ditampilkan dengan satu pixel. "Dengan melakukan adjustment, kita akan dapat menerima gambar terbaik."
Satelit tertua seperti Arirang-1 dapat mengambil gambar dengan ukuran pixel 6,6 meter persegi. Lee Ju-jin, dari divisi satelit KARI, mengatakan bahwa sebuah bus dapat dikenali dari sebuah foto satelit Gunung Baekdu.
KARI direncanakan untuk menjual foto-foto satelit mulai tahun depan. KARI sendiri telah meneken kontrak dengan berbagai perusahaan di Amerika Serikat, Perancis, dan Timur Tengah. Sebuah foto dengan area 15 km persegi dikenakan biaya 10.000 dolar AS. Satelit sendiri akan beroperasi selama tiga tahun, dan akan menghasilkan keuntungan total 54 juta dolar AS, sesuai dengan prakiraan KARI.
Meskipun durasi operasional Arirang-2 tiga tahun, namun Paik menambahkan bahwa "Arirang-2 dapat hidup di ruang angkasa lebih dari lima tahun." (bj)
Powered by AkoComment! |