|
Buana Katulistiwa- Eropa telah meluncurkan satelit uji coba pertama dari sistem navigasi Galileo senilai 3,8 miliar euro, yang didisain untuk mengimbangi dan mengambil posisi tawar melalui satelit dari sistem navigasi satelit milik AS, GPS.
Setelah sempat ditunda selama dua tahun, akhirnya proyek Galileo itu meluncur saat roket Rusia, Soyuz, membawa satelit GIOVE-A dari pusat peluncuran Rusia di Baikonur, Kazakhstan pada pukul 0519 GMT, Rabu (28/12).
?Ini merupakan misi yang sempurna dalam situasi yang sulit,? kata Jean-Yves Le Gall, Kepala Arianespaces and Starsem, perusahaan Rusia-Eropa yang menyewa roket Soyuz untuk peluncuran ini, kepada AFP yang menghubungi melalui telepon dari Baikonur.
Petugas misi kontrol mengumumkan beberapa jam sebelumnya bahwa satelit telah sukses ditempatkan pada orbit 23.000 km (14.000 mil) dari bumi. Meski begitu, akan membutuhkan lebih dari tujuh jam sebelum misi ini bisa disebut sukses atau gagal, yaitu ketika panel surya satelit dan sistem transmisinya diketahui berfungsi seperti yang diharapkan.
Satelit GIOVE-A - yang merupakan singkatan dari ?Galileo In Orbit Validation Element?, atau juga dalam bahasa Italia berarti nama planet Jupiter, bulan yang ditemukan oleh astronom kenamaan, Galileo ? akan menguji berbagai teknologi termasuk jam atom yang oleh ESA (lembaga antariksa Eropa), disebut ?paling tepat dari yang pernah dikirim ke antariksa?.
Galileo memungkinkan Eropa untuk memperoleh kebebasan strategis, begitu bekerja satelit-satelit ini menjadi sangat dibutuhkan bagi regulasi udara, maritim, dan juga lalu lintas darat.
Peluncuran sedianya dijadwalkan Senin, namun ditunda selama dua hari setelah temuan anomali dalam stasiun solar. Galileo diyakini akan mampu bersaing dengan Global Positioning System (GPS) milik Amerika Serikat, yang sejatinya dibangun untuk keperluan target militer dan positioning.
AS dan Uni Eropa tahun lalu mencari titik temu untuk mengadopsi standar operasi kedua sistem ini, dengan desakan AS bahwa sistem Galileo ini akan menjamin keamanan GPS, yang sangat dibutuhkan bagi militer AS.
Galileo juga akan diharapkan menjaga jaringan GLONASS milik Rusia, yang sama seperti sistem Amerika diawasi oleh operator militer. (ss) Powered by AkoComment! |