Depan arrow Artikel arrow Berita Dunia arrow Negara-negara Muslim Terinspirasi Ikut Eksplorasi Antariksa
Negara-negara Muslim Terinspirasi Ikut Eksplorasi Antariksa Cetak E-mail
Rabu, 26 April 2006
Buana Katulistiwa- Ambisi Malaysia untuk mengirimkan astronot ke antariksa tahun depan memberi inspirasi kepada negara-negara Muslim lainnya untuk memulai upaya eksplorasi antariksa, kata seorang profesor, Rabu (26/4).

Bagaimanapun, seorang Muslim yang melakukan perjalanan antariksa harus menghadapi tantangan relijius seperti posisi berdoa pada grativitas nol dan memastikan makanan mereka sesuai dengan kondisi kebutuhan kebutuhan makan dalam Islam, kata Saiyad Nizamuddin Ahmad, profesor pada salah satu universitas di United Arab Emirates.

"Kami sangat berharap bahwa upaya dari Pemerintah Malaysia akan memberikan inspirasi bagi negara-negara Muslim lainnya untuk melakukan inisiatif bagi eksplorasi antariksa," katanya dalam sebuah konferensi di Kuala Lumpur untuk mendiskusikan ekspedisi antariksa dalam perspektif Islam, sebagaimana dikutip AP.

Satu-satunya Muslim yang telah terbang ke orbit sejauh ini adalah pangeran Arab Saudi Sultan bin Salman, yang berangkat ke antariksa mengunakan pesawat Discovery milik Amerika Serikat (AS) pada tahun 1985, kata Ahmad.

Orang Malaysia kemungkinan menjadi Muslim berikutnya yang berangkat ke antariksa, menyusul rencana pemerintah untuk mengirimkan warganya pada misi keilmuwan pimpinan Rusia ke stasiun antariksa internasional pada Oktober 2007.Tiga dari empat finalis pada program astronot Malaysia itu adalah Muslim, yang seorang lagi adalah Hindu.

Tidaklah begitu jelas bagaimana Pangeran Saudi memecahkan masalah arah kota suci Mekkah, pada saat Discovery melakukan orbit. Mazlan Othman, Direktur Jenderal Lembaga Antariksa Nasional Malaysia, berharap negara-negara Muslim dapat mempertimbangkan kerjasama teknis untuk mengirimkan lebih banyak lagi orang dalam ekspedisi sejenis.

"Negara-negara Muslim sejauh ini belum sanggup untuk mengirimkan astronot mereka karena kami memerlukan kerjasama dengan negara-negara seperti AS, China dan Rusia," kata Mazlan.

Malaysia, yang menjadi pimpinan dari 57 negara Konferensi Islam (OKI) merupakan negara industri yang mengalami banyak kemajuan. Lebih dari 11.000 orang dari 26 juta penduduk negara ini melamar menjadi astronot dengan mengikuti proses seleksi tahun 2003.

Ahmad, profesor universitas, menyebut pendanaan program antariksa bukanlah masalah besar bagi negara-negara kaya, negara-negara produsen minyak Timur Tengah, khususnya bagi negara-negara OKI.

"Dunia Muslim menderita berbagai masalah, khususnya dengan citra yang muncul seperti terorisme," kata Ahmad.

Pejabat memperkirakan program antariksa Malaysia akan menghabiskan dana 25 juta dolar AS, namun hal itu akan dikonversikan dengan kerjasama program pertahanan dengan Rusia dalam pembelian pesawat tempur Sukhoi. (bj)

Komentar
Oleh yoDh4 pada 2006-08-04 22:37:51
kapan indonesia mau mengirimkan astronot ke luar angkasa?? masa kalah am malaysia??
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com