|
Buana Katulistiwa- Pesawat antariksa pertama Eropa ke bulan mengakhiri misi tiga tahunnya, Minggu ini. Pesawat SMART-1 menukik ke dalam kawah gunung yang berbentuk danau yang mereka sebut Danau Excellence pada 1 1/4 mil per detik tepat pada waktunya. Dampaknya ditangkap oleh pengamat di bumi, dan ilmuwan berharap hasil awan debu dan debris dapat mengetahui komposisi geologis situs itu.
"Ya, kami kini di dalam Danau Excellence," kata kepala operasi pesawat antariksa, Octavio Camino disambut tepukan meriah yang memecah di Pusat Kendali Misi Antariksa Eropa di Darmstadt, Jerman. "Kami sudah mendarat."
Seperti dikutip AP, Minggu (3/9), beberapa menit kemudian, sebuah layar video dalam ruang kendali menunjukkan gambar terang dari dampak. Citra infra mereah ditangkap Teleskop Kanada Perancis Hawaii di Mount Kea, Hawaii.
"Ini merupakan misi yang besar dengan sukses besar dan sekarang sudah berakhir," kata Manajer Misi Gerhard Schwehm.
Sepanjang bulan dalam orbit seputar bulan, pesawat melakukan scanning permukaan angkasa dari orbit dan mengambil gambar-gambar dengan resolusi tinggi. Namun misi terpenting adalah melakukan pengujian baru, secara efisien, sistem propulsi ion, yang diharapkan para pejabat digunakan untuk misi interplanet masa depan, termasuk misi BepiColombo ke Mercury yang diharapkan dilakukan 2013.
SMART-1 diluncurkan ke orbit bumi melalui roket Ariane-5 dari Kourou, French Guiana, pada September 2003. Pesawat ini menggunakan mesin ion untuk memperlambat peningkatan orbitnya selama 14 bulan hingga mencapai gravitasi bulan.
Mesin, yang menggunakan listrik dari panel matahari pesawat menghasilkan arus pertukaran partikel yang disebut ion, yang membangkitkan sedikit dorongan namun hanya memerlukan 176 pounds bahan bakar xenon.
Spektrometer sinar X dan infra merah pesawat membawa informasi mengenai geologi bulan yang diharapkan ilmuan akan menambah pengetahuan mereka mengenai bagaimana bentuk permukaan bulan dan menguji teori mengenai bagaimana asal mula keberadaan bulan.(ss)
Powered by AkoComment! |