|
Buana Katulistiwa - Sebagai bagian penting dari ambisi mereka untuk memanfaatkan pemanfaatan antariksa bagi pertahanan, India memulai membangun kerjasama dengan Rusia sebagai bagian dari Glonass (Global'naya Navigatsionnay Sputnikovaya Sistema) atau Global Navigation Satellite System.
Setelah Global Positioning System (GPS) yang ada di bawah bendera Amerika, Glonass merupakan satu-satunya sistem navigasi berbasis satelit lainnya dan memungkinkan bagi penggunaannya bagi militer India, kata sebuah sumber seperti dikutip dnaindia.com pada 4 Desember 2005 lalu.
India juga merupakan partner dalam sistem Galileo milik Uni Eropa, yang sudah akan rampung pada tahun 2008 mendatang. Namun begitu Galileo ternyata hanya akan digunakan bagi penggunaan sipil, bergabung dengan Glonass dianggap signifikan.
India sendiri mengharapkan kekuatan militer global memiliki kebebasan dalam memperoleh akses ke navigasi satelit. Beberapa variasi misil penjelajah Brahmos dan berbagai senjata masa depan lainnya tengah dibangun dalam konsep "network-centric warfare" (“perang dengan jaringan terpusat”) akan sangat tergantung pada navigasi satelit demi ketepatannya, dan Glonass dianggap satu-satunya pilihan, kata ilmuwan militer senior.
Dia menyebut semua kerjasama ini terjadi ketika Menhan India Pranab Mukherjee mengunjungi Moskow belum lama ini, dimana Rusia sepakat untuk memenuhi permintaan New Delhi untuk menyokong Organisasi Penelitian Antariksa India (ISRO) menjadi partner dalam Glonass.
Mengikuti penjelasan Menhan Rusia, Glonass kini dalam kondisi yang kurang bagus karena hanya didukung oleh delapan satelit navigasi global. Untuk tujuan sistem yang lebih tepat, khususnya bagi tujuan militer, setidaknya 24 satelit kini sedang dalam permintaan, sehingga kelak tiga satelit tersedia mencakup titik tertentu pada suatu waktu yang diberikan.
Pekan ini, Menhan Rusia dan Deputi PM Sergei Ivanov mengumumkan rencana untuk meluncurkan tiga satelit Glonass pada Hari Natal ini. Hingga tahun 2008, Glonass akan memiliki 17 satelit dalam rangka presisi bagi penggunaan kemiliteran. Dengan memiliki 24 satelit dalam jangka panjang, Glonass akan memiliki kesempurnaan seperti GPS milik Amerika Serikat.
Amerika Serikat sendiri sudah melakukan pembicaraan dengan Uni Eropa untuk meyakinkan agar sistem Galileo tidak dimanfaatkan untuk kepentingan militer. Sistem Glonass, kata sebuah sumber militer, akan memberikan India kemungkinan memantau lebih banyak negara di masa datang dalam sistem perang terpusat.
Apa itu GPS? Satelit GPS pertama diluncurkan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat pada 1978. Kini sedikitnya 24 satelit telah mengorbit pada ketinggian sekitar 11.000 mil. Derajat ketinggian menunjukkan orbit satelit ini stabil, tepat dan dapat diprediksi, dan pergerakan satelit tidak terpengaruh pada gangguan atmosfer. Satelit GPS melintasi berbagai titik di atas bumi dua kali sehari secara terus-menerus mengirimkan posisi staelit dan data waktu melalui signal radio pada kecepatan cahaya dan membutuhkan waktu 6/100ths detik untuk mencapai bumi.
Apa itu Global Navigation Satellite System (Glonass)? Glonass diluncurkan pada sekitar tahun 1980-an sebagai saingan GPS Amerika. Pengembangan satelit ini menghadapi masa sulit pada saat Rusia mengalami fase kejatuhan ekonomi. Tidak terdapat cukup pengiriman pengganti satelit. Praktis Glonass kini hanya didukung oleh delapan satelit yang “sehat”.
Apa itu Galileo? Galileo merupakan kontribusi Eropa bagi negerasi baru sistem navigasi satelit global (Global Navigation Satellite System- GNSS). Layanan akan digratiskan sesuai penggunaannya, tapi untuk layanan bayar dengan jenis tertentu juga disediakan. Disain sistem Galileo sudah difinalisasi dan diharapkan akan memulai layanannya pada tahun 2008. Ide awal proyek ini dimaksudkan sebagai penyeimbang bagi sistem navigasi global milik Amerika, GPS. (ss) Powered by AkoComment! |