Depan arrow Artikel arrow Berita Dunia arrow Jepang Sukses Luncurkan Satelit Observasi
Jepang Sukses Luncurkan Satelit Observasi Cetak E-mail
Selasa, 24 Januari 2006
h2aBuana Katulistiwa- Setelah sempat ditunda beberapa kali, roket H-2A akhirnya meluncurkan, Selasa (24/1) membawa satelit observasi dengan berat empat ton. Roket produk lokal yang ditunda tiga kali akibat kerusakan pada perlengkapan penginderaan dan cuaca buruk ini, dilangsungkan dari Pusat Antariksa Tenegashima di bagian selatan Jepang pada pukul 10.33 pagi waktu setempat (01.33 GMT).

Saat peluncuran, roket berwarna hitam dan oranye ini melesat ke angkasa yang bersih, membawa Satelit Observasi Muka Bumi, yang memiliki tiga sensor bumi yang dapat memberikan data untuk pemetaan dan observasi semua cuaca wilayah Asia Pasifik.

"Kami mampu meluncurkan roket H-2A tepat waktu dan melepas satelit sebagaimana yang kami rencanakan. Kami sangat gembira dengan sukses ini," kata Keiji Tachikawa, Presiden Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), seperti dilansir kantor berita AP.

Sukses ini akan menjadi awal yang bagus bagi mulusnya peluncuran dua satelit mata-mata yang sudah dirancang Jepang hingga Maret 2007, untuk memonitor Korea Utara dan titik-titik penting lainnya.

Program tersebut dibuat setelah Korea Utara meluncurkan misil yang menjangkau kepulauan Jepang pada 1998, dimulai dengan peluncuran dua satelit mata-mata pada Maret 2003. Tokyo menghabiskan anggaran 2 miliar dolar AS untuk proyek ini, yang kemudian mengundang protes Korea Utara dengan tuduhan bahwa Tokyo telah memancing perlombaan senjata di wilayah ini.

Pada bulan Februari 2005, Jepang sukses meluncurkan roket ketujuh H-2A dengan membawa satelit peramalan cuaca. Inilah peluncuran pertama sejak gagalnya peluncuran satelit mata-mata untuk memonitor Korea Utara pada bulan November 2003.

"Peluncuran ini merupakan langkah penting dalam perkembangan teknologi roket kami. Kami telah belajar dari kesalahan masa lalu," kata Tsukasa Mito, Direktur Eksekutif JAXA.

Keberhasilan Jepang ini juga dinilai untuk mengimbangan sukses China, negaar tetangga sekaligus kompetitor dalam teknologi antariksa dalam merebut pasar satelit.

Mitsubishi Heavy Industries, sebuah industri berat Jepang, merupakan pembangun utama roket H-2A ini yang merupakan bagian dari upaya mendorong privatisasi pemerintah. (ss)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com