Depan arrow Artikel arrow Berita Dunia arrow India Tuntaskan Sendiri Peringatan Dini Tsunami September 2007
India Tuntaskan Sendiri Peringatan Dini Tsunami September 2007 Cetak E-mail
Jumat, 13 Mei 2005
Buana Katulistiwa- India telah menolak bantuan dari negara-negara lain untuk membangun sistim peringatan dini tsunami mereka. Mereka mengatakan sistem ini akan selesai dikerjakan Septermber 2007, dan berjanji untuk membagi data sekali jika hal itu sudah siap.

Kabar mengenai hal ini disampaikan oleh Sekretaris Departemen Pembangunan Kelautan India, Harsh Gupta, kepada pers di New Delhi, India, pekan lalu.

"Semua elemen penting sudah akan disediakan dalam setahun, dan sistem peringatan akan lengkap selesai pada September 2007," katanya.

Menteri Pembangunan Kelautan Kapil Sibal menambahkan pada pertemuan yang sama, "Kami bisa melakukannya."

Para pejabat pemerintahan India memperkirakan biaya mencapai 100 miliar rupee (2,3 miliar dolar AS) dibutuhkan untuk membangun kembali kerusakan infrastruktur dan rehabilitasi ribuan orang yang kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian dan keluarga mereka.

Sibal, seperti dikutip Reuters pada 9 Mei lalu, mengatakan pekerjaan sudah dimulai sejak Februari dalam sebuah sistem yang meliputi sensor yang dipasang dekat dasar laut Samudera Hindia, pelampung data dan meteran pasang surut.

Secara terpisah, Mendagri India Shivraj Patil menjelaskan kepada parlemen pada Senin bahwa sistem peringatan dini menelan biaya 1,25 miliar rupees. Pejabat mengatakan, 70 persen sistem peringatan dini tsunami di dunia adalah alarm palsu, dan mereka ingin suatu sistem peringatan buatan sendiri yang dapat menghadang banyaknya peringatan yang menyesatkan.

"Dalam sebuah negara yang memiliki pantai dengan populasi yang padat, kita tidak menghendaki banyaknya peringatan-peringatan yang menyesatkan," kata Gupta tanpa menjelaskan lebih rinci sistem hebat seperti apa yang hendak mereka bangun itu.

Empat hari setelah tsunami 26 Desember 2004, ada isu yang diembuskan oleh ahli yang menyebar informasi keliru, sehingga ribuan orang melarikan diri dari pantai. Sama sekali tidak ada tsunami yang disebabkan gempa bumi terjadi pada hari itu, sehingga sempat mempermalukan pemerintah India.

Pejabat menyebut, sistem peringatan dini yang baru ini akan dihubungkan dengan pusat pengumpulan informasi dari sensor yang dipasang dekat dasar laut Samudera Hindia, pelampung data dan meteran pasang surut, untuk mengumumkan peringatan.

Pemerintah India juga merencanakan untuk mengajukan anggaran di parlemen pada Selasa pekan ini, untuk keperluan Otoritas Nasional Penanganan Bencana (National Disaster Management Authority) untuk menangani tsunami dan bencana alam atau bencana buatan manusia. (bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com