Depan arrow Topik arrow Teknologi arrow ABD: Galileo Tandai Berakhirnya Kebebasan di Eropa
ABD: Galileo Tandai Berakhirnya Kebebasan di Eropa Cetak E-mail
Selasa, 14 Pebruari 2006
satelit Giove ABuana Katulistiwa - Sebuah organisasi pengendara mobil di Inggris, belum lama ini menyatakan prihatin atas diluncurkannya satelit-satelit Galileo. Mereka khawatir bahwa kebebasan pribadi akan segera berakhir di Eropa.

The Association of British Drivers (ABD), organisasi yang menginginkan kebijakan pemerintah yang lebih berpihak kepada pengguna mobil pribadi ini, dalam siaran persnya di www.abd.org.uk minggu lalu menyatakan bahwa sinyal pertama yang diterima dari satelit-satelit Galileo akan menandakan berakhirnya kebebasan di Eropa. Dalam situs resmi ABD tersebut dikatakan bahwa Galileo telah menjanjikan tersedianya sistem navigasi satelit yang lebih baik dan murah kepada publik. Namun di lain pihak, apa yang tidak digembar-gemborkan kepada publik adalah bahwa sistem satelit tersebut juga menjanjikan para penguasa akan tersedianya sistem pelacakan satelit yang lebih mudah.

Organisasi yang bermarkas di Kota London ini berpendapat bahwa gagasan penggunaan peralatan tersebut untuk mengetahui lokasi anak hilang, kecelakaan dan gangguan memang kedengarannya sangat bagus, hingga orang-orang menyadari bahwa teknologi tersebut dapat digunakan dengan sangat mudah oleh pemerintah untuk melacak setiap warganya 24 jam setiap hari; ke mana pun mereka pergi, siapa yang mereka temui, dan apa yang mereka lakukan. Tidak akan ada tempat bersembunyi dari pengawasan negara, privasi akan menjadi sejarah.

Ketua ABD Brian Gregory di London, Jum?at lalu (10/2) mengatakan bahwa ABD bukannya anti teknologi, lebih jauh lagi malahan sistem GPS yang sudah ada sekarang telah memberikan keuntungan besar bagi para pengendara. Namun ABD sangat prihatin bahwa dengan merebaknya ideologi anti mobil di Eropa, dan digunakannya isu terorisme untuk mengurangi kebebasan sipil, penyalahgunaan teknologi ini akan melebihi yang sudah-sudah.

Image
Konstelasi sistem satelit Galileo (sumber: www.esa.int)

Yang menjadi perhatian utama ABD adalah bahwa Galileo akan digunakan untuk memeras pajak siluman yang lebih banyak dari para pengendara. Mereka curiga bahwa Uni Eropa berencana menggunakan Galileo untuk menggalakkan cukai jalan antar-kontinen, dan pemerintah Inggris, yang mereka sebut ?si pembenci mobil?, ingin menjadi yang pertama. Menurut ABD, para produsen kendaraan akan dipaksa oleh hukum untuk memasang peralatan Galileo di semua mobilnya. Pengendara tak akan bisa menghidupkan mobil tanpanya. Dan orang-orang tak akan bisa pergi kemanapun tanpa dimata-matai.

Konstelasi satelit Galileo terdiri dari 30 satelit (27 operasional, 3 cadangan aktif), yang mengorbit pada ketinggian 23.616 km di atas permukaan bumi dalam 3 orbit sirkular. Empat satelit operasional akan diluncurkan dalam jangka 2005-2006 untuk menentukan In-Orbit Validation (IOV), disusul 26 satelit sisanya hingga mencapai Full Operational Capability (FOC) tahun 2008. Sistem yang didesain khusus untuk kepentingan sipil tersebut akan berintegrasi dengan GPS dan GLONASS, dua sistem navigasi satelit global pendahulunya milik AS dan Rusia. (qb)

Komentar
Oleh jaja pada 2006-03-06 06:36:11
asal masyarakat luas memiliki hak akses yang sama aja... biar fair... pemerintah juga simata-matain masyarakat...Yang nolak pasti para penjahat... :)
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com