Buana Katulistiwa -Badan Antariksa Eropa (ESA) mengumumkan bahwa mereka akan menggantikan posisi satelit riset iklim yang telah hilang dalam peluncuran yang dilakukan oleh roket Rusia pada bulan Oktober lalu.
Satelit CryoSat bernilai 140 juta euro (170 juta dolar AS) diketahui hilang dengan cepat setelah meluncur dari markas misil balistik era Soviet, di barat laut Rusia pada 8 Oktober.
Dalam pertemuan dua hari di Paris, Badan Observasi Bumi ESA telah memberikan lampu hijau untuk membangun dan meluncurkan sebuah satelit pengganti, yang akan dinamakan CryoSat 2, kata sebuah pernyataan lembaga itu, seperti dikutip AFP, Sabtu (25/2).
Satelit pengganti tersebut diharapkan sudah diluncurkan pada Maret 2009.
"Keputusan ini begitu penting, begitu komunitas ilmuwan di Eropa dan di Negara lainnya menaruh harapan besar pada misi CryoSat," kata Volker Liebig, Direktur Observasi Bumi ESA.
Seperti pendahulunya, CryoSat 2 memiliki misi tiga tahunnya untuk menyeken tipisnya kutub es dan pertambahan permukaan laut dengan akurat. Data satelit menunjukkan bahwa permukaan es telah mengusut sekitar tiga persen setahun sejak tahun 1970-an, ketika pemanasan global diterima secara umum.
CryoSat merupakan seri pertama dari enam misi "Earth Explorer" ESA, yang didisain untuk mengeksplor masalah kunci lingkungan. (ss)
Powered by AkoComment! |