|
Buana Katulistiwa - Pejabat Lembaga Antariksa Eropa (ESA) mengatakan bahwa negara-negara Eropa menaruh minat pada rencana Rusia untuk membangun pesawat antariksa baru pembawa awak yang diberi nama "Clipper".
“Dalam beberapa bulan ke depan saya akan memastikan perluasan partisipasi dalam "Clipper" kepada para negara anggota kami,” kata Direktur Jenderal ESA Jean-Jacques Dordain, usai melakukan pertemuan dengan para pejabat antariksa Rusia di Moskow.
Dordain menyebut dirinya akan mengupayakan proyek ini akan ditanda tangani sebelum Juni 2006 oleh 17 anggota yang bergabung dalam ESA, dan segera dibahas juga dalam pertemuan tingkat menteri di Berlin, pekan ini.
“Keputusan final belum akan diambil, tapi ini bukan keputusan yang negatif. Ini sangat penting bagi kami,” kata Anatoly Permiov, kepala lembaga antariksa federal Rusia, seperti dikutip AFP, akhir pekan lalu.
Belum lama ini, Perminov menyebut bahwa Rusia akan mendorong proyek "Clipper" meskiupun tanpa dukungan Eropa, dan berharap China akan dapat menjadi partner alternatif.
Para ilmuwan Rusia menyebut "Clipper" akan memiliki berat 14,5 ton dan dapat membawa hingga enam orang dalam perjalanan ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS) atau perjalanan antarplanet.
Mereka mengatakan, pesawat angkut diharapkan akan dilunsurkan secepatnya tahun 2010 dan biaya pembangunannya diperkirakan mencapai satu miliar dolar (845 juta Euro). “Sebelum keputusan final diambil kami akan bekerja bersama-sama, kami akan melakukan rencana aksi konsep dan pemanfaatannya, serta partisipasi industri Eropa dalam protek ini,” kata Dordain.
Pada pekan ini dalam pertemuan di Berlin, masalah pendanaan Eropa dalam proyek ini diperkirakan akan menjadi bahasan penting, kata Daniel Sacotte, Direktur Penerbangan Antariksa Manusia, Mikrogravitas dan Eksplorasi ESA. “Rusia tidak akan membiayainya, kami yang akan menyiapkan dana untuk itu,” kata Sacotte kepada AFP.
“Kami memerlukan dukungan dari setidaknya dua negara lain di luar Perancis, Italia dan Jerman. Kami belum memilikinya,” sambung dia.
Sebuah roket Soyuz akan digunakan untuk peluncuran proyek navigasi satelit Eropa, Galileo dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan pada 26 Desember, kata Dordoin. ESA juga kemungkinan akan menggunakan roket Soyuz untuk misi ke Mars, katanya.
Soyuz, yang merupakan kuda kerja yang didisain Soviet, menjadi satu-satunya alat yang membawa personil dari dan ke ISS setelah kandasnya pesawat antariksa AS pada Agustus mengikuti kegagalan misi yang sama yang dilakukan oleh orbiter Columbia pada tahun 2003. (ss)(ss) Powered by AkoComment! |