|
Buana Katulistiwa- Angin kencang memaksa NASA untuk menunda peluncuran pesawat antariksa tanpa awak, yang sedianya dilakukan Selasa (Rabu WIB) ini. Misi untuk jangka waktu sembilan tahun, dengan penerbangan sejauh 3 miliar mil ke planet yang selama ini belum tereksplorasi.
NASA, seperti dikutip kantor berita AP, Rabu (18/1), merencanakan untuk mencoba kembali peluncuran ini pada hari Rabu (Kamis WIB) meskipun ramalan menyebutkan kemungkinan perubahan badai, mendung, angin yang bisa menghalangi peluncuran.
Pada Selasa, angin pada saat peluncuran berkecepatan 38 mph. “Angin muncul terlalu dini dari yang sebelumnya diperkirakan,” kata saintis MIT, Richard Binzel, seorang dari petugas investigasi misi ini. “Salahkan para ahli meteorologi.”
Pesawat penyelidik New Horizons seyogyanya akan lepas landas dengan roket raksasa Atlas 5 dari pangkalan angkatan udara Tanjung Canaveral antara pukul 01:24 dan 03:23 petang waktu setempat.
Sukses perjalanan ke Pluto akan melengkapi eksplorasi planet yang dimulai oleh NASA pada tahun 1960-an, dengan pengiriman misi antariksa tanpa awak untuk mengobservasi Mars, Merkuri dan Venus.
Pluto, satu-satunya planet yang terus membuat para astronom amatir dan bahkan astronom profesional bertanya-tanya, karena misteriusnya planet kesembilan di tepi tata surya itu, gelap dan dingin. Bahkan teleskop Hubble tak mampu memperoleh gambaran yang jelas mengenai planet tersebut.
Para ilmuwan berharap perjalanan ambisius itu akan memberikan wawasan dan pengetahuan baru mengenai tata surya, sehingga memungkinkan mereka memperoleh pemahaman lebih baik tentang asa-usul Bumi dan planet-planet lainnya pada 4,5 miliar tahun silam.
“Ayahku pasti akan senang melihat ini,” kata Annette Tombaugh-Sitze, anak dari astronom Clyde Tombaugh, yang menemukan Pluto pada tahun 1930. (ss)
Powered by AkoComment! |