|
Buana Katulistiwa- Sebuah kelompok konservasi lingkungan, WWF, belum lama ini mengatakan bahwa salah satu perusahaan terbesar pulp dan paper di dunia, yang beroperasi di Indonesia gagal memelihara kesinambungan hutan Indonesia.
Sebuah hasil laporan baru WWF menunjukkan bahwa perusahaan Asia Pulp and Paper (APP) telah menyebabkan kerusakan hutan secara serius dan telah melanggar komitmen kepada konsumennya.
Berdasarkan laporan ini, perusahaan telah menyebabkan hilangnya hutan alam sekitar ar 80.000 hektar setiap tahun, setara dengan satu setengah kali hilangnya hutan tahunan di Riau, Sumatera.
Tahun 2005, perusahaan yang berbasis di Singapura ini menguasai 520.000 hektar dari hutan alam yang masih tersisa di Riau.
"Semua hutan ini dalam ancaman kerusakan, karena adanya permintaan kebutuhan APP untuk mencukupi suplai kayu dan perluasan produksi pulp," kata Nazir Foead dari WWF-Indonesia seperti dilansir AFP, belum lama ini.
Untuk di Riau saja, WWF memperkirakan bahwa sekitar 450.000 hektar hutan telah dihabisi selama lima tahun terakhir untuk memasok industri pulp.
"APP gagal untuk menepati janjinya melindungi nilai penting konservasi hutan, dan kini ratusan hingga ribuan hektar hutan lainnya akan mengalami nasib yang sama," katanya.
Juru Bicara perusahaan induk APP, Sinar Mas Group, Yan Partawijaya kepada AFP menolak untuk memberikan pernyataan, kecuali hanya menyebut bahwa dirinya perlu membicarakan masalah itu kepada pejabat empat unit APP Indonesia.
Keempat unit itu adalah PT Indah Kiat Pulp Paper, PT Lontar Papyrus, PT Pindo Deli and PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia.(bj)
Powered by AkoComment! |