|
Buana Katulistiwa - Merupakan pertanda sial bila Anda menanyakan jumlah keluarga kepada suku Yoruba. Bertanya pada suku Herdsman mengenai jumlah ternaknya, sesegera mungkin anda akan diusir. Itulah sekelumit kesulitan pelaksanaan sensus penduduk di Nigeria.
Hampir sekitar sejuta petugas sensus akan melaksanakan tugasnya disebuah negara paling padat penduduknya di benua Afrika, yang diperkirakan mencapai 160 juta penduduk. Pantangan dan hal-hal tabu masih menyelimuti Nigeria, dan terdapat sekitar 250 suku yang memiliki bahasa berbeda. Hal tersebut merupakan tantangan tersendiri, belum termasuk suplai logistik hingga daerah-daerah terpencil.
Sensus penduduk yang dilaksanakan pertama kali sejak 15 tahun, menemui hambatan saat dimulai, dengan kekurangan material, kehilangan kertas sensus dan kaburnya ratusan petugas sensus setelah menerima bayaran pertama.
Samu'ila Danko Makama, ketua Komisi Penduduk Nasional menginstruksikan para petugas sensus untuk berusaha sopan dan sensitif terhadap isu kultural ketika mereka bertugas. Para petugas juga dikerahkan untuk bertugas diluar daerah asal mereka untuk mengurangi manipulasi penghitungan. Petugas sensus harus berusaha menemukan cara untuk menanyakan beberapa pertanyaan tanpa menimbulkan permasalahan.
Untuk menghindari konflik, pemerintah memutuskan untuk tidak menanyakan mengenai agama. "Merupakan hal yang sangat sensitif, bila kita mengatakan kristiani lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan muslim, kemungkinan besar muslim tidak menerima hal tersebut dan begitu juga sebaliknya," menurut Makama.
Pada hari Sabtu (25/03), hari terakhir pelaksanaan sensus, Presiden Olusegun Obasanjo mengumumkan dua hari penambahan untuk memenuhi kelengkapan dan kompensasi keterlambatan saat awal pelaksanaan. (AP/tk)
Powered by AkoComment! |