Buana Katulistiwa-Sesuatu yang menakutkan datang dari pantai selatan Afrika. Apa itu? Itu adalah sesuatu yang telah terbukti menyebabkan kematian di bumi. Miskinnya kebijakan di Zimbabwe dan pandemik HIV/AIDS di Bostwana ? keduanya di Afrika bagian Selatan ? telah menggambarkan sesuatu yang mencemaskan di kontinen ini.
Sebanyak lima puluh persen mahasiswa di Bostwana diketahui telah terinvesksi HIV/AIDS, begitu menurut professor luar biasa dan Direktur Program Ilmu Kebumian Minnesota State University Donald Friend. Friend memimpin sebuah forum, Jumat akhir pekan lalu di Armstrong Hall yang menampilkan dua profesor dari Jerman dan mendiskusikan mengenai peningkatan drastis persoalan AIDS di bagian selatan Afrika.
Profesor Fred Kr?ger dan Profesor Cyrus Samimi dari Institute of Geography pada Universitas Erlangen, Jerman merupakan ahli terkemuka dari Eropa untuk masalah pandemic HIV/AIDS.
Seperti dikutip dari www.msureporter.com, belum lama ini, Kruger menaruh perhatian pada negara kesejahteraan Afrika dan krisis HIV/AIDS. Menurutnya, masalah tersebut merupakan kesalahan terbesar orang-orang di bagian selatan Afrika. Berdasarkan perbedaan fakta ini, dia menjelaskan berbagai negara yang juga pernah mengalami kasus yang sama seperti Zimbabwe, Zambia, Namibia, Mozambique, Angola dan Malawi yang mengalami peningkatan tajam dan mempengaruhi Negara lainnya.
Bostwana, negara berpenduduk sekitar 1,5 juta orang, menghadapi pandemik HIV/AIDS. Sebanyak tiga per lima anak-anak telah terinveksi. Menurut Kruger angka harapan hidup di Negara ini telah melorot dari 69 ke 36 tahun. Lebih dari 37 persen dari usia aktif seksual ?antara 15 dan 49 tahun ?terinveksi penyakit ini, kata dia.
"Ini merupakan dampak dari miskinnya pelayanan kesehatan, ketidaktahuan, kemiskinan dan budaya kepercayaan," kata Kruger.
Kruger juga menyebut masalah ini telah menyebar diam-diam selama lima puluh tahun belakangan bukan hanya di Botswana, tapi di negara-negara lain di Afrika akibat adanya tabu yang menghalangi membicarakan masalah penyakit ini secara terbuka.
Tahun 1999 Program PBB untuk HIV/AIDS (UNAIDS) mengklaim bahwa 90 persen dari usia 15 tahun di Afrika bagian selatan telah terkontraksi oleh penyakit. "HIV merupakan tragedi yang diam dan saya telah menyaksikan orang-orang meninggal di pekarangan belakang dan bukan di jalanan," kata Kruger.
Kruger, ahli geografi manusia, menamatkan master pada tahun 1990 dan PhD pada tahun 1995 dalam bidang geografi, dan telah menulis 45 artikel akademik. Dia merupakan orang komit pada bidangnya, dan bersama koleganya Cyrus Samimi, berupaya untuk mentransformasikan kehidupan dan ekonomi Botswana dan Zimbabwe.
"Abstain, percaya atau gunakan kondom," kata Kruger. "Sesuatu yang Anda lakukan tidak akan berarti jika Anda mati."
Menurut catatan Kruger, HIV/ADIS telah ada di daratan Afrika sebelum penyakit itu dieteksi di Amerika Serikat 26 tahun lalu. Menurut dia, krisis ini, jika intervensi gagal, kemungkinan akan menyebabkan instabilitas dan kehilangan kendali.
Samimi, merupakan ahli geografi fisik, bergelar PhD dan telah menulis 25 artikel ilmiah. Dia menyampaikan pandangannya dengan makalah berjudul "Ekologi Politik di Afrika Bagian Selatan- Konsekuensi dari Penggunaan Tanah dan Pembangunan Ekonomi."
Samimi menyebut bahwa invasi oleh kelompok putih, yang berasal dari Inggris selama rejim Zimbabwe, telah berdampak tidaklangsung pada kelaparan di daerah ini. Menurut dia, krisis di Zimbabwe pada tahun 1990-an saat Partai Pergerakan Perubahan Demokratik (MDC) telah mendorong reformasi pertanahan.
Dalam pandangan Samimi, isu pertanahan dipolitisasi dan menyebabkan invasi besar para pemukim kulit putih yang kebanyakan diantaranya tidak punya tempat lain untuk pergi ? terpaksa berpindah ke negara-negara tetangga seperti Afrika Selatan, Zimbabwe, Namibia. "Investasi mereka telah mendapat sambutan besar di negara-negara ini," katanya. (bj)
Powered by AkoComment! |