|
Buana Katulistiwa ? Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada akhir minggu ini akan memutuskan kebijaksanaan untuk mengurangi penggunaan Metil Bromida, salah satu senyawa pestisida yang merusak lapisan ozon, secara bertahap.
Sebanyak 189 orang perwakilan negara-negara anggota yang tergabung dalam United Nations Environment Programme (Program Lingkungan PBB) kini tengah berkumpul di Kota Montreal guna membicarakan hal tersebut.
Seluruh perwakilan negara-negara anggota juga akan menetapkan anggaran biaya yang harus dibuat selama periode 2006-2008 untuk memberikan kesempatan kepada negara-negara di dunia agar dapat menyesuaikan pengurangan Metil Bromida sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan. Setelah sukses mengurangi penggunaan chlorofluorocarbons (CFCs) yang dianggap sebagai penyebab terbesar rusaknya lapisan ozon, sejumlah negara-regara di dunia kini tengah berjuang untuk mengurangi penggunaan Metil Bromida.
Sebagian besar petani di seluruh dunia telah menghentikan ataupun mengurangi sebagian besar penggunaan Metil Bromida dengan menggunakan senyawa lain yang lebih baik maupun menggunakan tanaman cangkok. Akan tetapi, sebanyak 16 negara meminta "pengecualian" penggunaan senyawa tersebut hingga tahun 2006 terhadap bibit-bibit tertentu guna memberikan waktu untuk mengembangkan teknologi alternatif yang lebih ekonomis.
Sebanyak 11 negara telah mendapatkan sebanyak 13.438 ton "pengecualian" penggunaan Metil Bromida di awal tahun 2005. Dalam kebijaksanaan sebelumnya yang telah ditetapkan pada bulan November tahun lalu, negara-negara berkembang telah mendapatkan sebanyak 11.000 ton "pengecualian" penggunaan Metil Bromida hingga tahun 2006. Sebanyak 3.000 ton ditambahkan kemudian dengan status "sementara".
Negara-negara yang meminta pengecualian hingga tahun 2006 adalah Australia, Belgia, Kanada, Jerman, Yunani, Irlandia, Italia, Jepang, Latvia, Malta, Belanda, Polandia, Portugal, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat.
"Pemerintahan negara-negara tersebut harus dapat menjamin bahwa penggunaan Metil Bromida berkurang dari tahun ke tahun", begitulah yang dikatakan oleh Klaus Toepfer, Direktur Eksekutif Program Lingkungan PBB.
"Hal ini tidak akan mempercepat pulihnya lapisan ozon, akan tetapi hal ini akan memberikan arahan yang tepat terhadap penghapusan penggunaan Metil Bromida yang diharapkan tuntas di tahun 2015", ujarnya kemudian.
Pertemuan yang telah berlangsung dari tanggal 27 Juni 2005 ini akan berakhir pada 30 Juni 2005. Anggaran yang telah direncanakan menyelesaikan masalah ini telah mencapai 420 juta dollar AS. Anggaran ini akan direalisasikan dengan menggunakan Dana Multilateral PBB, yang selama 15 tahun terakhir ini telah mengeluarkan dana lebih dari 1,8 milyar dollar AS dalam bentuk program bantuan di lebih dari 139 negara.
Bantuan tersebut telah berhasil mengatasi lebih dari 200.000 ton bahan perusak lapisan ozon. Target selanjutnya dari penggunaan dana tersebut ialah membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi penggunaan Metil Bromida seiring dengan penghentian penggunaan CFCs di tahun 2010, Halogen, serta bahan utama perusak ozon lainnya. (db) Powered by AkoComment! |