|
Buana Katulistiwa- Bencana alam diperkirakan akan terus mempengaruhi penduduk miskin sehingga para pembuat kebijakan memperhatikan berbagai faktor termasuk urbanisasi dan kerusakan lingkungan.
Kantor berita AFP, dari Bangkok, Thailand melaporkan Minggu (5/2), anggota Parlemen Eropa, Anders Wijkman berbicara pada sebuah konvensi pencegahan bencana menyebut bahwa proporsi penduduk yang tinggal di daerah miskin telah meningkat dalam beberapa dekade terakhir, mereka terus tinggal di area yang penuh risiko.
Populasi penduduk dunia meningkat dua kali lipat dalam 40 tahun saat mana penduduk yang tinggal di area perkotaan meningkat lima kali, sebuah tren yang terus berlanjut, kata Wijkam.
"Kebanyakan dari pendatang baru di lingkungan perkotaan memenuhi pemukiman yang sangat rawan mengami kerusakan yang disebabkan oleh bencana alam seperti gempa bumi, banjir dan badai tropis," katanya.
"Hingga tahun 2025, lebih dari setengah populasi di negara-negara berkembang diperkirakan akan tinggal di wilayah perkotaan, dan kebanyakan diantaranya akan tinggal di area yang penuh risiko."
Pengambil kebijakan, mulai dari politisi hingga anggota organisasi kemanusiaan, perlu membuat kepekaan mengenai bencana dalam setiap pembangunannya.
"Pemisahan aktivitas pembangunan dari kegiatan kemanusiaan harusnya kembali dipertimbangkan," kata Wijkman. "Pengurangan risiko harus dilihat sebagai concern pembangunan dan bukan, seperti kasus saat ini, sebagai hal yang primer." (ss)
Powered by AkoComment! |