|
Buana Katulistiwa - Jumlah penduduk Jepang menurun tahun ini, kejadian yang baru pertama kali tercatat, kata pejabat pemerintah, Jum’at (22/12), menunjukkan perubahan demografis dari masyarakat dunia yang mengalami pertumbuhan penduduk tercepat. Tingginya beban hidup termasuk sekolah menjadi alasan wanita tak suka punya anak banyak.
Dalam laporan survei Menteri Kesehatan Jepang, sebagaimana dikutip AP, menunjukkan kematian lebih besar daripada angka kelahiran per seribu penduduk tahun ini – untuk pertama kali terjadi sejak data dikompilasikan tahun 1899, kata pejabat kementerian, Yukiko Yamaguchi.
Pengumuman itu menunjukkan akselerasi proyeksi terbaru bahwa prakiraan populasi Jepang 127,7 juta akan mengalami penurunan memasuki 2006 dan kemungkinan turun 27 juta orang hingga menjadi 100,7 juta pada tahun 2050.
Penurunan angka kelahiran nasional –1,29 anak per wanita Jepang tahun 2004, juga catatan rendah – ada pada populasi bawah. Usia perkawinan yang terlambat, tingginya biaya pendidikan, merupakan beberapa alasan wanita memiliki sedikit anak.
Awal tahun ini, sebuah laporan biro statistik pemerintah mengatkan, mencapai seperlima orang Jepang berumur 65 tahun atau lebih pada tahun 2004, dan angka itu akan membesar menjadi seperempat pada decade mendatang. Jepang mulai melacak mengenai kelahiran dan kematian ini pada 1899 dan membuat catatan baru setiap tahun kecuali pada periode 1944-1946, karena kondisi chaos negeri ini pada Perang Dunia II. (ss) Powered by AkoComment! |