Sebanyak 107 seniman muda dari Jakarta terpilih untuk menyerahkan hasil goresan tangan mereka untuk menggambarkan pesan-pesan di bidang kesehatan, air, manusia dan lingkungan. Lima finalis terbaik akan menerima penghargaan, termasuk trofi, uang kontan, dan benih tumbuhan secara cuma-cuma untuk melukiskan pesan yang merangkum tema “Air untuk Kehidupan”.
Dubes Pascoe memberikan sambutan dalam upacara itu untuk memperingati Hari Bumi Internasional dan menyoroti pentingnya melindungi bumi dan lingkungan hidup. Kepada sejumlah anak-anak Indonesia, ia bertutur, “Masing-masing dari kita sama-sama bertanggung jawab untuk melindungi bumi kita.”
Dengan menekankan bahwa satu-satunya cara untuk memperbaiki masa depan adalah dengan belajar keras. Duta Besar Pascoe mengatakan, “Setiap orang harus belajar dengan sangat-sangat keras. Sebagus apa penampilan bumi, apa yang dilakukan bumi, berapa banyak air yang masih ada, sebagus apa kehidupan kalian – semuanya akan bergantung pada seberapa keras kalian sekarang ini bekerja untuk menentukan cara memecahkan masalah-masalah ini setelah kalian besar nanti.”
Di berbagai negara, Hari Bumi juga dirayakan dengan menggelar berbagai kegiatan. India meluncurkan perangko bertemakan Hari Bumi. Enam juta penduduk Kanada akan melakukan penanaman pohon secara serentak pada hari ini.
Pada peringatan Hari Bumi ke-35 ini, muncul pula isu kerusakan lingkungan akibat sampah teknologi seperti sampah produk komputer, handphone, printer dan lainnya. Seorang environmentalis dari Washington, Kimberlee Dinn, mengatakan “Kapanpun anda meningkatkan layanan produk nir-kabel, anda bisa mendapatkan telfon genggam baru hanya dengan $50 dan mereka tak pernah diberi tau bagaimana cara mendaur ulang yang lama”.
Peringatan Hari Bumi ini dinilai perlu guna menyadarkan manusia dengan kerusakan bumi yang telah dibuatnya. Bahkan, para environmentalis menganjurkan kita untuk memperingati Hari Bumi setiap hari. (bj/dp/*)