|
Buana Katulistiwa- Dalam pekan ini, tidak kurang dari 30 negara sudah menyatakan keinginan untuk memberikan bantuan kepada korban badai Katrina di Amerika Serikat (AS). Di tengah “ketertutupan” mengenai jumlah korban dan besar kerugian secara finansial yang diderita AS, kebaikan negara-negara lain berdatangan, bahkan dari negara yang selama ini dianggap “musuh”.
Sebut saja apa yang ditawarkan Pemerintah China belum lama ini. Negeri Tirai Bambu yang dewasa ini masih “panas dingin” dengan ketegangan dengan Taiwan dan Jepang yang sama-sama di-back up Amerika, datang dengan bantuan senilai 5,1 juta dolar AS.
Begitupun dengan Kuba, negeri pimpinan Presiden Fidel Castro yang hingga kini untuk selama lebih dari 40 tahun masih diembargo AS, menawarkan bantuannya untuk mengirim 1.586 dokter dan 34 ton obat ke AS. Castro sendiri selama ini dikenal dermawan dengan sering mengirimkan dokter Kuba ke seluruh dunia untuk membantu korban bencana alam, walaupun Kuba sendiri pernah menolak kedermawanan Amerika ketika hendak membantu Kuba beberapa waktu lalu saat negeri ini diterpa badai.
Dari Timur Tengah, Arab Saudi dikabarkan menyumbang 5,25 juta dolar AS, Qatar 100 juta dolar AS dan Uni Emirat Arab 100 juta dolar AS. Juga Bahrain 5 juta dolar AS.
Negara-negara lain yang ikut serta mengulurkan tangan sebut saja Afghanistan yang masih dilanda konflik, dengan menawarkan bantuan 100.000 dolar AS, Armenia 100.000 dolar, Australia 7,6 juta dolar, Azerbaijan 500.000 dolar, Bahamas 50.000 dolar, Bangladesh 1 juta dolar, Belgia bantuan tim dokter/logistik untuk Palang Merah, Inggris membantu ransum makanan militer, Kanada dua helikopter serta tim SAR beranggotakan 32 orang dan pesawat Air Canada untuk menerbangkan para pengungsi dan pasokan obat.
Djibouti 50.000 dolar, Finlandia membantu para akhli logistik untuk membantu Palang Merah, Perancis membantu tenda, ransum makanan militer, pasokan air bersih. Gabon 500.000 dolar Georgia 50.000 dolar, Jerman bantuan ransum militer dan pompa air berkecepatan tinggi, Yunani menyediakan kapal untuk menampung mereka yang selamat. India menyumbang 5 juta dolar, Jepang bantu 1 juta dolar serta tenda , selimut, generator dan air botol.
Singapura tiga helikopter, Korea Selatan 30 juta dolar, Sri Lanka 25.000 dolar, Thailand sejumlah besar makanan, , Venezuela menyumbang hampir 1 juta dolar kepada Palang Merah dan Taiwan menyumbang 2 juta dolar AS.
Indonesia sendiri, selain membantu sejumlah dana, juga memastikan akan mengirimkan sekitar 50 orang relawan khususnya bidang medis ke AS.
Di tengah kritik tajam yang dialamatkan dari dalam negeri atas sikap Presiden George W Bush yang dikesankan lamban dalam menangani bencana Katrina, belum ada keterangan resmi dari pejabat AS bahwa mereka akan menerima bantuan-bantuan ini, kecuali pernyataan-pernyataan bahwa AS akan menyesuaikan dulu dengan kebutuhan yang ada di lapangan.
Demikian halnya dengan tawaran eksentrik dari Fidel Castro tadi. Juru Bicara Deplu AS Sean McCormack dalam keterangannya kepada pers pekan ini dengan halus mengatakan bahwa pihaknya memahami tawaran yang diberikan Kuba, namun dia beralasan bahwa dari masyarakat dokter di AS sendiri sudah menyatakan untuk memberikan bantuan kepada korban.
Begitu pun dengan bantuan dari negara-negara lain, Sean McCormack mengatakan bahwa untuk urusan tersebut mereka hanya memberikan kriteria apa yang dibutuhkan di lapangan saja. Namun berbagai kalangan percaya, apapun kriterianya yang lebih terkait adalah harus ada penyesuaian dengan kriteria yang diterapkan institusi keamanan dalam negeri di AS yang terkenal sangat selektif dan suka curiga terhadap orang luar. Bukan begitu?(bj) Powered by AkoComment! |