Depan arrow Topik arrow Politik arrow Thaksin Pecat Kepala BMG Thailand
Thaksin Pecat Kepala BMG Thailand Cetak E-mail
Selasa, 04 Januari 2005
Buana Katulistiwa- Perdana Menteri (PM) Thailand Thaksin Shinawatra memutuskan untuk memecat kepala lembaga meteorologinya, Suparerk Tansriratanawong, dan memerintahkan untuk melakukan pengusutan terhadap gagalnya Departemen Meteorologi yang dipimpinnya dalam memberikan peringatan dini terhadap terjadinya gempa bumi dan tsunami 26 Desember 2004 lalu.     Kepada pers, di Bangkok, Selasa (4/1), Thaksin dengan kesal mengatakan bahwa kekuatan gempa 8,9 ? 9,0 skala Richter dapat dipastikan akan menyebabkan gelombang tsunami. Tetapi, kata dia, "Tetapi mengapa tidak ada peringatan? Saya sungguh ingin mengetahui kebenarannya."
    Yang membuat Thaksin semakin kesal, begitu Reuters, sehari setelah gelombang mematikan itu menghancurkan pantai Laut Andaman, Kepala Departemen Meteorologi Suparerk Tansriratanawong sempat mengatakan kepada para wartawan bahwa Thailand tidak dilanda tsunami selama lebih dari 300 tahun dan tidak ada alasan untuk mengkhawatirkannya.
    Koran berbahasa Inggris The Nation bahkan mengutip seorang anggota departemen itu dengan tidak memuat namanya minggu lalu yang mengatakan peringatan mengenai terjadi tsunami tidak dibuat karena ketakutan akan merusak industri pariwisata yang penting pada masa puncaknya pada akhir tahun, jika ternyata tsunami itu tidak terjadi.
    Pengusutan lebih lanjut mengenai Suparerk Tansriratanawong akan dilakukan oleh Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Surapong Suebwonglee. Surapong juga akan membantu mendirikan sistem peringatan dini bagi seluruh bencana alam, kata seorang jurubicara pemerintah.
    Tidak ada negara-negara Asia yang mengeluarkan peringatan atas tsunami yang terjadi 26 Desember lalu, yang dipicu oleh gempa berkekuatan 8,9 skala Richter di lepas pantai Indonesia, yang menewaskan hampir 150 ribu orang yang menghempas pantai sekeliling Samudera Hindia.
    Hotel-hotel di pantai Laut Andaman Thailand sedang penuh ketika terjadi tsunami, dengan menewaskan sekurangnya 5.187 orang, termasuk diantaranya lebih dari 2.500 warga asing, banyak dari negara-negara Scandinavia, dan 240 warga mancanegara yang belum jelas kebangsaannya.
    Bencana alam ini dipercaya telah menghantam bisnis pariwisata Thailand, sebaliknya menguntungkan bisnis pariwisata di destinasi lain yang dinilai cukup aman, seperti Bali.
    Belum diketahui pasti seberapa besar pengalihan wisatawan itu bagi Bali. Namun berdasarkan data di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali selama tahun 2004 mencapai 1,4 juta orang, dengan lama tinggal rata-rata antara tiga sampai tiga setengah hari. (rtr/bj)
Komentar
Bentuk Pertanggungjawaban
Oleh taqy pada 2005-01-13 14:18:30
Bentuk Pertanggungjawaban Kepala Badan terhadap Presiden. Hal ini bisa dilakukan di Thai karena pembiayaan berbagai macem peralatan iklim dianggarkan oleh pemerintah (dari uang rakyat). Jadi ada benernya si Taksin mecat pegawainya yg malah membuat korban rakyat (meskipun gempa itu sulit diduga). 
Nah negara kita alat-alat meteorologi dan iklim pengadaannya dari utang atau bantuan luar negeri, jadi kuranglah rasa tangggung jawabnya (karena yg mbayar utang belum lahir/anak cucu kita nanti). Karena belum lahir ya ng ada yg marah, gitu kali ye...ah. Cuek cuekan aja entar juga reda "kata yg tidak dipecat presidennya"
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com