|
Buana Katulistiwa - Kebanyakan orang belajar geografi dari sepakbola, namun sekarang mereka disarankan untuk berhati-hati karena FIFA (Federation Internationale de Football Association) tidak selalu meletakkan negara anggotanya pada grup kontinen yang sesuai.
Contoh yang sangat nyata terlihat adalah Israel, yang secara geografis merupakan bagian dari Asia namun dalam kualifikasi menuju Piala Dunia 2006 di Jerman, tim negara Israel menghadapi lawan-lawan dari negara-negara Uni Eropa.
Kesalahan lain yang dibuat FIFA adalah Suriname dan Guyana, berlokasi di selatan benua Amerika seperti halnya Argentina dan Brasil namun mereka selalu bertanding di zona Amerika Tengah.
Ada juga situasi yang sangat berarti untuk diperhatikan : Kazakhstan, yang sebagian besar area negaranya berada di benua Asia, namun dalam tiga tahun terakhir ini selalu bertanding di zona Eropa. Hal yang sama terjadi bagi Turki, yang 97% luas negaranya berada di benua Asia namun selalu berada di zona Eropa dan merupakan musuh bebuyutan dari Inggris.
Penempatan yang sangat tidak sesuai kembali terulang. Mulai tahun 2006, Australia akan meninggalkan zona Oseania dan bergabung dengan zone Asia. Dengan alasan, Australia ingin lolos secara langsung dari kualifikasi Piala Dunia tanpa melalui play-off.
Penjelasan nyata untuk manipulasi geografi ini adalah Israel. Pada kualifikasi piala dunia 1958 di Swedia, tim dari Turki, Indonesia dan Sudan menolak untuk berhadapan dengan Israel dikarenakan Israel tidak dapat bertanding di negara mereka sendiri.
Di kualifikasi untuk piala dunia berikutnya, Israel harus bertandang ke Afrika (Ethiopia), Oseania (Selandia Baru), Eropa, Amerika (Kolombia) dan juga Asia yang kesemuanya merupakan negara non-Arab. Dan melalui langkah politik akhirnya Israel menjadi anggota dari UEFA pada tahun 1994, dan sejak itu tim Israel selalu bertanding di zona Eropa.
Negara terakhir yang masuk sebagai anggota dari UEFA adalah Kazakhstan pada tahun 2002. Di piala dunia 2002 yang diselenggarakan di Jepang dan Korea Selatan, Kazakhstan berada satu group dengan Irak pada babak kualifikasi. Namun pada perjalanan kualifikasi menuju Piala Dunia 2006, Kazakhstan berhadapan dengan Denmark. Kazahkstan berbatasan dengan Cina, Kyrgyzstan, Uzbeskistan dan Turkmenistan, yang secara geografis terletak di Asia Tengah.
Anomali geografi seperti ini akan terus terjadi di sepakbola, dan mungkin suatu saat juga terjadi bagi Mesir yang lokasi negaranya bersebelahan dengan benua Asia akan menarik diri dari zona Afrika dan bergabung dengan zona Asia untuk mempermudah langkah ke Piala Dunia. (tk/IANS) Powered by AkoComment! |