Depan arrow Topik arrow Politik arrow Sebanyak 250 Profesor Tewas di Irak, Asosiasi Dosen Tolak Perang Iran
Sebanyak 250 Profesor Tewas di Irak, Asosiasi Dosen Tolak Perang Iran Cetak E-mail
Kamis, 18 Mei 2006
Buana Katulistiwa- Pertemuan tahunan konsul Asosiasi Pengajar Universitas (Association of University Teachers- AUT), yang digelar di Scarborough, Inggris antara 10-12 Mei 2006 lalu, menyerukan perlawanan terhadap rencana penyerangan atas Iran.

Hal itu mereka sampaikan berdasarkan kejadian tragis yang terjadi atas penyerangan Afghanistan dan Irak. Mereka menaruh perhatian penghancuran sistematis dunia akademis di Irak, dan meminta agar perang Irak dihentikan.

Seperti dilansir dalam situs www.campaigniran.org, belum lama ini disebutkan, AUT merupakan asosiasi yang beranggotakan 48.000 universitas dan akademi pendidikan tinggi serta profesional di Inggris.

Diungkapkan bahwa penghancuran sistematis terhadap dunia akademik di Irak terjadi berdasarkan kenyataan bahwa sejak 30 April 2003, lebih dari 250 profesor telah menjadi target pembunuhan. Data ini sesuai dengan Persatuan Pengajar Universitas Irak.

Diantara 250 profesor yang terbunuh itu diantaranya adalah: Muhammad al-Rawi (Presiden Universitas Baghdad, terbunuh pada 27 Juli 2003); Dr Abdul Latif al-Mayah (Professor Ilmu Politik pada Universitas Mustansiriya Baghdad, terbunuh akhir Januari 2003); Dr Nafa Aboud (Professor Literatur Arab pada Universitas Baghdad); Dr Sabri al-Bayati (Seorang Geographer pada Universitas Baghdad); Dr Falah al-Dulaimi (Asisten Dekan pada Universitas Mustansariya); Dr Hissam Sharif (Departmen Sejarah pada Universitas Baghdad); dan Professor Wajih Mahjoub (College of Physical Education).

Disebutkan pula, sesuai informasi United Nations University, sekitar 84 persen institusi pendidikan tinggi di Irak telah mengalami kerusakan bahkan beberapa diantaranya mengalami kehancuran.

Konsul ini kemudian mengusulkan adanya investigasi internasional yang independen untuk mengusut masalah pembunuhan ekstrajudisial ini. Mereka juga mencatat neo-cons seperti Francis Fukuyama yang tadinya mendukung perang Irak kini telah menolak perang, dan menyebut bahwa hal itu adalah suatu kekeliruan. (bj)

Komentar
siapa pelanggar ham terbesar
Oleh Alamat e-mail dilindungi dari bot spam, anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihat alamat ini pada 2006-05-17 15:38:20
:upset  
hayo siapa pelanggar HAM terbesar? dan kayanya HAM hanya berlaku untuk dunia barat aja deh.  
membunuh akademisi sama dengan menghancurkan investasi terbesar masa depan cause pendidikan adalah investasi masa depan
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com