|
Buana Katulistiwa- Pertemuan tahunan konsul Asosiasi Pengajar Universitas (Association of University Teachers- AUT), yang digelar di Scarborough, Inggris antara 10-12 Mei 2006 lalu, menyerukan perlawanan terhadap rencana penyerangan atas Iran.
Hal itu mereka sampaikan berdasarkan kejadian tragis yang terjadi atas penyerangan Afghanistan dan Irak. Mereka menaruh perhatian penghancuran sistematis dunia akademis di Irak, dan meminta agar perang Irak dihentikan.
Seperti dilansir dalam situs www.campaigniran.org, belum lama ini disebutkan, AUT merupakan asosiasi yang beranggotakan 48.000 universitas dan akademi pendidikan tinggi serta profesional di Inggris.
Diungkapkan bahwa penghancuran sistematis terhadap dunia akademik di Irak terjadi berdasarkan kenyataan bahwa sejak 30 April 2003, lebih dari 250 profesor telah menjadi target pembunuhan. Data ini sesuai dengan Persatuan Pengajar Universitas Irak.
Diantara 250 profesor yang terbunuh itu diantaranya adalah: Muhammad al-Rawi (Presiden Universitas Baghdad, terbunuh pada 27 Juli 2003); Dr Abdul Latif al-Mayah (Professor Ilmu Politik pada Universitas Mustansiriya Baghdad, terbunuh akhir Januari 2003); Dr Nafa Aboud (Professor Literatur Arab pada Universitas Baghdad); Dr Sabri al-Bayati (Seorang Geographer pada Universitas Baghdad); Dr Falah al-Dulaimi (Asisten Dekan pada Universitas Mustansariya); Dr Hissam Sharif (Departmen Sejarah pada Universitas Baghdad); dan Professor Wajih Mahjoub (College of Physical Education).
Disebutkan pula, sesuai informasi United Nations University, sekitar 84 persen institusi pendidikan tinggi di Irak telah mengalami kerusakan bahkan beberapa diantaranya mengalami kehancuran.
Konsul ini kemudian mengusulkan adanya investigasi internasional yang independen untuk mengusut masalah pembunuhan ekstrajudisial ini. Mereka juga mencatat neo-cons seperti Francis Fukuyama yang tadinya mendukung perang Irak kini telah menolak perang, dan menyebut bahwa hal itu adalah suatu kekeliruan. (bj)
Powered by AkoComment! |