|
Buana Katulistiwa - PBB telah menghapus larangan untuk publikasi web yang menunjukkan gambar satelit daerah Kashmir, salah satu daerah yang terkena gempa bumi tanggal 8 Oktober lalu, setelah adanya protes dari para pemberi bantuan yang bersusah payah untuk memberikan bantuan bagi para korban gempa yang tinggal di area pegunungan.
Sebelumnya Pemerintah Pakistan telah memberitahukan badan internasional untuk menghapus gambar satelit di website yang menunjukkan area yang terkena gempa bumi. PBB dan sesama agensi internasional telah menghapus gambar satelit untuk akses umum setelah adanya tekanan dari pemerintah Pakistan tersebut.
Staf Senior International Charter on Space and Major Disasters, yang menyuplai gambar satelit tersebut, mengatakan kepada Nature bahwa PBB memutuskan untuk menghentikan penyebaran gambar satelit setelah menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah Pakistan mengenai sensitivitas politik daerah Kashmir, salah satu area "sensitif" yang terkena gempa bumi tanggal 8 Oktober lalu.
Pakistan dan India sedang memperebutkan daerah tersebut yang terbagi oleh garis gencatan senjata. Kedua negara tersebut mengklaim bahwa Kashmir adalah wilayah mereka.
Memberikan pertolongan bagi para korban selamat gempa bumi mengalami kesultan yang berarti dikarenakan medan pegunungan. Gambar satelit dapat menunjukkan kampung-kampung yang tidak ditandai pada peta dan menentukan rute yang telah terblokir akibat gempa.
PBB telah mengubah keputusan nya setelah adanya desakan dari grup pemberi bantuan dan telah mengirim memo tertanggal 18 oktober yang menyatakan bahwa larangan tersebut telah dicabut.
Juru bicara dari Kementrian Luar Negeri Pakistan mengatakan pada Associated Press minggu ini bahwa tidak ada satupun di pemerintahan yang telah meminta untuk penghapusan gambar.
Nature mengatakan bahwa keputusan PBB yang telah diambil tersebut sebagai bentuk tindak pencegahan akan adanya keadaan yang memeprburuk hubungan diplomatik dengan pemerintah Pakistan.
Nature juga mengatakan bahwa sebuah konsorsium yang menamakan dirinya Global Connection yang mencakup Google, National Geographic, NASA dan Carnegie Mellon University di Philadelphia, berharap dapat menggunakan gambar baru untuk menghasilkan peta yang lebih detail bagi area yang terkena gempa dari gambar sebelumnya.(tk)
Powered by AkoComment! |