Depan arrow Topik arrow Politik arrow Profesor Geografi Sejarah Teliti Penggunaan Bom Nuklir AS
Profesor Geografi Sejarah Teliti Penggunaan Bom Nuklir AS Cetak E-mail
Senin, 19 Desember 2005
Buana Katulistiwa - Apa yang Anda pikirkan jika seseorang mengatakan kepada Anda bahwa di masa lalu Pemerintah AS, dipimpin oleh saintis gung-ho, dengan serius mempertimbangkan akan meledakkan 300 bahkan lebih bom atom untuk menghancurkan dasar laut kanal di Panama? Atau hingga 764 di bagian utara Kolombia?

Anda pasti akan mengatakan itu hanya candaan, kan? Namun itu pernah menjadi harapan para saintis pemerintah untuk dilakukan. Mereka juga sangat dekat dengan perlengkapan detonasi nuklir pada tahun 1960-an di sudut barat laut Alaska dekat Point Barrow untuk “membangun” sebuah pelabuhan.

Selain itu, mereka menghabiskan 750 juta miliar dolar AS (dolar 1996) sepanjang perjalananan rencana ini yang oleh Komisi Energi Atom dinamai Project Plowshare. Dan sebagai bagian dari pekerjaan mereka, mereka melakukan sejumlah ledakan bom tidak jauh dari dasar gurun Nevada dan meninggalkan banyak lobang-lobang bekas ledakan di sana.

Kini, peneliti University of North Carolina di Chapel Hill telah menuliskan pertama kali jumlah komprehensif proyek “pembawa sial” para ahli teknik Perang Dingin. Buku baru berjudul “Proving Grounds" dengan subtitel "Project Plowshare and the Unrealized Dream of Nuclear Earthmoving". Buku ini diterbitkan Rutgers University Press.

“Buku ini adalah mengenai kenekadan laboratorium senjata nuklir Perang Dingin mengupayakan perluasan penggunaannya ke dalam teknik sipil dan pembangunan wilayah atau yang mereka sebut sebagai ‘geographical engineeting’,” kata penulis Scott Kirsch, asisten profesor geografi di UNC’s College of Arts and Sciences.

“Tapi saya juga ingin menjelaskan kisah penentangan eksperimen itu, terutama di kalangan saintis lingkungan,” katanya seperti dilansir sumber University of North Carolina.

Menurut dia, dari berbagai kritik itu dapat dipelajari mengenai aturan-aturan bagi penggunaan sains dalam politik lingkungan, sebagaimana penggunaan politik dari sains itu sendiri.

Pemerintah AS tertarik dengan berkembangnya ide penggunaan nuklir dengan uji coba nuklir politik di laboratorium, dalam skala nasional maupun internasional, kata Kirsch. Faktor penting lain berkembangnya nuklir diantaranya adalah upaya penggunaannya demi tujuan-tujuan baik.

Sebanyak 54 proyek di 25 negara yang dipertimbangkan sebagai situs potensial bagi penggalian nuklir, sesuai dengan catatan yang didapat dari University of California's Lawrence Livermore National Laboratory, dimana program ini berada.

Paul Boyer, penulis buku "By the Bomb's Early Light: American Thought and Culture at the Dawn of the Atomic Age," memuji buku Scott Kirsch ini sebagai buku riset yang dalam.

“Buku ‘Proving Ground’ ini menawarkan sejarah menarik mengenai penggunaan energi atom ke dalam tujuan-tujuan damai melalui penyusunan kembali kontur bumi itu sendiri, diawali dengan Kanal Panama,” kata Boyer. “Dalam menjelaskan Era Atom, geografer sejarah Scott Kirsch melemparkan cahaya skeptis mengenai keyakinan Amerika mengenai penggunaan sains yang kemungkinan berulang pada saat ini sebagaimana dilakukan generasi sebelumnya.” (ss)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com