Depan arrow Topik arrow Politik arrow Perubahan Iklim Mendorong Pembahasan Kembali Tenaga Nuklir
Perubahan Iklim Mendorong Pembahasan Kembali Tenaga Nuklir Cetak E-mail
Sabtu, 21 Mei 2005
Buana Katulistiwa- Tenaga nuklir didorong untuk dibahas kembali sebagai solusi pemanasan global seperti kemauan pimpinan negara-negara kaya yang mencoba untuk menyusun sebuah cetak biru untuk mencegah bencana iklim.

Nuklir kemungkinan bebas emisi, tapi kalangan pemerhati lingkungan mengatakan tren baru itu pemahaman yang dangkal, melenceng dan berbahaya.

"Tenaga nuklir kembali menjadi pembahasan karena lobi yang sangat kuat dari pihak industri," kata spesialis energi Friend of the Earth, Roger Higman.

"Tapi perubahan iklim adalah masalah global, sehingga solusinya harus juga global. Jika Anda ingin membujuk seseorang untuk meninggalkan generasi batubara, selanjutnya Anda harus berbagi dengan mereka manfaat teknologi Anda," kata Higman kepada Reuters, Kamis (19/5) lalu.

Solusinya sangat penting, kata ilmuwan. Mereka mengingatkan temperatur rata-rata dapat meningkat sebanyak 2 derajat atau lebih pada abad ini, pencairan es dan membawa cuaca ekstrim kering dan banjir.

Solusinya, kata mereka, adalah menahan emisi rumah kaca seperti karbon dioksida yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil.

Protokol Kyoto menggariskan untuk melakukan hal itu. Tapi dengan target hingga tahun 2012, kesepakatan itu ditertawakan dan dilemahkan oleh Amerika Serikat yang menolak untuk menandatangani kesepakatan ini walaupun dia sebagai negara polutan terbesar di dunia.

Kurang dari dua bulan sebelum pemimpin negara-negara industri kaya G-8 bertemu di Gleneagles, Skotlandia untuk mencari solusi perubahan iklim, mereka masih menjadi dunia yang terpisah.

"Sejauh ini penekanan diberikan kepada usaha mitigasi dari akibat perubahan iklim," kata Richard Tarasofsky, pemikir dari Britain's Royal Institute for International Affairs.

President Bush, yang menjadi pimpinan negoisator perubahan iklim dan tetap pada pendapatnya mengenai penyebab perubahan iklim, mengatakan pada pekan terakhir bahwa tenaga nuklir adalah aman dan bersih dan dunia dapat mereduksi ketergantungan Amerika pada impor minyak.

PM Inggris Tony Blair, yang memimpin negara-negara G-8 tahun ini dan menempatkan pemanasan global sebagai aganda terutama pada pertemuan tingkat tinggi pada bulan Juli, mengatakan pekan lalu bahwa perubahan iklim tidak dapat didiskusikan tanpa melihat opsi nuklir.

"Tidak ada perdebatan perubahan iklim tanpa konsiderasi serius mengenai itu," katanya kepada wartawan.

Sementara pihak Australia, melalui duta lingkungan, Jan Adam, dalam konferensi di Bonn, Jerman pekan ini, mengatakan bahwa Australia hanya akan mendukung kebijakan mengenai pemanasan global jika hal itu dibangun sebagai sebuah solusi jangka panjang. Australia sendiri merupakan negara penolak Protokol Kyoto, mengikuti Amerika Serikat.

China, yang juga ikut serta di pertemuan Gleneagles, Skotlandia, bersama-sama dengan pemimpin Afrika Selatan, India, Brasil dan Mexico, telah mengumumkan rencana penting mereka untuk menggantikan energi fosil ke tenaga nuklir.

Tapi sebagai bagian dari masalah sampah nuklir, yang menyebabkan kematian ribuan tahun dan biaya decommissioning dari reaktor tua, ada banyak isu keamanan di situ.

"Kita sepertinya memiliki kesulitan besar dengan konsep Korea Utara dan Iran yang memiliki tenaga nuklir, dan segera orang yang sama yang berpendapat bahwa kita harus mengambil langkah menentang mereka mengatakan kita perlu tenaga nuklir sipil," kata Stephen Tindale, pimpinan kelompok penekan, Greenpeace.

"Gagasan bahwa Anda dapat membatasi tenaga nuklir sipil dari senjata nuklir hanyalah fantasi saja. Jika Anda melihat perdebatan di Brasil, yang meminta tenaga nuklir adalah militer, yaitu pihak yang menghendaki mainan itu menjadi milik mereka," sambungnya.

Jadi, diskusi pemanasan global di Gleneagles sepertinya telah menemui kegagalan, kata pengamat lingkungan. (bj)

Komentar
tanya dong
Oleh taqy pada 2005-05-20 18:50:54
bk setuju ng sama negara yg arogan punya nuklir. 
tentunya setuju dgn negara yg punya nuklir tapi untuk kehidupan manusia di dunia.
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com