|
Buana Katulistiwa - Pakistan dan India membuat kesepakatan yang tak terduga sebelumnya, Minggu (30/10) ini untuk membuka perbatasan militer di daerah konflik Kashmir bagi bantuan kemanusiaan dan mempersatukan para keluarga pasca gempa bumi 8 Oktober lalu.
Pimpinan UN Children’s Fund, seperti dilansir AP, mengingatkan hari Minggu bahwa ribuan orang kemungkinan tewas di wilayah ini akibat penyakit, jika para pengungsi yang selamat tidak menerima pelayanan kesehatan, tenda-tenda dan selimut seiring dengan musim dingin Himalaya yang bersamaan menyerang mereka.
Sekitar 80.000 orang tewas akibat bencana gempa bumi ini, dan kebanyakan dari mereka berada di wilayah perbatasan Kashmir yang masuk wilayah Pakistan. Lebih dari 1.300 tewas di perbatasan Kahsmir yang dijaga oleh militer India. Diperkirakan, 800.000 orang yang selamat kini dalam tenda-tenda penampungan sementara. Seorang pejabat menyebut 600.000 buah tenda masih diburuhkan untuk menampung para pengungsi ini.
Kedua negara memasukkan kesepakatan bersama setelah pembicaraan maraton untuk mengukuhkan lima titik penyeberangan sepanjang Jalur Kontrol yang memisahkan wilayah Himalayan lebih enam dekade.
Pembukaan perbatasan di daerah dominasi Muslim Kashmir merupakan bagian yang sensitive bagi Pemerintah India, yang menghadapi berbagai serangan dari militan Muslim yang menginginkan Kashmir India menjadi merdeka atau bergabung dengan Pakistan.
Kesepakatan terjadi setelah ledakan beruntun di ibukota India, Sabtu malam, yang menewaskan sedikitnya 61 orang. Pimpinan India menuduh ini dilakukan oleh teroris. Sementara Pakistan secara resmi menyatakan mengutuk terror berdarah itu.(bj) Powered by AkoComment! |