|
Buana Katulistiwa - Tokyo kembali lagi menyatakan kecemasannya mengenai upaya China dalam mengembangkan kekuatan militernya, tapi Jepang ingin membangun hubungan persahabatan untuk mencegah konflik diantara negara Asia, kata pejabat teras pertahanan Jepang.
Fukushiro Nukaga dalam wawancara dengan sebuah televisi bertajuk “Sunday Project”, seperti dilansir AP, Minggu (Senin WIB), mengatakan mereka sangat concern terhadap peningkatan pembelanjaan militer China tahun-tahun terakhir.
Dia juga membeberkan armada militer China, dalam bulan-bulan terakhir ini telah berulangkali ditemukan mengarungi lautan di sekitar Laut China Timur.
“Kami harus waspada dan dan memperdalam pertukaran sebelum berbagai hal ini berubah menjadi ancaman militer,” katanya, seraya mengusulkan ditingkatkannya latihan pertahanan dan dialog kebijakan pertanana diantara kedua negara.
Nukaga juga mengimbau China untuk lebih transparan dalam kebijakan pertahanannya. “Melalui upaya semacam itu, kita bisa membangun saling percaya dan sekali kita dapat membaca apa di balik aksi ini kita dapat memiliki keperdulian akan stabilitas.
Anggaran pertahanan China terus mengalami peningkatan hingga angka berlipat dalam tahun-tahun terakhir sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat. Bangsa ini telah menjadi negara terbesar dalam pembelian pesawat dan kapal dari Rusia, menggunakan komputer dan peralatan komunikasi berteknologi tinggi buatan China.
Awal bulan ini, armada militer China mendekati Pulau Kume di sebelah selatan Jepang, yang dituding Jepang telah melanggar perairan teritorial Jepang di Laut China Timur.
Tapi mereka segera meninggalkan wilayah itu setelah peringatan dari penjaga pantai Jepang yang sedang melakukan patroli di daerah itu.
Lembaga Pertahanan Jepang juga mengatakan jet tempur China juga dideteksi telah 30 kali dalam enam bulan terakhir melintasi daerah tersebut – mengalami peningkatan dua kali lipat pada periode yang sama tahun lalu.
Tokyo dan Beijing mengalami ketegangan dalam banyak isu termasuk kepemilikan kandungan gas bawah laut di sekitar Laut China Timur dan PM Junichiro Koizumi terlihat mengunjungi lokasi penjahat perang bulan lalu, sebagai tanda melorotnya hubungan Jepang-China dalam satu dekade ini.
Beberapa negara Asia menilai kunjungan ke Yasukuni sebagai simbol ambisi Jepang untuk mengembalikan kejayaan militer mereka di masa lalu. Koizumi dan menteri-menteri Jepang tidak mangadakan pertemuan dengan pejabat China hingga diadakannya pertemuan KTT APEC di Busan, Korea Selatan beberapa hari lalu.(bj) Powered by AkoComment! |